part
4
Sarang..
sarang.. sarang..
“duguya...?”
tanya seorang laki-laki kepada doo joon, “yeobo (istriku)... kenapa dia ingin
menamparmu...?” tanya laki-laki itu kepada bora, Bora membuka matanya dan
menatap orang itu tidak percaya, “oppa...” panggil Bora lirih saat mengetahui
laki-laki itu adalah taemin. “mwo..? taemin-a..?” kata jessica tidak percaya
saat taemin melepas masker mulutnya, “anyeong noona, lama tidak bertemu...”
sapa taemin singkat dan sinis, “ahjusshi... kenapa kau ingin menampar
istriku...?” tanya taemin serius kepada doo joon dengan tatapan yang
benar-benar penuh amarah sambil terus menggenggam tangan bora yang gemetar,
“taemin-a... sejak kapan kalian menikah..? kenapa kau memanggil wanita
menjijikan ini yeobo...? kya... kenapa
kau pulang dri amerika..? aahh... aku tahu.. kau pasti merindukan aku...?” tanya
jessica penuh penasaran dan penuh percaya diri. “aku belum menikah dengannya, tapi kami akan menikah,
wae (kenapa)...? apa noona juga akan melarangku seperti dulu...? aku pulang bukan karena
noona, tapi karena bora, dan.. noona... kau seharusnya bisa mendapatkan
laki-laki yang lebih baik...” tegas taemin yang langsung menarik bora pergi
meninggalkan jessica dan doo joon menuju tempat parkir.
“hyung...!”
panggil taemin, wajahnya yang semula begitu serius sudah berubah menjadi taemin
yang biasanya. “kenapa kalian kesini..? bukankah aku menyuruhmu untuk menunggu
didepan restauran..?” tanya minho yang baru akan masuk kedalam mobil,
“masuklah... hyorin sepertinya sudah menunggu...” perintah minho, taemin dan
bora langsung masuk kedalam mobil dan duduk di kursi belakang. Hyorin sudah menunggu
didepan restauran dengan wajah yang sangat panik, saat mobil berhenti hyorin
langsung masuk, dia duduk dikursi depan dan langsung memakai shitbeltnya, “minho-a..
cepat pergi dari sini...” perintah hyorin kepada minho. “Bora-a... kwencanna
(kau baik-baik saja)...?” tanya hyorin kepada bora, “hmm...” jawab bora sambil
tersenyum, taemin yang ada disebelahnya menggenggam tangan bora, dia mengerti
dengan apa yang bora rasakan.
***
Minho
melihat bora dan taemin lewat cermin, mereka berdua sudah tertidur, bora
menyandarkan kepalanya dipundak taemin, dan taemin menyandarkan kepalanya
dikepala bora, “wae..? sebenarnya apa yang terjadi...?” tanya minho lirih
kepada hyorin, hyorin melihat kebelakang, memastikan bora tidak mendengarnya.
“aku bertemu dengan doo joon oppa dan jessica, sepertinya bora sudah bertemu
dengan mereka, aku benar-benar kesal dengan mereka, kalau saja itu bukan tempat
umum.. mungkin aku sudah menusuk mereka menggunakan pisau yang ada dimeja...”
jelas hyorin kepada minho panjang lebar, “kya...! aku hanya bertanya apa yang
terjadi.. kenapa kau malah mendongeng panjang lebar seperti itu kepadaku..!” protes
minho, “eiisshh... itu aku jawab, kau kan bertanya apa yang terjadi ya aku
jawab pertanyaanmu itu, kenapa kau malah marah kepadaku...” kata hyorin penuh
perasaan sebal, “aku tidak marah denganmu...!” tegas minho dengan nada yang
meninggi, “lalu kenapa nada suaramu meninggi...??!!” balas hyorin yang juga
meninggikan suaranya.
Taemin
dan bora yang terbangun karena suara ribut hyorin dengan minho hanya menatap
mereka berdua sinis. “kya..!! ahjusshi... ! ahjumma! Tidak bisakah kalian tidak
bertengkar...? !” protes Taemin. “hyorin yang memulai.. !” tegas minho,
“MWO...? hah... jelas-jelas kau yang memarahiku duluan... !” bela hyorin,
hyorin langsung menyumbat telinganya dengan handset miliknya dan memejamkan
matanya untuk mengakhiri pertengkaran, sedangkan minho menyalakan musik didalam
mobil dengan volume suara yang sangat tinggi, bora dan taemin yang ada dalam
situasi itu hanya menggelengkan kepala mereka dan merasakan stres yang mendalam
dengan tingkah kedua orang itu.
***
“bora-a... lupakan laki-laki itu, lebih baik
denganku saja, benarkan hyorin...?” kata taemin penuh percaya diri yang sentak
mengejutkan hyorin dan minho, “kya... bocah ini.. !” kata minho kesal kepada
taemin, “hyung..” panggil taemin manja, “majayo....” ucap hyorin sambil
memikirkan sesuatu, “minho-a... apa kau bisa menemaniku keluar sebentar..?”
tanya hyorin, “kita sudah diluar bodoh...” jawab minho sinis, “kya.. ! aku
sedang serius.. !” bentak hyorin, minho diam dan mengangguk “baiklah, tapi aku
harus ke lokasi syuting sekarang, kita bicara disana saja bagaimana..?” ajak
minho. “hmm... baiklah..” hyorin menyetujuinya. “hyung.. siapa lawan
mainmu...?” tanya taemin. “park shin hye..” jawab minho singkat. “hyung.. aku
ikut.. aku ikut.. aku ikut.. ! ne..?” mohon taemin. “ANDWAE (tidak boleh)... !!!”
bentak minho dan hyorin berbarengan. “hehh... kenapa kalian menjadi begitu
kompak..?” tanya bora bingung. “kalian akan aku antar pulang, aku dan hyorin
masih harus membicarakan sesuatu...” jelas minho. “haahhh... bilang saja kau
mau menyatakan cintamu kepada hyorin...” kata taemin meledek, “KYA.. !” bentak
minho, sedangkan hyorin memandang minho tidak percaya, “mwo..? mwo..? kenapa
kau melihatku seperti itu...?” tanya minho salting kepada hyorin, “ani
(tidak)..” jawab hyorin singkat sambil menggelengkan kepalanya.
***
“maaf
membuatmu menunggu...” kata minho yang menghampiri hyorin di tenda make up
artis. “hmm... it’s okay...” jawab hyorin, “apa sudah selesai...?” tanyanya.
“belum, aku diberi waktu istirahat, apa yang ingin kau bicarakan...?” tanya
minho. “minho-a... kenapa tidak kita jodohkan saja bora dengan taemin...? aku
ingin membuat bora move on dari doo joon oppa..” usul hyorin, “benar... kenapa
aku tidak menyadarinya..? taemin juga sudah lama tertarik dengan bora...” kata
minho, “benarkah...?” tanya hyorin tidak percaya, “dia tertarik dengan bora
saat kita duduk di kelas satu SMA, saat liburan sekolah taemin menghabiskan
liburannya disini, saat itulah dia bertemu bora, tapi sepertinya bora tidak
mengingatnya, sejak saat itu aku terus mengiriminya informasi tentang bora, dia
juga sering bertanya mengenai bora kepadaku lewat e-mail, tapi itu berhenti
saat dia tahu bora berpacaran dengan doo joon, belum lagi, cinta pertama taemin
yang begitu memprotect dirinya...” jelas minho panjang lebar. “aa... aku
mengerti, ya sudah.. kalau begitu aku pulang, kita bicarakan lagi nanti...”
kata hyorin yang langsung bersiap pulang, “hmm.. oke, nanti aku telfon...” kata
minho dengan sedikit senyum bibirnya, hyorin langsung pergi, selepas hyorin pergi
minho hanya tertawa kecil malu-malu, “akhirnya aku bisa menelfinnya dengan
alasan yang kuat...” gumam minho lirih, minho terus senyum-senyum “yes.. yes..
yes...” kata minho kegirangan sambil berjoget-joget tidak jelas. “minho-a..”
panggil hyorin datar yang melihat tingkah aneh minho dari pintu, melihat hyorin
berdiri didepannya minho langsung kembali berlagak cool, “ehem.. a.. hyorin..
hai.. !” sapanya, “waegurae (ada apa)..? kenapa kembali lagi...?” tanya minho.
“ponselku tertinggal...” jelas hyorin yang langsung masuk kedalam tenda itu dan
mengambil ponselnya yang dia letakan di meja, “ini.. sudah kuambil, aku pulang
dulu...” kata hyorin sambil berjalan mundur meninggalkan minho, wajah minho
berubah menjadi merah, hyorin mencoba menahan tawanya, walaupun itu sulit dia
lakukan.
“PHAHAHAHA......
bora-a... seharusnya kau lihat tadi, minho benar-benar konyol... hahaha....”’
hyorin benar-benar puas menertawai minho dirumah, bora yang mendengar ceritanya
juga ikut tertawa. “kya.. hyorin-a... apa minho menyatakan cinta kepadamu...?”
tanya bora penuh ketertarikan. “heehhh... jangan asal bicara, tidak... kami
hanya bicara biasa saja...” jelas hyorin. “hol.. siapa yang tahu...” kata bora,
“aku lapar... masaklah sesuatu hyorin...” perintah bora yang langsung menuju
ruang tv, dia memainkan ponsel tablet miliknya. “oppa... anyeong...” sapa bora
kepada seseorang yang ada dilayar tabletnya. “oppa... makan malam di apartemen
kami saja, hyorin akan memasakan masakan yang sangat spesial, datang sekarang
juga ya, a.... jangan lupa ajak minho..” perintah bora kepada taemin, mereka
berdua sedang video call. “jinjja...? kalau begitu masakan aku dan minho
spageti seafood ya, itu makanan favorit kami...” jelas taemin, “benarkah...?”
tanya bora, “hmm.. iya, masakan itu ya.. oke...?” pinta taemin, “hmmm... aku
tidak menjamin akan enak oppa...” jelas bora, “wae..?” tanya taemin.
***
Ting
tong... ting tong... bel berbunyi, hyorin yang medengar bel berbunyi langsung
membuka pintu. “o... ada apa kalian kesini...?” tanya hyorin heran saat melihat
taemin yang berdiri didepan pintu sambil tersenyum lebar, dan ada minho
disampingnya. “hehh... hyorin-a.. setidaknya biarkan kami masuk dulu..” kata
taemin yang langsung ngeloyor masuk, “masuklah...” perintah hyorin kepada
minho. “ya.. mana makanannya...?” tanya taemin yang sudah berdiri didapur.
“makanan apa..?” tanya hyorin bingung, “bukankah kami berdua diundang kesini
untuk makan malam...?” tanya minho kepada hyorin, “heh..? aku tidak mengundang
kalian...” jelas hyorin, “a.. tadi bora yang menyuruhku untuk datang, bora
bilang kau akan memasakan kami spageti seafood, steak, dan membuatkan kami
puding buah untuk desertnya..” jelas taemin, mendengar penjelasan taemin,
hyorin langsung naik darah “BORAAA........!!!!!” teriak hyorin dengan keras,
bora yang sedang tidur dikamarnya terbangun dan langsung keluar dari kamarnya,
“wae.. wae.. wae..?” tanyanya sambil menggaruk-garuk kepalanya dengan mata yang
masih terpejam. “ehem...” deham minho, menyadari itu suara minho bora membuka
matanya, dia hanya menyengir dan langsung kembali kekamarnya untuk mengganti
pakaiannya.
“kya...
seharusnya kalian telfon aku dulu saat sudah sampai pintu masuk gedung ini... !”
protes bora saat keluar dari kamarnya dengan pakaian yang berbeda. “kya...
sekarang kita makan apa...? tidak ada makanan yang dibuat wanita ini...” tanya
minho sambil menjitaki kepala hyorin,
hyorin hanya menunduk sebal sambil memanyunkan bibirnya. “hyung, kau bantu
hyorin masak saja, pasti akan lebih cepat...” usul taemin, “hmm... benar...
ayolah minho... bantu hyorin, kaukan tahu bagaimana hyorin...” kata bora, “aku
tidak mau masak.. !” tegas hyorin yang masih sebal, “memangnya kau bisa masak
huh..?” sindir minho, “hisshh...” hyorin hanya mendesis sebal. “Bora-a...” panggil
taemin, bora dan taemin saling berpandangan, taemin mengedip-ngedipkan matanya,
memberi isyarat kepada bora. “uhm... minho-ya, hyorin-a... semua bahan makanan
sudah aku siapkan, cepatlah masak.. ne..?” perintah bora yang langsung
meninggalakan hyorin dan minho, taemin hanya senyum-senyum dan mengikuti bora,
mereka langsung menuju ruang tv dan bermain PS.
“hehh....
bora-a... kau akan mati malam ini..” gumam hyorin kesal, “kya..!!” bentak minho
yang langsung melempar apron kewajah hyorin, “hisshh... minho-a.. kenapa kau
melempar ini...?” tanya hyorin kesal, “jangan banyak tanya, cepat pakai dan
bantu aku...!” tegas minho, hyorin langsung memakainya. “baiklah... aku sudah
siap, apa yang harus aku lakukan...?” tanya hyorin, tapi minho sedang sibuk
mengupas udang, “hmmm... kalau begitu aku akan memotong bawang putih saja..”
putus hyorin, dia langsung mengambil pisau berwarna pink miliknya, dan tanpa
ragu langsung mengiris bawang putih yang seharusnya dicincang.
“kya..
apa yang kau lakukan..?” tanya minho curiga saat melihat hyorin sedang asyik,
“hmm...?” hyorin membalikan wajahnya kearah minho, “aku sedang memotong bawang
putih...” jelasnya, minho langsung maju melihat bawang putih hasil potongan
hyorin, melihatnya minho hanya menggelengkan kepalanya, “heisshh...” minho
langsung merebut pisau ditangan hyorin, “apa kau benar-benar bodoh..? aku dengar
IQ mu diatas rata-rata...” tanya minho, “tentu saja, aku selalu mendapat
rangking...” sombong hyorin, “lalu kenapa kau tidak bisa membedakan mengiris
dan memotong...?” sindir minho, “kya.. apa bedanya mengiris dan memotong...?
itu sama saja...” bela hyorin, “bawang putih ini seharusnya dicincang bukan
diiris atau dipotong, dasar bodoh...” kata minho sambil mencincang bawang putih
yang masih utuh. “lalu apa yang harus aku kerjakan...?” tanya hyorin, “kau..!”
tegas minho sambil menunjuk hyorin dengan pisau, “duduk..! diam...! perhatikan...!!”
tegasnya lagi. “baiklah...” hyorin menurut dan duduk, “sudah tahu aku tidak
bisa memasak, masih saja menyuruhku memasak..” gumam hyorin, “minho-ya... apa
kau selalu masak sendiri...?” tanya hyorin, tapi minho diam tidak menjawab,
“minho-ya... sudah berapa lama kau berteman dengan taemin...?” tanya hyorin
lagi, “sejak kecil...” jawab minho singkat, “apa taemin orang baik-baik...?”
tanya hyorin lagi, “hmm...” jawab minho yang berarti iya, “tapi kenapa aku
kurang yakin ya...” kata hyorin, “minho-ya... apa kau yakin taemin masih
menyukai bora..?” tanya hyorin lagi, “hmm” jawab minho, “apa rencana kita akan
berhasil...?” tanya hyorin lagi, “hmm..” jawab minho, “minho-ya... apa yang kau
masukan kedalam panci itu..?” tanya hyorin, “itu pasta, apa kau tidak tahu
bentuk pasta saat masih mentah...?” minho balik bertanya, “ani (tidak)... aku hanya
tahu bentuknya saat sudah matang.. hehe...” jelas hyorin sambil menyengir,
“minho-ya... kenapa tidak pakai saus tomat...?” tanya hyorin lagi, minho
berhenti mengaduk pasta yang sedang direbus dan mendekatkan wajahnya ke hyorin
yang duduk di bar dapur, “hyorin-ya.... apa kau bisa berhenti bertanya...?”
tanyanya sambil memelototi hyorin, “ne..” jawab hyorin lembut, “dari pada kau
terus bertanya, leih baik kau pergi membeli beberapa makanan penutup, tidak ada
waktu untuk membuatnya.. bagaimana...?” tawar minho, “baiklah...” jawab hyorin
sedikit sebal, hyorin langsung mencopot apronnya, “cepat kembali...!” perintah
minho, hyorin yang mendengarnya langsung berjalan kembali mendekati minho,
“hehhh... kau terpesona denganku ya...?” tanya hyorin yang mengejutkan minho,
“ani... kenapa aku harus terpesona
denganmu..?” kata minho dengan sedikit salah tingkah, “ hehh... koljiman (bohong)....”
kata hyorin, minho langsung kembali memasak, “oppa...” goda hyorin dengan nada
manja, yang sentak membuat minho tersedak, “hahaha....” hyorin malah tertawa
meihat minho tersedak, “oke... aku akan cepat pulang.. kitaryo (tunggu aku)
oppa....!!” kata hyorin sambil mengedipkan mata kanannya, saat hyorin sudah
pergi barulah minho tersenyum-senyum, wajahnya juga berubah menjadi kemerahan.
“oppa..?”
tanya minho kepada diri sendiri, “sedikit menyenangkan dipanggil seperti
itu...” tambahnya sambil asyik memasak pasta seafood favoritnya. “oppa dugu...?”
tanya taemin yang membuat minho terkejut, minho membalikan badannya dan
ternyata taemin dan bora sudah duduk di bar dapur sambil melihati minho aneh,
“oppa dugu..? mwo (apa)...??” balik tanya minho kepada taemin dengan tingkah
sedikit canggung, “berhenti melihatku seperti itu...!” perintah minho, “hehh...
minho-ya... kalau kau terus menyenbunyikan perasaanmu seperti itu, hyorin tidak
akan menjadi milikmu, dasar bodoh... apa sulitnya bilang kau mencintainya...”
kata bora, “diamlah...” tegas minho. sarang... srang... sarang... kata-kata itu
terus bermuculan dikepala minho, dia terus tersenyum mengingat hyorin
memanggilnya oppa.
“aku
pulang.....” teriak hyorin saat masuk, “o... kau sudah pulang, cepat siapkan makanan
itu di meja...!” perintah minho datar, “ne..!” jawab hyorin yang langsung
menyiapkan makanan penutup di meja makan. “ayo makan...” ajak minho, taemin dan
borapun langsung menuju meja makan yang hanya berjarak satu meter dari tempat
mereka duduk.
“hmmm.....
hyung... spageti seafood buatanmu memang yang paling enak, benarkan...?” tanya
taemin kepada bora dan hyorin, “hmm... maja... ini enak sekali...” puji hyorin
yang asyik memakan spageti di piringnya, “minho-ya... kau harus sering-sering
membuatkan kami ini...” perintah bora.
“aku
sudah selesai makan, kau dan taemin yang mencuci piring...” perintah minho, “hehh...
kenapa kami, kan kalian yang masak...” protes bora, “justru karena kami yang
masak, maka tugas kalian mencuci piring... tidak ada tawaran lagi...!” tegas
minho, taemin dan bora hanya menghela nafas kesal
hyorin
berada dalam kebosanannya dengan televisi dihadapannya dan dengan minho yang
tidak menghiraukannya, “kyaahhh... kenapa mereka bermain-main seperti itu..?”
gumam hyorin yang sedang duduk diruang tengah bersama minho yang sedang
mempelajari skrip untuk syuting selanjutnya. “siapa yang bermain...?” tanya
minho yang ternyata mendengar gumaman hyorin, “a.. itu.. lihatlah...! taemin
dan bora bermain busa dari sabun pencuci piring...” jelas hyorin, minho melihat
taemin dan bora yang benar-benar sangat dekat tanpa ada rasa canggung sama
sekali, hal yang selalu ingin minho dapatkan. “wae (kenapa)...? kau ingin bergabung
dengan mereka..?” tanya minho datar, “ah.. benarkah boleh...?” tanya hyorin
antusias, tapi dahinya malah kena sentil dari minho, “tentu saja tidak...!”
tegas minho, “hisshh... jangan menyentilku,,, ! !” teriak hyorin kepada minho,
lagi-lagi mereka berdua malah bertengkar.
***
“hyorin-a...
minggu depan audisi untuk festival, bagaimana..?” tanya bora, “molla... aku
juga tidak tahu harus menampilkan yang mana...” jawab hyorin, “kalian akan ikut
serta dalam festival...?” tanya minho, “ne.. kami ingin menampilkan bakat kami
berdua dalam bernyanyi dan juga menari..” jelas hyorin, “kami akan bantu...”
kata taemin dengan penuh semangat, “benarkan hyung...?” tanya taemin kepada
minho, minho hanya mengangguk, “hmmm... baiklah... kalau begitu besok pukul 2
diruang latihan..” jelas bora, “oke..” jawab taemin.
“kami
datang...” teriak hyorin dan bora saat masuk keruang practice, “kya...
seharusnya kalian minta maaf membuat kami menunggu begitu lama...” protes
minho, “kya.. ! minho-ya... laki-laki itu memang harus dibuat menunggu...” kata
hyorin dengan nada sinis, “hishhh...” minho hanya memandang hyorin sinis,
perang dingin diantara mereka belum selesai.
“lagu
apa yang akan kalian tampilkan...?” tanya taemin yang sudah siap dengan
handicam didepannya, “aku dan hyorin sudah memilih lagu yang terbaik...” jelas
bora, “cepat mulai...” tegas minho, hyorin dan bora langsung bersiap-siap untuk
lagu pertama, taemin juga sudah siap dengan handicamnya, lagu pertma yang
mereka mainkan adalah “Push Push” milik girland favorit mereka yaitu SISTAR,
“STOOPP.... ! ! !” teriak taemin dan minho bersamaan, melihat permulaannya
minho dan taemin langsung menolak. Lagu kedua masih milik SISTAR yaitu “No
Mercy” baru sampai ditengah-tengah musik diganti oleh minho, lagu selanjutnya
adalah so cool, tapi nasib lagu ini sama saja seperti lagu no mercy, lagu terus
diganti mulai dari alone, shady girl, sampai Ma Boy. “kya...! kenapa kalian
terus mengganti lagunnya...?” protes bora, “ dance kalian yang jelek...”
komentar minho, “benarkan taemin..?” tanya minho kepada taemin, taemin hanya
mengangguk. “kalau begitu biar aku yang memilih lagunya...!” tegas hyorin,
“baiklah...” minho mengalah dan memberikan remote tape.
“bora-ya...
bagaimana kalau GNAAL...? bisik hyorin kepada bora, “maja... itu gerakan
terbaru kita....” kata bora, hyorin dan borapun langsung menarik meja kaca yang
memang ada di ruangan itu, “apa yang kalian lakukan...?” tanya taemin bingung,
“cepat bantu kami... palli.. palli...” perintah bora, taemin membantu mereka.
“oke.. ini lagu terbaru kita berdua... judulnya Gone Not Around Any Longer...
ini pilihan lagu yang terakhir..!” tegas hyorin, “maja (benar)... jadi nilai
gerakan kami dengan baik..!” tegas Bora, musikpun mulai, dan dance mereka
dimulai, taemin dan minho hanya terpaku melihat mereka berdua, taemin dan minho
hanya bisa menelan ludah dan mata mereka yang tidak bisa berhenti memandang
hyorin dan Bora sampai lagu selesai. “eotte (bagaimana)...?” tanya hyorin, tapi
minho dan taemin masih speechless, “kalau kalain berdua diam saja, itu berarti
setuju, oke... kita akan menampilkan ini untuk festival besok..” tegas bora,
“ANDWAE....!!!!” teriak taemin dan minho bersamaan, “a.. wae...???” protes
hyorin, “kya... itu sangat kami larang...” jelas taemin, “hehh... bagaimana
bisa...? tidak mau.. ini sudah lagu terakhir...” protes hyorin. “kya...
penampilan kalian dengan lagu ini benar-benar bagus, aku sangat menyukainya,
tapi... kalian tidak boleh menampilkan lagu ini didepan orang lain selain
aku...!” rengek taemin yang sangat amat kekanak-kanakan. “ehem...” deham minho,
“aa.. maksudku... selain kami berdua...” taemin membenarkan ucapannya. “lebih
baik tidak usah tampil...!” tegas minho, hyorin dan bora hanya kesal dan
meninggalkan mereka berdua dengan emosi.
***
jam
makan malam, mereka berempat makan malam bersama disalah satu restauran dekat
lokasi syuting minho, “o... ada e-mail...” sentak hyorin saat menerima e-mail,
“dugu..?” tanya taemin, “hmm... cinta pertamaku..” jawab hyorin dengan senyum,
minho yang sedang makan langsung berhenti makan. hyorin membuka e-mail itu.
from
: Cho_Kyuhyun@gmail.com
cc
:
subject
: i miss you hyorin...
“ne..?”
sentak hyorin kaget saat membaca subject, minho yang duduk disebelahnya
memundurkan kursinya sedikit agar bisa ikut membaca. hyorin melanjutkan membaca
hyorin... oppa..
sangat merindukanmu, oppa sudah dirumah sekarang, oppa ingin mengaku kepadamu
kalau oppa sudah tidak memiliki hubungan apa-apa dengan victoria, sudah satu
tahun yang lalu kami putus, apa kau masih menungguku...? maaf membuatmu
menunggu lama, aku sadar seharusnya dari dulu aku memilihmu. kalau kau mau
menjadi pacarku datanglah ke ice skating rink grand hyatt hotel jam 8, aku
tunggu kau disana...
minho
yang membacanya langsung kehilangan selera makan, “yah.. sekarang sudah jam
7...” kata hyorin saat melihat jam ditangannya, hyorin langsung mempercepat
makannya. “aku sudah selesai... “ kata minho yang langsung pergi, “yachh.. ada
apa dengannya...? tanya bora, “molla...” jawab taemin, “hyorin... kau dapat
e-mail dari siapa..?” tanya bora, “kyuhyun oppa...” jawab hyorin dengan senyum
diwajahnya, taemin langsung mengambil ipad yang hyorin letakan dimeja dan
membacanya. “bora.. aku pergi dulu, aku akan pulang naik taxi... kau pulang
duluan saja..” kata hyorin yang langsung berjalan pergi meninggalkan bora dan
taemin, selepas hyorin pergi, bora dan taemin langsung menyusul minho.
“minho-ya...
minho-ya...” teriak bora, “mwoya (apa)...?” tanya minho, “kya... aku yakin kau
sudah tahu... kenapa kau diam saja...?” tanya taemin dengan nada yang tinggi,
“apa yang harus aku lakukan...?” tanya minho dengan nada yang menyepelekan
sambil membaca script, “kejar bora sekarang... bilang kau mencintainya.. atau
kau diam disini dan kehilangan wanita yang kau cintai selama bertahun-tahun
lamanya...” kata taemin dengan tegas, “hyorin juga mencintai kyu hyung
bertahun-tahun lamanya...” kata minho, “hmm... sarang... sarang... sarang...
itu hanya merepotkan.. benarkan taemin...?” tanya minho kepada taemin, “ani
(tidak)... aku tidak mencintai jessica
noona, tapi terperangkap dengannya... cinta tidak merepotkan... cinta hanya
butuh perjuangan... cepat kejar hyorin sekarang, hyungku tidak pernah main-main
dengan kata-katanya...” tegas taemin lagi,
minho sadar karena perkataan taemin, minho langsung berlari mengejar
hyorin, tapi dia terlambat... bus yang dinaiki hyorin sudah jauh.
***
“ehem...”
deham seseorang, kyuhyun yang sedang melihat pemandangan han river membalikan
tubuhnya. “HYUUNGGG............!!!!!!!!” teriak taemin sambil melucur diatas
ice dengan sepatu skat-nya dan memeluk kyuhyun.
“kya...!
kenapa kau yang datang...?!” protes kyuhyun, tapi taemin terus memeluknya,
“hyung.... hyung... hyung....” rengek taemin.
“yeobuseyeo
(hallo)...” jawab bora ditelfon, “ne..?”
kata bora tidak percaya mendengar apa yang dia dengar, bora yang belum lama
sampai diapartemen, langsung mengambil tasnya dan pergi kerumah sakit.
“yeobuseyeo...
minho-ya... cepat kerumah sakit, tadi ada seseorang yang menelfonku, dia bilang
terjadi kecelakaan.. dan sekarang hyorin ada dirumah sakit... aku khawatir
dengan hyorin...” jelas bora dengan nada suara yang bergetar karena ketakutan,
tanpa berpikir lama lagi, minho langsung berlari kerumah sakit.
minho
sampai lebih dulu, dia langsung berlari ke ruang IGD, “HYORIN-a... hyorin-a...
hyorin...” panggil minho sambil terus memeriksa semua tempat tidur yang ada
diruangan itu, tapi nada suaranya menghilang saat melihat seseorang yang sudah
meninggal, minho yakin dia adalah hyorin karena semua tempat tidur sudah dia
cek dan tidak ada hyorin, minho baru mau membuka selimut yang menutupi tubuh
itu untuk memastikan, tapi perawat langsung memindahkan mayat itu, minho keluar
dari ruangan itu dengan penuh putus asa. “Minho-ya...” panggil Bora...