Translate

Kamis, 09 Mei 2013

Dream Girl part 4


part 4
Sarang.. sarang.. sarang..

“duguya...?” tanya seorang laki-laki kepada doo joon, “yeobo (istriku)... kenapa dia ingin menamparmu...?” tanya laki-laki itu kepada bora, Bora membuka matanya dan menatap orang itu tidak percaya, “oppa...” panggil Bora lirih saat mengetahui laki-laki itu adalah taemin. “mwo..? taemin-a..?” kata jessica tidak percaya saat taemin melepas masker mulutnya, “anyeong noona, lama tidak bertemu...” sapa taemin singkat dan sinis, “ahjusshi... kenapa kau ingin menampar istriku...?” tanya taemin serius kepada doo joon dengan tatapan yang benar-benar penuh amarah sambil terus menggenggam tangan bora yang gemetar, “taemin-a... sejak kapan kalian menikah..? kenapa kau memanggil wanita menjijikan ini yeobo...? kya...  kenapa kau pulang dri amerika..? aahh... aku tahu.. kau pasti merindukan aku...?” tanya jessica penuh penasaran dan penuh percaya diri. “aku belum menikah dengannya, tapi kami akan menikah, wae (kenapa)...? apa noona juga akan melarangku seperti dulu...? aku pulang bukan karena noona, tapi karena bora, dan.. noona... kau seharusnya bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik...” tegas taemin yang langsung menarik bora pergi meninggalkan jessica dan doo joon menuju tempat parkir.
“hyung...!” panggil taemin, wajahnya yang semula begitu serius sudah berubah menjadi taemin yang biasanya. “kenapa kalian kesini..? bukankah aku menyuruhmu untuk menunggu didepan restauran..?” tanya minho yang baru akan masuk kedalam mobil, “masuklah... hyorin sepertinya sudah menunggu...” perintah minho, taemin dan bora langsung masuk kedalam mobil dan duduk di kursi belakang. Hyorin sudah menunggu didepan restauran dengan wajah yang sangat panik, saat mobil berhenti hyorin langsung masuk, dia duduk dikursi depan dan langsung memakai shitbeltnya, “minho-a.. cepat pergi dari sini...” perintah hyorin kepada minho. “Bora-a... kwencanna (kau baik-baik saja)...?” tanya hyorin kepada bora, “hmm...” jawab bora sambil tersenyum, taemin yang ada disebelahnya menggenggam tangan bora, dia mengerti dengan apa yang bora rasakan.
***
Minho melihat bora dan taemin lewat cermin, mereka berdua sudah tertidur, bora menyandarkan kepalanya dipundak taemin, dan taemin menyandarkan kepalanya dikepala bora, “wae..? sebenarnya apa yang terjadi...?” tanya minho lirih kepada hyorin, hyorin melihat kebelakang, memastikan bora tidak mendengarnya. “aku bertemu dengan doo joon oppa dan jessica, sepertinya bora sudah bertemu dengan mereka, aku benar-benar kesal dengan mereka, kalau saja itu bukan tempat umum.. mungkin aku sudah menusuk mereka menggunakan pisau yang ada dimeja...” jelas hyorin kepada minho panjang lebar, “kya...! aku hanya bertanya apa yang terjadi.. kenapa kau malah mendongeng panjang lebar seperti itu kepadaku..!” protes minho, “eiisshh... itu aku jawab, kau kan bertanya apa yang terjadi ya aku jawab pertanyaanmu itu, kenapa kau malah marah kepadaku...” kata hyorin penuh perasaan sebal, “aku tidak marah denganmu...!” tegas minho dengan nada yang meninggi, “lalu kenapa nada suaramu meninggi...??!!” balas hyorin yang juga meninggikan suaranya.
Taemin dan bora yang terbangun karena suara ribut hyorin dengan minho hanya menatap mereka berdua sinis. “kya..!! ahjusshi... ! ahjumma! Tidak bisakah kalian tidak bertengkar...? !” protes Taemin. “hyorin yang memulai.. !” tegas minho, “MWO...? hah... jelas-jelas kau yang memarahiku duluan... !” bela hyorin, hyorin langsung menyumbat telinganya dengan handset miliknya dan memejamkan matanya untuk mengakhiri pertengkaran, sedangkan minho menyalakan musik didalam mobil dengan volume suara yang sangat tinggi, bora dan taemin yang ada dalam situasi itu hanya menggelengkan kepala mereka dan merasakan stres yang mendalam dengan tingkah kedua orang itu.
***
 “bora-a... lupakan laki-laki itu, lebih baik denganku saja, benarkan hyorin...?” kata taemin penuh percaya diri yang sentak mengejutkan hyorin dan minho, “kya... bocah ini.. !” kata minho kesal kepada taemin, “hyung..” panggil taemin manja, “majayo....” ucap hyorin sambil memikirkan sesuatu, “minho-a... apa kau bisa menemaniku keluar sebentar..?” tanya hyorin, “kita sudah diluar bodoh...” jawab minho sinis, “kya.. ! aku sedang serius.. !” bentak hyorin, minho diam dan mengangguk “baiklah, tapi aku harus ke lokasi syuting sekarang, kita bicara disana saja bagaimana..?” ajak minho. “hmm... baiklah..” hyorin menyetujuinya. “hyung.. siapa lawan mainmu...?” tanya taemin. “park shin hye..” jawab minho singkat. “hyung.. aku ikut.. aku ikut.. aku ikut.. ! ne..?” mohon taemin. “ANDWAE (tidak boleh)... !!!” bentak minho dan hyorin berbarengan. “hehh... kenapa kalian menjadi begitu kompak..?” tanya bora bingung. “kalian akan aku antar pulang, aku dan hyorin masih harus membicarakan sesuatu...” jelas minho. “haahhh... bilang saja kau mau menyatakan cintamu kepada hyorin...” kata taemin meledek, “KYA.. !” bentak minho, sedangkan hyorin memandang minho tidak percaya, “mwo..? mwo..? kenapa kau melihatku seperti itu...?” tanya minho salting kepada hyorin, “ani (tidak)..” jawab hyorin singkat sambil menggelengkan kepalanya.
***
“maaf membuatmu menunggu...” kata minho yang menghampiri hyorin di tenda make up artis. “hmm... it’s okay...” jawab hyorin, “apa sudah selesai...?” tanyanya. “belum, aku diberi waktu istirahat, apa yang ingin kau bicarakan...?” tanya minho. “minho-a... kenapa tidak kita jodohkan saja bora dengan taemin...? aku ingin membuat bora move on dari doo joon oppa..” usul hyorin, “benar... kenapa aku tidak menyadarinya..? taemin juga sudah lama tertarik dengan bora...” kata minho, “benarkah...?” tanya hyorin tidak percaya, “dia tertarik dengan bora saat kita duduk di kelas satu SMA, saat liburan sekolah taemin menghabiskan liburannya disini, saat itulah dia bertemu bora, tapi sepertinya bora tidak mengingatnya, sejak saat itu aku terus mengiriminya informasi tentang bora, dia juga sering bertanya mengenai bora kepadaku lewat e-mail, tapi itu berhenti saat dia tahu bora berpacaran dengan doo joon, belum lagi, cinta pertama taemin yang begitu memprotect dirinya...” jelas minho panjang lebar. “aa... aku mengerti, ya sudah.. kalau begitu aku pulang, kita bicarakan lagi nanti...” kata hyorin yang langsung bersiap pulang, “hmm.. oke, nanti aku telfon...” kata minho dengan sedikit senyum bibirnya, hyorin langsung pergi, selepas hyorin pergi minho hanya tertawa kecil malu-malu, “akhirnya aku bisa menelfinnya dengan alasan yang kuat...” gumam minho lirih, minho terus senyum-senyum “yes.. yes.. yes...” kata minho kegirangan sambil berjoget-joget tidak jelas. “minho-a..” panggil hyorin datar yang melihat tingkah aneh minho dari pintu, melihat hyorin berdiri didepannya minho langsung kembali berlagak cool, “ehem.. a.. hyorin.. hai.. !” sapanya, “waegurae (ada apa)..? kenapa kembali lagi...?” tanya minho. “ponselku tertinggal...” jelas hyorin yang langsung masuk kedalam tenda itu dan mengambil ponselnya yang dia letakan di meja, “ini.. sudah kuambil, aku pulang dulu...” kata hyorin sambil berjalan mundur meninggalkan minho, wajah minho berubah menjadi merah, hyorin mencoba menahan tawanya, walaupun itu sulit dia lakukan.
“PHAHAHAHA...... bora-a... seharusnya kau lihat tadi, minho benar-benar konyol... hahaha....”’ hyorin benar-benar puas menertawai minho dirumah, bora yang mendengar ceritanya juga ikut tertawa. “kya.. hyorin-a... apa minho menyatakan cinta kepadamu...?” tanya bora penuh ketertarikan. “heehhh... jangan asal bicara, tidak... kami hanya bicara biasa saja...” jelas hyorin. “hol.. siapa yang tahu...” kata bora, “aku lapar... masaklah sesuatu hyorin...” perintah bora yang langsung menuju ruang tv, dia memainkan ponsel tablet miliknya. “oppa... anyeong...” sapa bora kepada seseorang yang ada dilayar tabletnya. “oppa... makan malam di apartemen kami saja, hyorin akan memasakan masakan yang sangat spesial, datang sekarang juga ya, a.... jangan lupa ajak minho..” perintah bora kepada taemin, mereka berdua sedang video call. “jinjja...? kalau begitu masakan aku dan minho spageti seafood ya, itu makanan favorit kami...” jelas taemin, “benarkah...?” tanya bora, “hmm.. iya, masakan itu ya.. oke...?” pinta taemin, “hmmm... aku tidak menjamin akan enak oppa...” jelas bora, “wae..?” tanya taemin.
***
Ting tong... ting tong... bel berbunyi, hyorin yang medengar bel berbunyi langsung membuka pintu. “o... ada apa kalian kesini...?” tanya hyorin heran saat melihat taemin yang berdiri didepan pintu sambil tersenyum lebar, dan ada minho disampingnya. “hehh... hyorin-a.. setidaknya biarkan kami masuk dulu..” kata taemin yang langsung ngeloyor masuk, “masuklah...” perintah hyorin kepada minho. “ya.. mana makanannya...?” tanya taemin yang sudah berdiri didapur. “makanan apa..?” tanya hyorin bingung, “bukankah kami berdua diundang kesini untuk makan malam...?” tanya minho kepada hyorin, “heh..? aku tidak mengundang kalian...” jelas hyorin, “a.. tadi bora yang menyuruhku untuk datang, bora bilang kau akan memasakan kami spageti seafood, steak, dan membuatkan kami puding buah untuk desertnya..” jelas taemin, mendengar penjelasan taemin, hyorin langsung naik darah “BORAAA........!!!!!” teriak hyorin dengan keras, bora yang sedang tidur dikamarnya terbangun dan langsung keluar dari kamarnya, “wae.. wae.. wae..?” tanyanya sambil menggaruk-garuk kepalanya dengan mata yang masih terpejam. “ehem...” deham minho, menyadari itu suara minho bora membuka matanya, dia hanya menyengir dan langsung kembali kekamarnya untuk mengganti pakaiannya.
“kya... seharusnya kalian telfon aku dulu saat sudah sampai pintu masuk gedung ini... !” protes bora saat keluar dari kamarnya dengan pakaian yang berbeda. “kya... sekarang kita makan apa...? tidak ada makanan yang dibuat wanita ini...” tanya minho sambil menjitaki kepala  hyorin, hyorin hanya menunduk sebal sambil memanyunkan bibirnya. “hyung, kau bantu hyorin masak saja, pasti akan lebih cepat...” usul taemin, “hmm... benar... ayolah minho... bantu hyorin, kaukan tahu bagaimana hyorin...” kata bora, “aku tidak mau masak.. !” tegas hyorin yang masih sebal, “memangnya kau bisa masak huh..?” sindir minho, “hisshh...” hyorin hanya mendesis sebal. “Bora-a...” panggil taemin, bora dan taemin saling berpandangan, taemin mengedip-ngedipkan matanya, memberi isyarat kepada bora. “uhm... minho-ya, hyorin-a... semua bahan makanan sudah aku siapkan, cepatlah masak.. ne..?” perintah bora yang langsung meninggalakan hyorin dan minho, taemin hanya senyum-senyum dan mengikuti bora, mereka langsung menuju ruang tv dan bermain PS.
“hehh.... bora-a... kau akan mati malam ini..” gumam hyorin kesal, “kya..!!” bentak minho yang langsung melempar apron kewajah hyorin, “hisshh... minho-a.. kenapa kau melempar ini...?” tanya hyorin kesal, “jangan banyak tanya, cepat pakai dan bantu aku...!” tegas minho, hyorin langsung memakainya. “baiklah... aku sudah siap, apa yang harus aku lakukan...?” tanya hyorin, tapi minho sedang sibuk mengupas udang, “hmmm... kalau begitu aku akan memotong bawang putih saja..” putus hyorin, dia langsung mengambil pisau berwarna pink miliknya, dan tanpa ragu langsung mengiris bawang putih yang seharusnya dicincang.
“kya.. apa yang kau lakukan..?” tanya minho curiga saat melihat hyorin sedang asyik, “hmm...?” hyorin membalikan wajahnya kearah minho, “aku sedang memotong bawang putih...” jelasnya, minho langsung maju melihat bawang putih hasil potongan hyorin, melihatnya minho hanya menggelengkan kepalanya, “heisshh...” minho langsung merebut pisau ditangan hyorin, “apa kau benar-benar bodoh..? aku dengar IQ mu diatas rata-rata...” tanya minho, “tentu saja, aku selalu mendapat rangking...” sombong hyorin, “lalu kenapa kau tidak bisa membedakan mengiris dan memotong...?” sindir minho, “kya.. apa bedanya mengiris dan memotong...? itu sama saja...” bela hyorin, “bawang putih ini seharusnya dicincang bukan diiris atau dipotong, dasar bodoh...” kata minho sambil mencincang bawang putih yang masih utuh. “lalu apa yang harus aku kerjakan...?” tanya hyorin, “kau..!” tegas minho sambil menunjuk hyorin dengan pisau, “duduk..! diam...! perhatikan...!!” tegasnya lagi. “baiklah...” hyorin menurut dan duduk, “sudah tahu aku tidak bisa memasak, masih saja menyuruhku memasak..” gumam hyorin, “minho-ya... apa kau selalu masak sendiri...?” tanya hyorin, tapi minho diam tidak menjawab, “minho-ya... sudah berapa lama kau berteman dengan taemin...?” tanya hyorin lagi, “sejak kecil...” jawab minho singkat, “apa taemin orang baik-baik...?” tanya hyorin lagi, “hmm...” jawab minho yang berarti iya, “tapi kenapa aku kurang yakin ya...” kata hyorin, “minho-ya... apa kau yakin taemin masih menyukai bora..?” tanya hyorin lagi, “hmm” jawab minho, “apa rencana kita akan berhasil...?” tanya hyorin lagi, “hmm..” jawab minho, “minho-ya... apa yang kau masukan kedalam panci itu..?” tanya hyorin, “itu pasta, apa kau tidak tahu bentuk pasta saat masih mentah...?” minho balik bertanya, “ani (tidak)... aku hanya tahu bentuknya saat sudah matang.. hehe...” jelas hyorin sambil menyengir, “minho-ya... kenapa tidak pakai saus tomat...?” tanya hyorin lagi, minho berhenti mengaduk pasta yang sedang direbus dan mendekatkan wajahnya ke hyorin yang duduk di bar dapur, “hyorin-ya.... apa kau bisa berhenti bertanya...?” tanyanya sambil memelototi hyorin, “ne..” jawab hyorin lembut, “dari pada kau terus bertanya, leih baik kau pergi membeli beberapa makanan penutup, tidak ada waktu untuk membuatnya.. bagaimana...?” tawar minho, “baiklah...” jawab hyorin sedikit sebal, hyorin langsung mencopot apronnya, “cepat kembali...!” perintah minho, hyorin yang mendengarnya langsung berjalan kembali mendekati minho, “hehhh... kau terpesona denganku ya...?” tanya hyorin yang mengejutkan minho, “ani... kenapa aku  harus terpesona denganmu..?” kata minho dengan sedikit salah tingkah, “ hehh... koljiman (bohong)....” kata hyorin, minho langsung kembali memasak, “oppa...” goda hyorin dengan nada manja, yang sentak membuat minho tersedak, “hahaha....” hyorin malah tertawa meihat minho tersedak, “oke... aku akan cepat pulang.. kitaryo (tunggu aku) oppa....!!” kata hyorin sambil mengedipkan mata kanannya, saat hyorin sudah pergi barulah minho tersenyum-senyum, wajahnya juga berubah menjadi kemerahan.
“oppa..?” tanya minho kepada diri sendiri, “sedikit menyenangkan dipanggil seperti itu...” tambahnya sambil asyik memasak pasta seafood favoritnya. “oppa dugu...?” tanya taemin yang membuat minho terkejut, minho membalikan badannya dan ternyata taemin dan bora sudah duduk di bar dapur sambil melihati minho aneh, “oppa dugu..? mwo (apa)...??” balik tanya minho kepada taemin dengan tingkah sedikit canggung, “berhenti melihatku seperti itu...!” perintah minho, “hehh... minho-ya... kalau kau terus menyenbunyikan perasaanmu seperti itu, hyorin tidak akan menjadi milikmu, dasar bodoh... apa sulitnya bilang kau mencintainya...” kata bora, “diamlah...” tegas minho. sarang... srang... sarang... kata-kata itu terus bermuculan dikepala minho, dia terus tersenyum mengingat hyorin memanggilnya oppa.
“aku pulang.....” teriak hyorin saat masuk, “o... kau sudah pulang, cepat siapkan makanan itu di meja...!” perintah minho datar, “ne..!” jawab hyorin yang langsung menyiapkan makanan penutup di meja makan. “ayo makan...” ajak minho, taemin dan borapun langsung menuju meja makan yang hanya berjarak satu meter dari tempat mereka duduk.
“hmmm..... hyung... spageti seafood buatanmu memang yang paling enak, benarkan...?” tanya taemin kepada bora dan hyorin, “hmm... maja... ini enak sekali...” puji hyorin yang asyik memakan spageti di piringnya, “minho-ya... kau harus sering-sering membuatkan kami ini...” perintah bora.
“aku sudah selesai makan, kau dan taemin yang mencuci piring...” perintah minho, “hehh... kenapa kami, kan kalian yang masak...” protes bora, “justru karena kami yang masak, maka tugas kalian mencuci piring... tidak ada tawaran lagi...!” tegas minho, taemin dan bora hanya menghela nafas kesal
hyorin berada dalam kebosanannya dengan televisi dihadapannya dan dengan minho yang tidak menghiraukannya, “kyaahhh... kenapa mereka bermain-main seperti itu..?” gumam hyorin yang sedang duduk diruang tengah bersama minho yang sedang mempelajari skrip untuk syuting selanjutnya. “siapa yang bermain...?” tanya minho yang ternyata mendengar gumaman hyorin, “a.. itu.. lihatlah...! taemin dan bora bermain busa dari sabun pencuci piring...” jelas hyorin, minho melihat taemin dan bora yang benar-benar sangat dekat tanpa ada rasa canggung sama sekali, hal yang selalu ingin minho dapatkan. “wae (kenapa)...? kau ingin bergabung dengan mereka..?” tanya minho datar, “ah.. benarkah boleh...?” tanya hyorin antusias, tapi dahinya malah kena sentil dari minho, “tentu saja tidak...!” tegas minho, “hisshh... jangan menyentilku,,, ! !” teriak hyorin kepada minho, lagi-lagi mereka berdua malah bertengkar.
***
“hyorin-a... minggu depan audisi untuk festival, bagaimana..?” tanya bora, “molla... aku juga tidak tahu harus menampilkan yang mana...” jawab hyorin, “kalian akan ikut serta dalam festival...?” tanya minho, “ne.. kami ingin menampilkan bakat kami berdua dalam bernyanyi dan juga menari..” jelas hyorin, “kami akan bantu...” kata taemin dengan penuh semangat, “benarkan hyung...?” tanya taemin kepada minho, minho hanya mengangguk, “hmmm... baiklah... kalau begitu besok pukul 2 diruang latihan..” jelas bora, “oke..” jawab taemin.
“kami datang...” teriak hyorin dan bora saat masuk keruang practice, “kya... seharusnya kalian minta maaf membuat kami menunggu begitu lama...” protes minho, “kya.. ! minho-ya... laki-laki itu memang harus dibuat menunggu...” kata hyorin dengan nada sinis, “hishhh...” minho hanya memandang hyorin sinis, perang dingin diantara mereka belum selesai.
“lagu apa yang akan kalian tampilkan...?” tanya taemin yang sudah siap dengan handicam didepannya, “aku dan hyorin sudah memilih lagu yang terbaik...” jelas bora, “cepat mulai...” tegas minho, hyorin dan bora langsung bersiap-siap untuk lagu pertama, taemin juga sudah siap dengan handicamnya, lagu pertma yang mereka mainkan adalah “Push Push” milik girland favorit mereka yaitu SISTAR, “STOOPP.... ! ! !” teriak taemin dan minho bersamaan, melihat permulaannya minho dan taemin langsung menolak. Lagu kedua masih milik SISTAR yaitu “No Mercy” baru sampai ditengah-tengah musik diganti oleh minho, lagu selanjutnya adalah so cool, tapi nasib lagu ini sama saja seperti lagu no mercy, lagu terus diganti mulai dari alone, shady girl, sampai Ma Boy. “kya...! kenapa kalian terus mengganti lagunnya...?” protes bora, “ dance kalian yang jelek...” komentar minho, “benarkan taemin..?” tanya minho kepada taemin, taemin hanya mengangguk. “kalau begitu biar aku yang memilih lagunya...!” tegas hyorin, “baiklah...” minho mengalah dan memberikan remote tape.
“bora-ya... bagaimana kalau GNAAL...? bisik hyorin kepada bora, “maja... itu gerakan terbaru kita....” kata bora, hyorin dan borapun langsung menarik meja kaca yang memang ada di ruangan itu, “apa yang kalian lakukan...?” tanya taemin bingung, “cepat bantu kami... palli.. palli...” perintah bora, taemin membantu mereka. “oke.. ini lagu terbaru kita berdua... judulnya Gone Not Around Any Longer... ini pilihan lagu yang terakhir..!” tegas hyorin, “maja (benar)... jadi nilai gerakan kami dengan baik..!” tegas Bora, musikpun mulai, dan dance mereka dimulai, taemin dan minho hanya terpaku melihat mereka berdua, taemin dan minho hanya bisa menelan ludah dan mata mereka yang tidak bisa berhenti memandang hyorin dan Bora sampai lagu selesai. “eotte (bagaimana)...?” tanya hyorin, tapi minho dan taemin masih speechless, “kalau kalain berdua diam saja, itu berarti setuju, oke... kita akan menampilkan ini untuk festival besok..” tegas bora, “ANDWAE....!!!!” teriak taemin dan minho bersamaan, “a.. wae...???” protes hyorin, “kya... itu sangat kami larang...” jelas taemin, “hehh... bagaimana bisa...? tidak mau.. ini sudah lagu terakhir...” protes hyorin. “kya... penampilan kalian dengan lagu ini benar-benar bagus, aku sangat menyukainya, tapi... kalian tidak boleh menampilkan lagu ini didepan orang lain selain aku...!” rengek taemin yang sangat amat kekanak-kanakan. “ehem...” deham minho, “aa.. maksudku... selain kami berdua...” taemin membenarkan ucapannya. “lebih baik tidak usah tampil...!” tegas minho, hyorin dan bora hanya kesal dan meninggalkan mereka berdua dengan emosi.
***
jam makan malam, mereka berempat makan malam bersama disalah satu restauran dekat lokasi syuting minho, “o... ada e-mail...” sentak hyorin saat menerima e-mail, “dugu..?” tanya taemin, “hmm... cinta pertamaku..” jawab hyorin dengan senyum, minho yang sedang makan langsung berhenti makan. hyorin membuka e-mail itu.
cc :
subject : i miss you hyorin...
“ne..?” sentak hyorin kaget saat membaca subject, minho yang duduk disebelahnya memundurkan kursinya sedikit agar bisa ikut membaca. hyorin melanjutkan membaca
hyorin... oppa.. sangat merindukanmu, oppa sudah dirumah sekarang, oppa ingin mengaku kepadamu kalau oppa sudah tidak memiliki hubungan apa-apa dengan victoria, sudah satu tahun yang lalu kami putus, apa kau masih menungguku...? maaf membuatmu menunggu lama, aku sadar seharusnya dari dulu aku memilihmu. kalau kau mau menjadi pacarku datanglah ke ice skating rink grand hyatt hotel jam 8, aku tunggu kau disana...
minho yang membacanya langsung kehilangan selera makan, “yah.. sekarang sudah jam 7...” kata hyorin saat melihat jam ditangannya, hyorin langsung mempercepat makannya. “aku sudah selesai... “ kata minho yang langsung pergi, “yachh.. ada apa dengannya...? tanya bora, “molla...” jawab taemin, “hyorin... kau dapat e-mail dari siapa..?” tanya bora, “kyuhyun oppa...” jawab hyorin dengan senyum diwajahnya, taemin langsung mengambil ipad yang hyorin letakan dimeja dan membacanya. “bora.. aku pergi dulu, aku akan pulang naik taxi... kau pulang duluan saja..” kata hyorin yang langsung berjalan pergi meninggalkan bora dan taemin, selepas hyorin pergi, bora dan taemin langsung menyusul minho.
“minho-ya... minho-ya...” teriak bora, “mwoya (apa)...?” tanya minho, “kya... aku yakin kau sudah tahu... kenapa kau diam saja...?” tanya taemin dengan nada yang tinggi, “apa yang harus aku lakukan...?” tanya minho dengan nada yang menyepelekan sambil membaca script, “kejar bora sekarang... bilang kau mencintainya.. atau kau diam disini dan kehilangan wanita yang kau cintai selama bertahun-tahun lamanya...” kata taemin dengan tegas, “hyorin juga mencintai kyu hyung bertahun-tahun lamanya...” kata minho, “hmm... sarang... sarang... sarang... itu hanya merepotkan.. benarkan taemin...?” tanya minho kepada taemin, “ani (tidak)...  aku tidak mencintai jessica noona, tapi terperangkap dengannya... cinta tidak merepotkan... cinta hanya butuh perjuangan... cepat kejar hyorin sekarang, hyungku tidak pernah main-main dengan kata-katanya...” tegas taemin lagi,  minho sadar karena perkataan taemin, minho langsung berlari mengejar hyorin, tapi dia terlambat... bus yang dinaiki hyorin sudah jauh.
***
“ehem...” deham seseorang, kyuhyun yang sedang melihat pemandangan han river membalikan tubuhnya. “HYUUNGGG............!!!!!!!!” teriak taemin sambil melucur diatas ice dengan sepatu skat-nya dan memeluk kyuhyun.
“kya...! kenapa kau yang datang...?!” protes kyuhyun, tapi taemin terus memeluknya, “hyung.... hyung... hyung....” rengek taemin.
“yeobuseyeo (hallo)...” jawab  bora ditelfon, “ne..?” kata bora tidak percaya mendengar apa yang dia dengar, bora yang belum lama sampai diapartemen, langsung mengambil tasnya dan pergi kerumah sakit.
“yeobuseyeo... minho-ya... cepat kerumah sakit, tadi ada seseorang yang menelfonku, dia bilang terjadi kecelakaan.. dan sekarang hyorin ada dirumah sakit... aku khawatir dengan hyorin...” jelas bora dengan nada suara yang bergetar karena ketakutan, tanpa berpikir lama lagi, minho langsung berlari kerumah sakit.
minho sampai lebih dulu, dia langsung berlari ke ruang IGD, “HYORIN-a... hyorin-a... hyorin...” panggil minho sambil terus memeriksa semua tempat tidur yang ada diruangan itu, tapi nada suaranya menghilang saat melihat seseorang yang sudah meninggal, minho yakin dia adalah hyorin karena semua tempat tidur sudah dia cek dan tidak ada hyorin, minho baru mau membuka selimut yang menutupi tubuh itu untuk memastikan, tapi perawat langsung memindahkan mayat itu, minho keluar dari ruangan itu dengan penuh putus asa. “Minho-ya...” panggil Bora... 

Minggu, 05 Mei 2013

Dream Girl part 3


Part 3
Jantung yang berdegup cepat....

“hyorin-a... ayo kita ke lokasi syuting minho......” rengek bora, “ aku ingin melihatnya berakting...” tambahnya. “yaa... bora-a... kaukan tahu dia tidak suka kita berdua datang saat dia sedang bekerja, dia juga tidak begitu menyukaiku... aku tidak mau...” tegas hyorin. “hehhh.... kau tahu dari mana dia tidak menyukaimu..?” tanya bora. “kita latihan dance saja... ayo... sebentar lagi akan ada festival, bagaimana kalau kita tampil...?” usul hyorin. “hmm... boleh juga...” kata bora yang ikut tertarik denga ide hyorin. “kalau begitu... ayo kita latihan...” kata hyorin sambil menarik tangan bora menuju ruang latihan mereka.
“HYORIN-A.....!!!” panggil seseorang dari belakang, hyorin dan bora berhenti dari langkah mereka dan berbalik, mencari-cari siapa yang memanggil hyorin, sampai akhirnya mereka menemukan seorang laki-laki terus melambaikan tangannya. “good morning...” sapa taemin. “o.. good morning...” jawab hyorin dengan wajah datar. “anyeong hasseyeo...” sapa bora dengan wajah ceria kepada laki-laki itu. “anyeong...” sapa taemin, yang langsung menarik tangan bora untuk bersalaman. “hyorin-a... siapa dia...?” bisik bora kepada hyorin. “aku tidak tahu...” jawab hyorin. “kalian mau kemana...?” tanya taemin. “kami ingin latihan....” jawab bora. “aku boleh ikut...?” tanya taemin yang bersemangat. “hmm... tentu saja...” jawab bora yang juga bersemangat, hyorin yang agak krang setuju hanya melirik bora dengan matanya. “hehe... ayolah... aku rasa leih baik kalau ada yang menilai gerakan kita...” jelas ora kepada hyorin. “ayo...” ajak taemin yang langsung menarik tangan kedua wanita itu.
“cepat mulai... aku akan menilai dengan sangat amat baik.... cepat.... cepat....” kata taemin sambil duduk dengan wajah yang benar-benar ceria. “taemin... ini lagu yang kami ciptakan, kami juga yang akan bernyanyi, dan kami juga yang menari...” jelas bora. “benarkah...?” tanya taemin dengan antusias. “hmm... judulnya ma boy...” jelas bora. “bora-a... bagaimana kalau kita gunakan lagu yang ini untuk tampil di festival...?” usul hyorin. “maja... pasti kita akan dapat poin tambahan karena semuanya kita yang ciptakan, yaa.... biarpun ada bantuan min ha oppa dalam composser...” kata bora. “cepatlah mulai... aku sudah menunggu dari tadi...” protes taemin. “baiklah...” kata hyorin yang langsung memutar musik. Mereka mulai menari, taemin hanya tercengang melihat mereka berdua menari sampai lagu berakhir. Saat lagu berakhir bora dan hyorin langsung high five karena akhirnya gerakan mereka sempurna. “taemin oppa... bagaimana...?” tanya bora, tapi taemin masih bengong menatap mereka berdua. “kya....!!!” bentak hyorin yang menyadarkan taemin. “ah... mian... bagus, sangat bagus... terutama dari sudut pandang laki-laki, apa kalian akan melakukan gerakan meliuk-liuk itu...?” tanya taemin. “gerakan yang mana...?” tanya hyorin. “yang itu... meliuk-liuk saat reff...” jelas taemin sambil mempraktekan gerakan itu. “hahaha.....” hyorin dan bora malah tertawa melihat taemin mempragakan gerakan itu. “kya... kenapa kalian malah tertawa...?” tanya taemin. “haha... oppa... memangnya kenapa...?” tanya hyorin sambil tertawa. “heehhh.... kalian akan menarik perhatian banyak laki-laki....” jelas taemin, “andwae... jangan lagu itu...” protes taemmin. Hyorin hanya memanyunkan mulutnya, “kya.... memangnya kenapa dengan lagu ini...??” tanya hyorin sinis. “haahhh.... sulit untuk di jelaskan, sudahlah.... aku lapar... ayo kita keluar untuk membeli makan, aku yang teraktir...” jawab taemin yang langsung menarik tangan kedua wanita itu lagi menuju canteen universitas.
“ya... taemin-a... kau di departemen apa...?” tanya bora, tapi taemin sedang asyik memakan ramyeon-nya. “heehhhh.... dia benar-benar...” protes hyorin yang geregetan dengan sikap taemin. “cangkamaniyo.... aku akan mengenalkan kalian dengan hyeongku....” kata taemin yang langsung mengambil ponselnya dan menelfon seseorang. “HYEONG.....! ! ! ! palliwa.... aku ada di canteen, palli... palli... aku kenalkan kau dengan wanita cantik... palli.. ! ! !” taemin begitu semangat berbicara dengan orang ditelfonnya. “dugu..?” tanya hyorin penasaran. “ahh... hyeongku.... tunggu saja, dia orang yang cukup terkenal di korea...” jawab taemin penuh antusias dan penuh senyum di wajahnya. “o... itu dia datang....” kata taemin saat melihat hyeongnya datang dari arah belakang tempat hyorin dan bora duduk. “kalian pasti terpesona dengannya.... biarpun masih tampan aku dibanding dia, wanita pasti langsung meleleh kalau ditatap oleh dia...” jelas taemin sambil terus melambai-lambaikan tangannya. “hyeong... mereka temanku... cantik-cantik kan...?” tanya taemin kepada hyeongnya, saat bora dan hyorin berbalik..... “HAHAHAHA........” mereka berdua malah tertawa terbahak-bahak karena ternyata hyeong yang dimaksud oleh taemin adalah minho. “wae...?” tanya taemin bingung, minho langsung berjalan kesampin taemin dan duduk disebelahnya. “hahaha.... oppa.... kami bahkan bukan hanya meleleh saat bertatapan dengan matanya...” kata hyorin sambil terus tertawa, minho hanya menatap hyorin dingin. “benarkan... kalian bahkan bukan hanya meleleh saat bertatapan dengan mata hyeongku, lalu apa lagi kalau bukan hanya meleleh....?” tanya taemin penasaran, bora dan hyorin saling berpandangan, seakan mereka memiliki fikiran yang sama dan bisa erkomunikasi hanya lewat tatapan tanpa berbicara. “membunuhnya.... hahahaha” jawa hyorin dan bora berbarengan sambil terus tertawa. “kya.... ! ! ! sudah cukup tertawanya...” protes minho. “apa kalian sudah saling kenal...?” tanya taemin. “hmm... ne... kami kenal satu sama lain...” jawab hyorin. “minho temanku sejak sma...” jelas bora. “jadi kalian bertiga sudah berteman sejak sma...??” tanya taemin yang tidak percaya. “ah... ani... hanya bora yang berteman dengan minho sejak sma, kalau aku... ya... kami mengenal satu sama lain... tapi baru berteman belum lama ini....” jelas hyorin. “wae...? kenapa baru kemarin-kemarin kalian berdua berteman...?” tanya taemin penasaran. “itu karena mereka berdua sangat merepotkan...” jelas minho sambil menatap taemin. “haha.... hyeong... kau benar-benar curang... kau bahkan sudah kenal dengan wanita yang akan aku ajak kencan... benar-benar menyebalkan....” protes taemin kepada minho sambil tertawa kecil. “eee...?? mwo...?? yang akan kau ajak kencan...??” tanya bora tercengang. “jangan dengarkan dia, dia memang sering asal kalau bicara...” jelas minho. “hmm... minho-a... tapi bukankah kau anak tunggal...?” tanya hyorin yang penasaran dengan hubungan minho dengan taemin. “hmm...” minho menganggukan kepala. “kami berteman sejak kecil, benarkan hyeong...?” kata taemin sambil melihat minho. “hmm....” jawab minho. “kenapa kau memanggil minho hyeong...?” tanya bora. “karena dia sama saja seperti hyeongku, selalu sibuk dan menjadi pusat perhatian wanita, lagi pula tampangnya sangat cocok aku panggil  hyeong...” jelas taemin. “haha... majayo... haha...” hyorin sangat senang minho diejek, “haha... benar-benar....” bora ikut-ikuta tertawa, minho yang merasa kesal langsung menjitak kepala dua orang wanita itu. “aa...” keluh hyorin dan bora yang langsung diam. “aaa.... bora.. hyorin... ayo ikut aku...” ajak taemin, “hyeong.... tolong bayarkan makanan kami okay...??” teriak taemin sambil berjalan meninggalkan minho yang masih duduk, minho hanya menghela nafas, “hee... aku bahkan belum memesan apapun...” protes minho lirih.
“kita mau kemana...?” tanya hyorin. “ke gedung pertunjukan...” jawab taemin sambil tersenyum, bora terus tersenyum melihat taemin. “ja... kalian duduklah di kursi penonton...” perintah taemin yang langsung meningalkan hyorin dan bora menuju belakang panggung. “ehem.. ehem...” taemin erdeham. “para  hadirin, konser terhebat sepanjang sejarah akan terukir digedung ini dalam hitungan detik.... mari kita sambut penyenyi legendaris kita... TAEMIN......” ucap taemin dengan lantang layaknya mc sebuah acara, taemin langsung tegap menuju ketengah panggung, “ehem...”dia berdeham lagi, bora dan hyorin menonton dia dengan baik. “anyeong....” sapanya sambil melambaikan tangan. “terimakasih sudah mau datang menonton konser besarku ini, gamsamnida...” ucapnya sambil tersenyum manis, “baiklah.... karena ini konser spesial, akan sya beri kesempatan 2 orang fans maju menemaniku diatas panggung yang spesial ini...” katanya, “hmmm.....” taemin mulai mencari-cari keseluruh ruangan, berakting sekan-akan ruangan ini penuh dengan fansnya. “o.. 2 orang nona yang duduk didepan...” tunjuknya kepada Bora dan Hyorin.”yaayyy.....” sorak bora kegirangan yang langsung menarik hyorin keatas panggung. “anyeong haseyeo... boleh aku tahu siapa nama kalian berdua..??” tanya taemin. “o... nama saya Hyorin..” kenal hyorin, “nama saya Bora...” kenal bora, mereka berdua ikut berakting, minho yang baru datang langsung duduk di bangku penonton barisan tengah. “sudah berapa lama kalian menjadi fansku...?” tanya taemin, bora dan hyorin hanya bertatapan dan menahan tawa satu sama lain “beberapa detik yang lalu...” jawab mereka sambil tertawa kecil, wajah taemin langsung berubah asam, “aku anggap itu beberapa tahun yang lalu...!” tegas taemin, minho yang melihat hanya tersenyum. “baiklah... apa kalian bisa menari...?” tanya taemin. “tentu saja kami bisa...” jawab hyorin, “oke kalau begitu kalian akan menjadi back dancerku, langsung saja... kita mulai musiknya...!” kata taemin yang langsung memutar musik di ponselnya yang sudah disambungkan ke speaker. “hahahaha......” hyorin dan bora tertawa, musik yang taemin putar adalah milik wonder girls yang berjudul be my baby, belum lagi taemin yang langsung memakai wig rambut yang panjang dan lurus. “hahaha.....” hyorin terus tertawa dengan tawanya yang khas itu, “cepatlah, aku akan menjadi sohee...” kata taemin sambil mengikuti gaya sohee, “kalau kau sohee aku akan menjadi sunye..” kata bora, mereka ertiga mulai menari dan hyorin terus tertawa melihat taemin tak henti-henti. “hyorin seriuslah...!” omel taemin, “hahaha... oppa... aku sudah serius... tapi aku tidak bisa berhenti tertawa...”  jelas hyorin sambil terus tertawa sampai musik berhenti, minho yang menonton juga ikut tertawa walaupun dia menyembunyikan tawanya itu, ya... dia hanya tertawa kecil sambil menutupi mulutnya itu.
“hah... sudah-sudah... hyorin hanya merusak saja...” protes taemin, “mian oppa....” kata hyorin sambil tertawa kecil. “oke.. so... minho-sshi..? be my babby...?” tanya taemin dengan nada genit, minho hanya melotot tanpa berkata apa-apa, “arasso... aku hanya bercanda hyeong...” kata taemin putus asa. “nona hyorin, bukankah anda juga seorang penyanyi..? bagaimana kalau bernyanyi untuk biasmu ini..?” pinta taemin kepada hyorin, “ah.. maja... akau akan bermain piano untukmu...” kata bora yang langsung menuju grand piano yang terletak di bagian kanan panggung. “oke... bora-a, kau bisakan memainkan lagu saying i love you yang dinyanyikan soo you sistar...?” tanya hyorin, “hm... aku bisa...” jawab bora, “oke... mainkan itu untukku...” perintah hyorin, bora memainkan piano, dan hyorin bernyanyi dengan sangat baik, minho yang baru pertama kali mendengar suara hyorin terdiam memandang hyorin penuh arti, 2 orang wanita yang sangat menyusahkan dia, ternyata saat mereka bersama akan lebih baik, minho menatap hyorin sangat dalam sampai hyorin menyelesaikan nyanyiannya, hyorin juga melihat minho, memandang minho dengan senyuman dibibirnya, minho ikut tersenyum melihat hyorin tersenyum, hyorin merasakan ada yang aneh dengan debar jantungnya, “kenapa degup jantungku begitu cepat..?” tanya hyorin kepada diri sendiri sambil merasakan debar jantungnya dengan menaruh tangannya di dada kirinya. “huwaahhh... hyorin-a... suaramu... aku sangat menyukainya...” puji taemin, “kya... kau belum tahu saja kemampuan rap ku...” sombong bora, “itu tidak penting...” jawab taemin, “hisshhh...” desis bora sambil mencubit tangan taemin.
“oppa.... kenapa kau tidak menunjukan suaramu kepada kami..?” usul Bora, “ah... maja, aku juga ingin mendengarmu bernyanyi...” tambah hyorin. “aiklah... karena yang meminta kalian erdua, akan aku turuti... cepat kembali duduk...” perintah taemin, bora dan hyorin langsung kembali duduk di kursi penonton.
“a.. a..” taemin mengecek mic yang dia pegang, “lagu ini khusus untuk kalian berdua baby...” kata taemin sambil mengedipkan matanya karah hyori dan bora, bora dan hyorin hanya bertepuk tangan sambil bersorak, sedangkan minho malah memasng wajah asamnya itu. “noona neomu yeopo....” nyanyi taemin pelan untuk membuka perfomnya, “AAHHHH.....! ! ! TAEMIN-A.... ! ! !” bora dan hyorin berteriak mendengarnya bernyanyi, “kya... kalian terlalu berlebihan... ! suara kalian bisa merusak telingaku... ! !” protes minho, tapi bora dan hyorin tidak menghiraukannya.
“oppa.... suaramu benar-benar bagus, aku suka...” puji hyorin kepada taemin, “huwah... kalian pasti benar-benar terpesona denganku...” kata taemin dengan penuh percaya diri, “kya... jangan terlalu percaya diri.. !” tegas minho yang berjalan tept disampin hyorin. “heehh..... minho-a, kau hanya cemburu saja...” ledek bora, “apa yang harus aku cemburui huh..?” tanya minho, “yeojaneun... (seorang perempuan)” jawab bora penuh rencana licik yang tersirat di matanya, mendengar jawaban itu minho langsung menarik tangan bora dan berjalan didepan taemin dan hyorin, “okay... bora-a, kau ingin makan steak..? oke... kita makan steak... aku yang teraktir... !” kata minho dengan suara yang cukup keras, tapi wajahnya menunjukan dia sebal dengan bora, “OKE... ! MINHO OPPA... SARANGHAE... ! ! ! hahaha....” teriak Bora sambil tertawa bahagia. “hehh... ada apa dengannya..?” kata hyorin bingung, “sepertinya itu adalah tindakan pencegahan...” jawab taemin, “ne..?”(apa) tanya hyorin tidak mengerti, “ani... ayo percepat jalanmu, jangan sampai hyung merubah pikirannya... !” tegas taemin yang langsung menarik tangan hyorin dan berjalan dengan cepat mendahului bora dan minho, “hish... ! bocah itu.. ! !” gumam minho sebal.
***
“aku ke toilet dulu, kalian tunggu diluar saja...” ijin hyorin yang langsung pergi, “hmm.. aku jga mau ke toilet...” kata taemin yang juga langsung pergi ke toilet, “aku akan ke kasir, bora-a... kau tunggu saja didepan restauran, tunggu taemin dan hyorin, biar aku yang mengambil mobil...” jelas minho, “baiklah...” kata bora menurut.
Sesuai seperti yang dikatakan minho, bora berjalan keluar restauran dan menunggu didepan restauran, berdiri menunggu 2 orang yang sedang ada di toilet yang seakan-akan mereka berdua pergi etoilet dirumah mereka, benar-benar lama.
“o... bukankah kau bora...?” tanya seseorang, dan saat bora melihat orang itu, ternyata dia adalah jessica jung. “huh... dia menyedihkan sekali yagiya(sayang)..” katanya kepada seorang pria yang ada disampingnya, yang bukan lain adalah doo joon.
“kau yang lebih menyedihkan...” tegas bora kepada perempuan itu. “MWO...?!!” bentak jessica, “kya... bercerminlah.... kau itu seorang fan yang sangat menyedihkan, beraninya kau mengaku-aku sebagai kekasih doo joon selama ini, sadarlah... kau itu bukan siapa-siapa... !” tegas jessica, kata-kata itu benar-benar membuat bora tambah muak dengan mereka berdua, “kau yang seharusnya sadar, kau begitu bodoh diperdya laki-laki yang kau panggil sayang itu, cih... wajahnya saja memuakan.. !” balas Bora, “KYA... ! beraninya kau... !” kata doo joon dengan nada tinggi dengan tangan yang melayang siap menampar pipi Bora, Bora hanya bisa menutup matanya tanpa menghindar, tapi doo joon gagal karena ada seseorang menahan tangannya itu, “duguya...?” tanya seorang laki-laki kepada doo joon, “yeobo (istriku)... kenapa dia ingin menamparmu...?” tanya laki-laki itu kepada bora, Bora membuka matanya dan menatap orang itu tidak percaya....

Sabtu, 27 April 2013

Dream Girl Part 2


Part 2
Cinta pertama, cinta sepihak, penghianatan...

Hyorin menyukai kyuhyun sejak masih SMA, bahkan sejak Hyorin duduk dikelas satu SMA dan Kyu Hyun dikelas 3 , Hyorin mengenal Kyu Hyun karena Bora, pertama kali Hyorin bertemu dengan Kyu Hyun adalah saat pesta ulang tahun Bora, bisa dikatakan Hyorin jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Kyu Hyun. Walaupun mereka berbeda sekolah, Hyorin tidak pernah menyerah untuk bisa dekat dengan orang yang dia sukai itu, setiap pulang sekolah dia sudah menunggu didepan gerbang sekolah Kyu sambil membawa surat cintanya untuk Kyu, bahkan saat Kyu ulang tahun Hyorin rela belajar membuat cake dan semalaman membuat cake untuk ulang tahun Kyu, tapi cake yang berhasil dia buat hanya 2 buah Cup Cake, sisanya gagal total, itupun sudah yang terbaik dan Cup Cake terburuk yang pernah Bora lihat, beruntung Kyu menyukainya dan memakannya langsung didepan Hyorin, wlaupun raut wajahnya tidak menunjukan dia menikmati Cup Cake itu, tapi Kyu sangat senang dibuatkan Cup Cake oleh Hyorin. Hyorin berhasil kenal dekat dengan Kyu karena bantuan Bora sahabatnya sejak kecil, yang satu sekolah dengan Kyu. Mereka menjadi teman, Kyu selalu menerima dengan senang surat-surat Hyorin, tapi dia tidak pernah membalas surat Hyorin, bahkan membacanyapun tidak, tetapi selalu disimpan rapih oleh Kyu. Bagi Kyuhyun, Hyorin hanyalah gadis kecil yang menyukainya sebagai idola saja, dan Kyu juga menyukai Hyorin dan Bora layaknya adiknya sendiri, itu karena Kyu tidak memiliki adik perempuan. Kyuhyun sudah terkenal sejak SMA, bukan hanya karena dia aktif dalam berbagai kegiatan, tapi Kyu juga sudah sering membintangi beberapa drama tv dan juga iklan. Dekat dengan seorang bias merupakan hal yang sangat sulit untuk fans manapun, tapi Hyorin tidak pernah menganggap Kyuhyun sebagai biasnya, itu karena Hyorin benar-benar mencintai kyuhyun sebagai cinta pertamanya.
Kyu sering bercerita tentang fans wanitanya yang sangat mendukungnya dan selalu memberinya semangat, menceritakan semua hal kepada hyorin, termasuk wanita seperti apa yang dia suka. Saat Kyu lulus dari SMA, Hyorin datang ke acara pelepasan kyuhyun dengan berdandan seperti wanita ideal yang Kyu ceritakan, dia mengenakan dress cantik berwarna cerah, dan mengurai rambutnya yang sepanjang punggung dengan sedikit curly dibagian ujung rambut panjangnya itu sambil membawa sebucket bunga kesukaan Kyu.
“Oppa....” panggil Hyorin sambil melambaikan tangannya kepada Kyu yang sedang bersama teman-temannya, Kyuhyun yang melihat Hyorin datang, langsung datang mendekati Hyorin yang sedang berdiri dibawah pohon sakura yang berada dihalaman sekolah Kyu, Hyorin sangat senang dan terus tersenyum karena laki-laki yang dia cintai menghampirinya. “Oppa... cukhae (selamat)....” ucap Hyorin kepada Kyu sambil memberikan bucket bunga kepada Kyu.
“a... gomawo, yaaa... kau terlihat cantik, tidak seperti kau biasanya...” puji Kyu kepada Hyorin, memang penampilan Hyorin berbeda, karena biasanya dia selalu menguncir rambutnya tanpa memperhatikan penampilannya.
“haha... jinjja oppa...?” tanya hyorin malu-malu karena dipuji oleh Kyu, pipinya sedikit merona sekarang.
“ne....” jawab Kyu sambil tersenyum manis kepada Hyorin.
“hemm... Oppa, kau benar-benar hebat, kau bahkan mendapatkan peringkat pertama paralel, bukan peringkat pertama di kelas seperti yang kau janjikan kepada ayahmu untuk mendapatkan motor sport impianmu...” puji Hyorin kagum.
“haha... Hyorin-a, asalkan kau bersungguh-sungguh untuk mendapatkan sesuatu yang kau impikan, kau bahkan bisa mendapatkan lebih dari yang kau bayangkan, jadi jangan pernah putus asa untuk menjadi penyanyi internasional, oke..?” kata Kyu panjang lebar. Tapi aku sudah berusaha keras untuk mendapatkanmu oppa, dan belum berhasil kata Hyorin didalam hati, “hmmm... “ Hyorin hanya tersenyum manis, “oppa... itu dari siapa...?” tanya Hyorin saat melihat sehelai mawar merah di tangan kiri Kyu.
“aahh... ini untuk seseorang, bukan dari seseorang...” jawab Kyu sambil memandangi mawar merah di tangannya dengan wajah yang penuh kebahagiaan.
“jinjja...? wahh... aku penasaran untuk siapa bunga itu...” kata Hyorin penasaran. “kau tahukan wanita yang sering aku ceritakan kepadamu...?” tanya Kyu sambil memandang Hyorin. “ne...” jawab Hyorin. “aku akan memberikan bunga ini kepadanya, tepat disini, dibawah pohon sakura yang sedang berbunga....” jelas Kyuhyun sambil melihat keatas pohon yang penuh dengan warna pink, Hyorin semakin berharap bahwa wanita itu adalah dirinya. “dia suka bunga sakura, dan kalau dia menerimaku aku akan mengajaknya berkeliling seoul dengan motor sport baruku...” tambah Kyuhyun sambil melihat Hyorin dalam dan lembut, “a... dia datang Hyorin....” kata Kyu yang sangat senang saat melihat seorang wanita datang menghampirinya, Hyorin membalikan tubuhnya. “Victoria... kenalkan ini Hyorin yang sering aku ceritakan...” Kyu mengenalkan Hyorin kepada wanita itu. “annyeong hasseyeo...” sapa wanita itu ramah kepada Hyorin, Hyorin membalas sapaannya. “Hyorin... dia wanita yang sering aku ceritakan...” jelas Kyuhyun yang seketika menghancurkan semua harapan Hyorin termasuk hatinya. “ne...” kata Hyorin dengan semua rasa sakit dihatinya. “Hyorin-a... apa aku boleh minta tolong kepadamu...?” pinta Kyuhyun. “untuk apa...?” tanya Hyorin. “tolong ambil videoku, dan pegang buket bungamu ini... cepat.. mundurlah beberpa langkah...” pinta Kyuhyun, Hyorin mengambil ponsel Kyuhyun dan mundur bebrapa langkah lagi. “mundur lagi...” perintah Kyuhyun, Hyorin mundur lagi beberapa langkah. “cepat mulai merekam..” perintah Kyuhyun, Hyorin mulai merekam. “apa sudah mulai merekam...?” tanya Kyuhyun, Hyorin menganggukan kepalanya, air mata sudah siap mengalir dari matanya, Kyuhyun bernyanyi, Victoria eonni tersenyum bahagia, senyumnya sangat manis tapi hati Hyorin semakin sakit, Kyuhyun menyatakan cintanya kepada Victoria eonni, dan Victoria eonni menerima mawar yang Kyuhyun berikan, mereka resmi berpacaran.
Hyorin langsung memberikan ponsel Kyuhyun tanpa berkata apa-apa dan langsung pergi meninggalkan Kyuhyun, kali ini air matanya sudah tidak bisa ditahan lagi, Hyorin pergi sambil terus mengalirkan air matanya, tidak memperdulikan orang-orang menatapnya.
“kya.. bora-a... bukankah dia temanmu...? kenapa dia menangis...?” tanya Minho yang melihat Hyorin keluar dari gerbang sekolah. “Minho-a... aku pergi, tolong gantikan aku untuk bernyanyi....” kata Bora yang langsung mengejar Hyorin.
“Hyorin-a....” panggil Bora saat sampai di rooftop apartemen mereka, dan melihat Hyorin sedang duduk menangis. “Hyorin-a... gwencanna (kau baik-baik saja)....?” tanya Bora khawatir, Hyorin tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya menangis tak henti-hentinya. “jangan menangis Hyorin....” kata Bora sambil terus mengusap air mata Hyorin. “aku ada disini.... jangan menangis lagi....” kata Bora yang terus menenangkan Hyorin.
***
“minumlah... mungkin bisa membuatmu merasa baikan....” kata Borra sambil memberikan segelas teh hangat kepada Hyorin yang sedang duduk dipinggir jendela apartemen mereka, Bora duduk menemaninya. “terima kasih...” kata Hyorin sambil tersenyum kepada Bora, Bora membalas senyumnya. “cinta pertama... cinta sepihak... aku merasakan keduanya, dan itu sangat menyakitkan....” kata Hyorin sambil menerawang keluar jendela. “aku harap kau tidak akan merasakan rasa sakit seperti ini bora,... aku harap aku saja yang merasakannya... aku tidak ingin kau merasakannya juga....” tambah Hyorin, Bora memeluk Hyorin dengan air matanya yang menetes. “ara... aku bahkan bisa merasakan apa yang kau rasakan..... jangan menangis lagi....” pinta Bora kepada Hyorin. “hisshh... anak ini... lepaskan pelukanmu...! memangnya siapa yang menangis...?” protes Hyorin kepada Bora. “kya... seharusnya disaat-saat seperti ini kau bilang gomawo bora kau sudah mau menjadi sahabat yang selalu ada untukku... atau untuk semua yang sudah kau lakukan gamsamnida... kenapa kau malah ingin pelukanku dilepas...?” protes Bora kepada Hyorin. “haha... kya...!!!” Hyorin tertawa kecil dan menyentil kening Bora. “a mwoya...” protes Bora. “Bora-a aku akan berterima kasih kepadamu kalau kau berhasil mendapatkan orang untuk menyembuhkan rasa sakitku ini... setidaknya aku bisa bersama orang itu selamanya...jinjja neomu.. neomu.. gomawo...” jelas Hyorin sambil tertawa. “heishh.... KYA..!!!” bora membalas menyentil kening Hyorin, Hyorin diam melihat wajah Bora yang serius... “kau tahu aku sangat khawatir denganmu... aku benar-benar merasa sakit saat kau menagis tadi, kau malah menyentilku begini....!” protes bora, tapi pertengkaran kecil itu malah membuat mereka berdua tertawa. Mereka sadar kalau mereka berdua memang benar-benar saling menyayangi. “baiklah... aku berjanji... aku akan membantumu menemukan seseorang yang benar-benar akan selamanya bersamamu dan mencintaimu, oke...?” jenji Bora kepada Hyorin, Hyorin tersenyum dengan manis. “oke... yaksho (janji)...” kata Hyorin, mereka berdua langsung melingkarkan jari kelingking mereka berdua, menandakan bahwa mereka berdua berjanji. “haha... Hyorin... sepertinya kau harus berada dirumah untuk beberapa hari...” kata Bora kepada Hyorin. “kenapa...?” tanya Hyorin kepada Bora, “kau benar-benar tidak memiliki mata karena menangis, dan juga... kau persis seperti panda dengan lingkaran hitam dimata....” jelas Bora kepada Hyorin. “kya...” protes Hyorin, “hahaha.....” mereka berdua malah tertawa bersama. Benar-benar persahabatan yang sangat indah.
Sejak saat itu, Bora selalu menghibur Hyorin, Bora benar-benar menjaga Hyorin agar dia tidak sakit hati setiap bertemu Kyuhyun, Bora berhasil membuat Hyroin kembali ceria seperti sebelumnya, tapi saat Hyorin memasuki kelas 3 SMA, Kyuhyun harus pergi ke amerika untuk pertukaran pelajar yang dia ikuti, Hyorin sempat kembali murung, tapi itu tidak lama, karena Bora menghiburnya dan membuatnya kembali seperti Hyorin yang biasanya.
***
“Bora-a... kau tidak akan pulang bersamaku...?” tanya Hyorin sambil membenahi buku-bukunnya. “ani... aku harus memastikan sesuatu....” jelas Bora. “kau akan pergi dengan siapa....??” tanya Hyorin, “Minho yang akan menemaniku....” jawab Bora. “okay... aku pergi Hyorin... nanti kau ku telfon...” kata Bora sambil pergi dari kelas. “heisshh.... dia meninggalkanku begitu saja....” keluh Hyorin, Hyorin langsung menuju ruang latihan dance, dia dan Bora sangat suka menari, sejak SMA mereka selalu menyempatkan diri untuk latihan menari.
Eeat you up... lagu milik BoA, Hyorin latihan dance dengan lagu itu, itu juga karena dia sangat menyukai BoA, tapi saat lagu selesai ada seseorang bertepuk tangan. “o... kau siapa...?” tanya Hyorin kepada seorang laki-laki yang berdiri didepan pintu. “aa... aku pindahan baru...” jelas laki-laki itu sambil berjalan mendekati Hyorin. “namaku T.A.E.M.I.N Taemin...” ucapnya sambil menjulurkan tangannya mengajak berjabat tangan. “aa...” Hyorin hanya mengangguk. “kyaaa... kalau seseorang menjulurkan tangannya sambut tangan orang itu...” protes Taemin yang langsung menjabat tangan Hyorin secara paksa. “aku Taemin... kau siapa...?” tanyanya tegas. “aku Hyorin....” jawab Hyorin sedikit sebal. “hmmm... oke.. Hyorin... Hyorin... Hyorin.... Hyorin.... sampai bertemu lagi...” kata Taemin yang langsung berjalan meninggalkan ruangan, tapi saat Taemin membuka pintu, Minho masuk secara kasar dengan wajah yang sangat khawatir. “Kya.. Hyorin-a... kau tahu kemana Bora pergi...?” tanya Minho dengan nada yang benar-benar khawatir. “ne..? bukankah dia bersamamu....?” tanya Hyorin bingung. “dia meninggalkanku... cepat cari Bora... aku takut dia melakukan hal bodoh...” perintah minho, tapi Hyorin masih berdiri diam karena bingung, “cepat HYORIN....!!” teriak Minho, “ah.. ne..” kata Hyorin yang langsung pergi dengan cepat, Hyorin mencari keseluruh sudut gedung departemen musik, tapi tidak berhasil menemukan bora, Hyorin langsung menuju apartemen, tapi saat sampai diapartemennya Bora tidak ada, smpai akhirnya Hyorin dan Minho pergi ke rooftop gedung itu, Bora sedang menangis berdiri tepat dipinggir rooftop.
“BORA-YA.... JANGAN BERDIRI DISITUU....!!!” teriak Hyorin yang langsung menarik tangan Bora dan memeluknya. “hyorin-a....” panggil bora lirih sambil terus menangis, Minho yang mengetahui apa yang terjadi hanya menatap Bora dengan penuh kelegaan karena berhasil menemukannya, tetapi rasa marah didalam dirinya masih besar, semua perasaannya itu terbaca dari tatapannya. “apa yang terjadi...?” tanya Hyorin kepada Bora, tapi Bora hanya menangis. “Minho-ya apa yang terjadi...?” tanya hyorin khawatir kepada minho dengan suaranya yang bergetar karena ketakutan, Minho hanya menghela nafas. “Bora-a... kau tidak pantas menangisi laki-laki itu...!!” teriak Minho kepada Bora, Minho benar-benar kesal. “kyaa.... apa yang terjadi...?” Hyorin semakin khawatir. Mereka langsung kembali keapartemen, Bora sudah cukup tenang. “Bora-a.... ceritakan kepadaku apa yang terjadi...?” pinta Hyorin kepada Bora, tapi Bora masih membisu, Hyorin akhirnya meninggalkan Bora dikamarnya, dan menghampiri Minho yang sedang duduk diruang tamu.
“Minho... apa yang terjadi dengan Bora...?” tanya Hyorin serius. “dia dicampakan oleh Doo Joon....” jelas Minho singkat. “ne (apa)..? tapi mereka bahkan sudah pacaran selama 2 tahun... bagaimana bisa doo joon oppa mencampakannya...?” tanya Hyorin tidak percaya. “kau tahukan Doo Joon sangat ingin  menjadi bintang hallyu...?” tanya Minho. “ne... tapi bukankah dia sudah berhasil menjadi bintang hallyu, lalu kenapa dia membuat Bora seperti itu...?” tanya Hyorin heran. “dia berhasil dengan cara yang licik, itu hanya akan bertahan sebentar, kau pikir sekarang dia masih terkenal...? dia menggunakan cara lain, dia menjadi kekasih jessica sejak satu bulan yang lalu, karena dengan menjadi kekasih jessica dia akan banyak disorot media massa dan akan terkenal....” jelas Minho. “yah... bagaimana bisa begitu..? dengan dia menjadi kekasih Bora saja dia sudah terkenal, semua orang tahu Bora putri seseorang yang paling berpengaruh dalam dunia entertaimen...” kata Hyroin yang mulai kesal, “hah... jadi dia hanya memanfaatkan Bora selama 2 tahun berpacaran...?” Hyorin semakin kesal. “yang membuat Bora seperti itu bukan hanya karena dia diperalat untuk kemajuan karir Doo Joon, tapi Bora benar-benar dibuat malu oleh Doo Joon didepan umum, Doo Joon mengatakan bahwa Bora hanyalah fans fanatiknya yang mengaku-aku sebagai kekasihnya selama ini...” jelas Minho. “MWO...?? jelas-jelas selama ini dia yang mengejar-ngejar Bora...” Hyorin benar-benar kesal sekarang, Hyorin langsung mengambil tasnya dan mengambil kunci mobilnya, bersiap pergi. “kau mau kemana...?” tanya Minho. “kemana..? jelas aku akan menghajar Doo Joon...!!” tegas Hyorin, Minho langsung merampas kunci mobil ditangan Hyorin dan mengunci pintu apartemen. “akan berbahaya untukmu menghadapi Doo Joon sendirian, jangan pergi... temani Bora...” pinta Minho. “hah...? aku tidak bisa membiarkan Bora tersakiti seperti ini...” tegas Hyorin kepada Minho. “lalu apa yang akan kau lakukan...?” tanya Minho dengan nada tinggi. “apa yang akan aku lakukan...? apa kau pikir aku akan diam saja melihat sahabatku seperti itu...? apa kau pikir aku akan diam saja melihat sahabatku yang merasa sakit seperti itu...?” teriak Hyorin yang sangat kesal. “KAU PIKIR AKU AKAN MEMBIARKAN TEMANKU DICAMPAKAN SEPERTI ITU...???!!!” Minho membalas dengan nada suara yang lebih tinggi. “Bora juga temanku... tapi bukan sekarang saatnya kita membalas Doo Joon, apa kau pikir Bora juga akan senang kita membalas orang itu..? kita tahu Bora seperti apa,.. Hyorin-a yang terpenting sekarang adalah bagaiaman caranya mengibur Bora... bagaimana caranya menyembuhkan luka Bora... bukan berlari menemui doo joon, apa kau pikir dengan menghajar doo joon akan membuat bora kembali lagi seperti bora yang biasanya...?” Minho menenangkan Hyorin, dan Hyorin mulai berfikir tenang. “jangan pergi meinggalkan Bora... untuk sekarang yang terpenting adalah kita harus menenangkan Bora, dan mengembalikan Bora seperti dulu lagi...” kata Minho, Hyorin hanya duduk di sofa, bingung dengan apa yang harus dia lakukan, dan mulai menangis, Minho ingin menenangkan Hyorin dengan mengelus rambutnya, tapi tangannya tidak berani untuk menyentuh Hyorin, Minho hanya bisa berada disebelahnya.
***
“Hyorin-a... makanannya sudah matang, makanlah... cepat panggil Bora...” kata Minho, Minho langsung duduk dimeja makan yang sangat simple itu sambil memandang keluar jendela. “Bora-a... ayo kita makan... aku masak makanan yang sangat enak...” teriak hyorin sambil berjalan menuju kamar bora, tapi tidak ada jawaban apa-apa, Minho yang mendengar apa yang Hyorin teriakan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, “wanita itu... memasak nasi saja dia tidak bisa...” kata Minho lirih sedikit sinis. Tok... tok.. tok... Hyorin mengetuk pintu kamar Bora. “Bora... ayo kita makan....” teriak Hyorin lagi, tapi lagi-lagi Bora tidak menjawab, perasaan Hyorin mulai aneh, Hyorin langsung menerobos masuk kekamar Bora, ternyata perasaan Hyorin benar terjadi sesuatu dengan Bora. Bora sudah tergeletak dilantai dengan darah yang terus mengalir dari pergelangan tangannya. “minho-ya..!! MINHO-YA... !!MINHO-YA...!! MINHO-YA....!!” teriak Hyorin memanggil Minho dengan suara yang gemetar, minho langsung masuk dan membawa Bora kerumah sakit.
“Minho.. bagaimana keadaan Bora...?” tanya Kyuhyun khawatir yang baru sampai dirumah sakit. “beruntung kami cepat membawa Bora ke rumah sakit, keadaannya sudah membaik...” jelas Minho yang sedang berdiri didepan kamar rawat Bora. “syukurlah.... bagaimana dengan Hyorin...?” tanya Kyuhyun lagi. “dia di dalam, menemani Bora...” jawab Minho sambil melihat kedalam ruangan itu, Kyuhyun melihat kedalam ruangan itu melalui jendela kecil memanjang yang ada di pintu, Kyuhyun tersenyum lega melihat kedua adik kecilnya. “Hyung... apa kau akan tetap pergi...?” tanya Minho. “hmm...” Kyu hanya tersenyum “Minho-a aku percayakan kedua wanita itu kepadamu, jaga mereka dengan baik, aku akan pergi besok pagi... sampaikan salamku kepada mereka berdua.....” ucap Kyuhyun panjang lebar. “a... Minho... Taemin akan membantumu, percayalah biarpun dia sangat merepotkan Taemin yang terbaik...” tambah Kyuhyun. “tahu dari mana kau...? aku temannya sejak kecil, dan dia yang terburuk untukku...” kata Minho sinis. “kya...!” Kyuhyun menjitak kepala Minho lagi. “hisshh... hyung... kenapa kau senang sekali menjitaki kepalaku huh..?” protes minho. “kya... itu karena kau sangat dingin, siapa tahu dengan menjitaki kepalamu kau akan mencair, dan juga.. jangan lupa..! aku kakaknya... beraninya kau bilang Taemin yang teburuk...” kata Kyuhyun sedikit kesal, “sudah... aku pergi dulu... sampai bertemu lagi...” tambah Kyuhyun yang langsung pergi dari tempat itu.
Kamis pagi pukul 8.30, Bora bangun dari tidurnya, tapi Minho tidak menyadarinya, dia terlalu sibuk mempeajari script drama tv yang akan dia mainkan. “kya...! Minho-ya.... kenapa kau disini...?” tanya Bora, Bora langusng bangung dari tidurnya dan duduk di tempat tidurnya. “menungguimu..” jawab minho singkat, “bukankah hyorin yang menungguiku...?” tanya bora lagi. “dia sedang keluar” jawab minho singkat yang mulai terganggu dengan pertanyaan-pertanyaan bora. “kemana..?” tanya bora lagi. “entahlah” jawab minho singkat. “dia mau beli apa..? beli makan...?” tanya bora lagi,”hhahh...” minho menghela napas “iya... bora-ya.. bisakah kau diam tidur seperti tadi saja...?” tanya minho dengan nada sedikit kesal tapi lembut. “heiisshh.... aku sembuh seharusnya kau senang... apa hyorin belum makan dari tadi malam...?” tanya bora lagi. “haahhh..... kau bahkan tidak bisa diam saat kau sakit, selalu mengganggu konsentrasiku...” kata minho yang benar-benar sudah mulai emosi. “mianhae...” mohon bora dengan tulus karena dia tahu temannya yang satu ini akan meledak kalau dia terus bertanya. “minho-ya... aku tidak bisa menemukan makanan yang kau inginkan dirumah sakit ini, ini... aku hanya beli sandwich...” kata hyorin yang langsung memberikan sandwich kepada minho. “o... bora-ya... apa kau sudah baikan..? kenapa bangun dari tidurmu...? cepat istirahat lagi...” suruh hyorin kepada bora. “heisshhh... aku akan seperti mayat hidup kalau terus kau suruh tidur...” kata bora kepada sahabatnya itu, hyorin langsung menjitak kepala bora. “aa... kenapa kau menjitakku...?” protes bora sambil mengusap-usap kepalanya. “kya... apa kau mau mati...? wae...? hanya karena doo joon...? kau rela meninggalkanku..? lihat saja kalau kau mencoba bunuh diri lagi, aku yang akan membunuhmu...!!” kta hyorin yang kesal. “hiisshhh.... kenapa kalian berdua memarahiku...?” tanya bora dengan inocentnya. “tentu saja...!!!” bentak hyorin dan minho bersamaan. “baiklah... aku tidak akan melakukannya lagi, tapi kalian berdua harus berjanji kepadaku...” kata bora dengan senyuman liciknya. “apa..?” tanya minho. “kalian harus berjanji dulu...” tegas bora. “baiklah... kami erdua berjanji... apa yang harus kami lakukan...?” tanya hyorin. “kalian harus mau menuruti semua keinginanku, hanya 3 bulan saja....” jelas bora dengan senyuman penuh arti, sedang minho dan hyorin langsung menghela napas mereka, karena mereka pasti akan sangat kerepotan dengan wanita yang satu ini, tapi tidak ada pilihan lain selain menuruti kemauan bora.

Kamis, 25 April 2013

Dream Girl part 1


pemain :
Hyorin (SISTAR) – Hyorin
Choi Minho (SHINe) – Minho
Bora (SISTAR) – Bora
Taemin (SHINe) – Taemin
Kyuhyun (SUJU) – Kyuhyun
Victoria (fx) – Victoria
yesung (SUJU) - Yesung
Doo joon - doo joon
Jessica (SNSD) - Jessica


Part 1

Pertemuan....


Senin pagi, hari dimana hampir setiap orang membencinya, tapi lain dengan Hyorin, dia justru sangat menunggu-nunggu hari ini tiba. Hyorin sudah siap dengan gayanya, memakai t-shirt dengan rok berbahan jatuh berwarna biru terang setinggi lutut, sepatu cats dengan heels setinggi 7cm untuk membuatnya sedikit lebih tinggi, dan rambutnya yang selalu dicepol tinggi dengan poni depannya yang membuatnya bertambah manis. Hyorin sudah siap untuk berangkat ke universitas, hari ini adalah hari pertama dia menghadiri kelas di universitas barunya, universitas yang selama ini dia inginkan.
“Bora cepatlah....!!! kita bisa terlambat...” teriak hyorin dari kamarnya. “heiisshhh.... aku belum selesai menata rambutku...” jelas bora dari dalam kamarnya. “kyaa.... kau selalu sibuk menata rambutmu itu, tapi kenyataannya selalu sama saja, aku berani bertaruh, lima menit lagi rambutmu itu akan berantakan dan kau akan mengeluh RASANYA AKU INGIN MEMOTONG HABIS RAMBUT INI...!!” ledek hyorin kepada sahabatnya itu dengan mengikuti cara bicara bora. “heiisshh... aigoo...” bora langsung mengambil tasnya. “hahaha... bora-a... kau seperti ahjumma- ahjumma sebelah kalau bicara seperti itu... haha...” ledek hyorin lagi, mereka berdua hanya tertawa saat keluar rumah. “OMO...!!” sentak mereka berdua saat berbalik, ternyata ahjumma yang mereka bicarakan berdiri tepat dibelakang mereka. “anyeong hasseyeo....” sapa mereka berdua dengan lembut, ahjumma hanya tersenyum judes berlalu masuk keapartemennya. “fiuhh....” bora langsung masuk kedalam lift dengan wajah yang masih terkejut, begitu juga dengan hyorin. “yaahh... hampir saja tadi...” kata hyorin, bora menghela nafas, dan bercermin didinding ruangan lift. “hana... dul... set...” hyorin menghitung sampai tiga, dan... “NIGA MWOYA...???? RASANYA AKU INGIN MEMOTONG HABIS RAMBUT INI....!!!” teriak Bora shock saat melihat rambutnya sudah berantakan lagi, "heiisshhh....!!!" bora kesal sekarang. “hahaha.... apa aku bilang...? baiklah karena aku kebetulan membawa......” hyorin langsung menggeledah isi tasnya, “membawa apa...?” tanya bora khawatir, “kyaa... hyorin... kau membawa apa...?” desak bora lagi, hyorin hanya tersenyum sinis dan mengeluarkan... “gunting kesayanganku... ayo kemari bora sayang, aku akan menjadi pemotong rambutmu secara gratis....” kata hyorin mendesak bora manja, dan bora langsung memegangi rambutnya sambil menghindar dari hyorin didalam lift itu, saat pintu lift terbuka bora langsung lari  meninggalkan hyorin menuju mobilnya, tapi hyorin terus mengejar bora sambil mengacung-ngacungkan gunting ditangannya sambil terus tertawa bahagia menyiksa sahabatnya sendiri itu.
“hahahaha.........” mereka berdua malah tertawa bersama saat masuk kedalam mobil milik bora. “hentikan hyorin-a....” mohon bora yang langsung memakai topi. “baiklah... baiklah.... haha....” jawab hyorin sambil terus tertawa.
Hyorin dan bora sudah bersahabat sejak kecil, mereka berdua sama-sama kesepian karena kesibukan orang tua mereka masing-masing, sejak SMA mereka memutuskan untuk tinggal bersama diapartemen yang mereka beli sendiri dengan mengumpulkan uang jajan dan uang jatah untuk liburan mereka, yah... saat liburan, orang tua mereka hanya memberikan uang tambahan untuk mereka agar bisa berlibur kemanapun mereka mau, tapi yang mereka inginkan adalah berlibur bersama orang tua mereka, dan itu hanyalah mimpi bagi mereka sejak mereka beranjak remaja. Hyorin dan bora benar-benar sudah seperti kakak-adik, hanya saat SMA saja mereka tidak satu sekolah, Hyorin masuk SMA Serin yang merupakan sekolah khusus untuk perempuan, seharusnya mereka satu sekolah, tapi bora tidak begitu suka berteman dengan perempuan kecuali hyorin,menurut bora terlalu banyak teman peremuan tidak baik, karena mereka bisa menusukmu begitu saja dari belakang... bora akhirnya lebih memilih SMA Neul Paran yang berisi orang-orang terkenal, bahkan beberapa bintang terkenal bersekolah disana.
“hyorin... apa kau akan menghadiri kelas pertama untuk musik...?” tanya bora sambil memakan ice creamnya.
“molla.... sepertinya akan membosankan mengikuti kelas musik pertama terus menerus, bagaimana kalau kita ikut kelas lain saja...?” usul hyorin yang juga sedang memakan ice creamnya.
“majayo (benar).... kelas apa yang akan kita ikuti...?” tanya bora.
“hmm.... bagaimana dengan kelas arsitektur...?” usul hyorin.
“hehh.... sejak kapan kau tertarik dengan bangunan...?” tanya bora heran, “kita ikut kelas akting saja, minho pasti disana....” ajak bora kepada hyorin yang langsung menarik hyorin pergi menuju kelas akting yang tentu saja berda di gedung departemen seni peran yang tepat berada didepan gedung departemen musik.
Mereka berdua langsung duduk di kursi paling belakang, dengan bora yang duduk ditengah, antara minho dan hyorin. “kya... untuk apa kau mengajaknya, aku kira kau akan datang sendiri...” tanya minho kepada bora, minho memang tidak terlalu suka jika hyorin ikut bermain dengannya, itu karena bora dan hyorin akan menjadi perusak yang sempurna untuk setiap rencana yang akan dia lakukan. “minho-a.... apa kau tidak bisa sedikit saja ramah kepadaku...? sedikittt saja...” protes hyorin kesal kepda minho, tapi minho sama sekali tidak menghiraukannya, hyorin hanya menghela nafas sebal dan mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya.
“oppa...?” tanya hyorin tdk percaya kepada dirinya sendiri saat menerima e-mail dari seseorang yang sangat dia kenal. “hyorin-a... ini oppa, lama kita tidak bertemu, apa kau datang ke hari pertama...? ikutlah kelas pertama departemen seni peran, itu akan mengasyikan...” itu adalah isi pesan singkat yang hyorin terima, hyorin hanya tersenyum kecil, entah itu senyum senang atau senyum kesedihan. “wae..?” tanya bora yang melihat raut wajah hyorin yang tidak seperti biasanya. “ah.. ani..” jawab hyorin, “kya... apa dia dosennya...?” tanya hyorin kepada bora saat melihat seorang pria bertubuh tinggi dengan wajah yang menyenangkan. “minho-ya... dia siapa...?” tanya bora kepada minho, minho yang sedang membaca buku mengangkat wajahnya dan melihat kearah pria yang berdiri dimeja dosen sesaat dan kembali membaca bukunya, “dia salah satu dosen departemen seni peran...” jelas minho singkat. “huwahh..... tampannya..... aku perkirakan umurnya barulah 27 tahun...” kata bora mengspekulasi berapa umur laki-laki itu. “hmm.... menurutku dia 30 tahun...” hyorin ikut memprediksi. “umurnya sudah 43 tahun...” jelas minho singkat lagi. “eehh..??? jinjja...?” bora dan hyorin tidak percaya dengan apa yang minho katakan.
Oke.... selamat datang di universitas ini, saya jung seung yoo-imnida... selama kalian mengikuti kelas saya, menggunakan ponsel dilarang keras, jadi silahkan menonaktifkan ponsel kalian semua...” perintah laki-laki itu. “aahhhh..... mwoya....” semua mahasiswa yang ada di dalam runagan mengeluh karena peraturan yang kuno itu. “heiisshhh... kenapa masih ada peraturan seperti itu jaman sekarang...” keluh bora lirih.
“terima kasih untuk kerja samanya, untuk kelas pertama... karena ini juga pertemuan pertama kita, kita akn membahas....” mr. Jung langsung menulis dipapan tulis dengan huruf kapital yang memenuhi papan tuis yang panjang itu. “INTRODUCTION OF ACTING” tegas mr. Jung dengan suaranya yang berat, tetapi wajahnya menunjukan dirinya adalah orang yang ramah.
“untuk nona yang duduk dibarisan paling belakang, yang menggunakan t-shirt putih...” tunjuk mr. Jung kepada hyorin.
“naega (saya)...?” tanya hyorin bingung sambil menunjuk dirinya sendiri. “ne (iya)... siapa namamu..? tanya mr.  Jung, “hyorin imnida...” jawa hyorin.”baiklah nona hyorin apa yang kau kenal dari akting...?” tanya mr. Jung. “hmm.... itu.... akting itu....” hyorin tidak bisa menjawab, tangannya terus mencubiti bora dari bawah meja, tapi bora hanya tersenyum seperti orang bodoh karena dia juga tidak tahu apa-apa tentang akting. “aa.... akting itu movie...” jawa hyorin singkat yang langsung membuat seisi ruangan menertawainya lirih. “baiklah... menurut nona hyorin akting adalah movie... hmm... cukup bagus jawabanmu, itu pasti karena di dalam movie orang-orang berakting, pintar......” kata mr. Jung, hyorin hanya tersenyum pahit, dan menundukan kepalanya karena malu, bora hanya menepuk-nepuk punggungnya seakan tepukannya itu berbicara gwencanna hyorin... hanya tawa kecil... atau berbicara dasar bodoh kenapa menjawab seperti tiu...??!!
“baiklah... sekarang bagaimana menurutmu mahasiswa Choi Minho...?” tanya mr.jung, tanpa menanyakan siapa namanya semua orang tahu namanya adalah choi minho, dan sekarang seisi ruangan menatap kearah minho, minho berhenti dari kegiatan membacanya dan memandang sang dosen “ekspresi... akting adalah bagaimana seseorang berekspresi..” jawabnya singkat, dan semua orang langsung tersenyum senang mendengar jawaban minho, hyorin dan bora hanya tersenyum pahit dan membuang muka dari minho.
Kelas yang membosankan itu akhirnya berakhir, hyorin dan bora seakan masuk ketempat yang lebih buruk dari apartemen ahjumma tetangga mereka, mereka langsung pergi dari tempat itu secepatnya dan duduk di taman. “yah.... apa bagusnya jawaban minho...? ekpresi..? ekspresi apanya...?” hyorin kesal karena resppon yang sangat berbanding terbalik dengan jawaban yang diberikannya tadi. “heiisshhh... apa kau bodoh...? minho sudah terkenal, apa yang dia jawab pasti akan disambut positif di kelas tadi, apa lagi oleh para wanita... jaahhh.... benar-benar aniya... aniya.. aniya....” komentar bora. “yah... bora... kau tahu...? respon mereka seakan-akan mendengar jawaban dari leonardo decaprio...” keluh hyorin lagi.
“HYORIN-aa......!!!” panggil seseorang dari belakang, saat menegok ternyata dia adalah pria yang tadi mengirimkan pesan kepada hyorin. “o... oppa....!!!” panggil hyorin kepada laki-laki itu dengan senyum diwajahnya, bora yang mengetahui siapa laki-laki itu langsung berdiri sambil menggandeng tangan hyorin. “yahh.... sudah lama sekali tidak bertemu... bagaimana kabar kalian...?” tanya laki-laki itu yang bukan lain adalah cinta pertama hyorin, Cho Kyuhyun. “baik oppa....” jawab hyorin ramah, “aku juga baik... sangat... sangat... sangat.... baik hyeong...” jawab bora, sejak dekat dengan kyuhyun, bora tidak pernah memanggilnya oppa, tapi dia justru memanggilanya hyeong. “kalian tidak pernah berubah... terutama kau hyorin...” kata kyuhyun sambil mengacak-acak rambut kedua wanita itu. “hyeong... kau kan tahu aku tidak suka rambutku berantakan... hentikan...” tegas bora. Kyuhyun menghentikan tindakannya itu dan hanya tertawa melihat mereka berdua. “bagaimana kelas pertama seni peran...?” tanya kyuhyun. “ah... itu... benar-benar membosankan oppa... dan juga memalukan...” aku hyorin jujur, “wae..? kenapa...?” tanya kyuhyun penasaran. “itu karena dia bodoh hyeong...” jawab minho yang tiba-tiba muncul dibelakang hyorin. “hyeong... kita sudah terlambat... ayo pergi...” ajak minho kepada kyuhyun. “kya... minho-a... apa kau tidak tahu aku dan hyorin baru bertemu dengannya...? kenapa kau mengajaknya pergi...” protes bora kepada minho. “aku juga masih merindukan kalian berdua... ikutlah dengan kami...”ajak kyuhyun. “kemana oppa...?” tanay hyorin antusias. “ah... ke kedai kopi, victoria sudah menunggu disana...” jawab kyuhyun yang langsung membuat raut wajah hyorin. “ah.. mianhae hyeong... kami sudah ada janji dengan dosen untuk latihan.... kami pergi hyeong...” jelas bora yang langsung menarik hyorin pergi seakan tahu bagaimana perasaan hyorin saat mendengar jawaban itu, dan tindakan bora itu memang benar.
“bora-a.... aku lapar....” keuh hyorin. “heishh... kau ini, apa kau tahu aku menghawatirkanmu...?” protes bora kesal kepada sahabatnya itu. “hehh... untuk apa khawatir, aku baik-baik saja....” kata hyorin pasti. “jinjja...? baiklah... kalau begitu aku akan ke kantin untuk membeli beberapa snack, tunggu aku dan jangan pergi satu langkahpun dari ruangan ini,.. arasso (mengerti)...?” perintah bora. “ne... aku mengerti...” jawab hyorin sambil menganggukan kepalanya, bora hanya memanyunkan bibirnya karena kesal dengan hyorin, “cepatlah.... cepat kembali okey...?” perintah hyorin. “okey...!” jawab bora sambil keluar dari ruang latihan.
Hyorin berdiri didekat jendela ruangan itu, mendengarkan musik-musik favoritnya, setelah satu tahun tidak bertemu, pertemuan pertama hari ini berlangsung sangat cepat, hyorin belum sempat mendengarkan cerita dari cinta pertamanya itu, tapi hyorin juga tidak mau mengungkit rasa sakit yang sudah dia kubur dalam selama satu tahun lamanya itu.
(part 1 end)
*** 

.... review part 2 .... 
“oppa....” panggil hyorin sambil melambaikan tangannya kepada kyuhyun yang sedang bersama teman-temannya, kyuhyun yang melihat hyorin datang, langsung datang mendekati hyorin yang sedang berdiri dibawah pohon sakura yang erada dihaaman sekolah kyu, hyorin sangat senang dan terus tersenyum karena laki-laki yang diacintainya menghampirinya. “oppa... cukhae (selamat)....” ucap hyorin kepada kyuhyun sambil memberikan bucket bunga kepada kyuhyun.
“a... gomawo, ya... kau terlihat cantik, tidak seperti kau biasanya...” puji kyuhyun kepada hyorin, memang penampilan hyorin berbeda, karena biasanya dia selalu menguncir rambutnya tanpa memperhatikan penampilannya.
“haha... jinjja oppa...?” tanya hyorin.
“ne....” jawab kyuhyun sambil tersenyum manis kepada hyorin.
“hmmm... oppa... itu dari siapa...?” tanya hyorin saat melihat sehelai mawar merah di tangan kiri kyuhyun..... (continue..)