Translate

Sabtu, 27 April 2013

Dream Girl Part 2


Part 2
Cinta pertama, cinta sepihak, penghianatan...

Hyorin menyukai kyuhyun sejak masih SMA, bahkan sejak Hyorin duduk dikelas satu SMA dan Kyu Hyun dikelas 3 , Hyorin mengenal Kyu Hyun karena Bora, pertama kali Hyorin bertemu dengan Kyu Hyun adalah saat pesta ulang tahun Bora, bisa dikatakan Hyorin jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Kyu Hyun. Walaupun mereka berbeda sekolah, Hyorin tidak pernah menyerah untuk bisa dekat dengan orang yang dia sukai itu, setiap pulang sekolah dia sudah menunggu didepan gerbang sekolah Kyu sambil membawa surat cintanya untuk Kyu, bahkan saat Kyu ulang tahun Hyorin rela belajar membuat cake dan semalaman membuat cake untuk ulang tahun Kyu, tapi cake yang berhasil dia buat hanya 2 buah Cup Cake, sisanya gagal total, itupun sudah yang terbaik dan Cup Cake terburuk yang pernah Bora lihat, beruntung Kyu menyukainya dan memakannya langsung didepan Hyorin, wlaupun raut wajahnya tidak menunjukan dia menikmati Cup Cake itu, tapi Kyu sangat senang dibuatkan Cup Cake oleh Hyorin. Hyorin berhasil kenal dekat dengan Kyu karena bantuan Bora sahabatnya sejak kecil, yang satu sekolah dengan Kyu. Mereka menjadi teman, Kyu selalu menerima dengan senang surat-surat Hyorin, tapi dia tidak pernah membalas surat Hyorin, bahkan membacanyapun tidak, tetapi selalu disimpan rapih oleh Kyu. Bagi Kyuhyun, Hyorin hanyalah gadis kecil yang menyukainya sebagai idola saja, dan Kyu juga menyukai Hyorin dan Bora layaknya adiknya sendiri, itu karena Kyu tidak memiliki adik perempuan. Kyuhyun sudah terkenal sejak SMA, bukan hanya karena dia aktif dalam berbagai kegiatan, tapi Kyu juga sudah sering membintangi beberapa drama tv dan juga iklan. Dekat dengan seorang bias merupakan hal yang sangat sulit untuk fans manapun, tapi Hyorin tidak pernah menganggap Kyuhyun sebagai biasnya, itu karena Hyorin benar-benar mencintai kyuhyun sebagai cinta pertamanya.
Kyu sering bercerita tentang fans wanitanya yang sangat mendukungnya dan selalu memberinya semangat, menceritakan semua hal kepada hyorin, termasuk wanita seperti apa yang dia suka. Saat Kyu lulus dari SMA, Hyorin datang ke acara pelepasan kyuhyun dengan berdandan seperti wanita ideal yang Kyu ceritakan, dia mengenakan dress cantik berwarna cerah, dan mengurai rambutnya yang sepanjang punggung dengan sedikit curly dibagian ujung rambut panjangnya itu sambil membawa sebucket bunga kesukaan Kyu.
“Oppa....” panggil Hyorin sambil melambaikan tangannya kepada Kyu yang sedang bersama teman-temannya, Kyuhyun yang melihat Hyorin datang, langsung datang mendekati Hyorin yang sedang berdiri dibawah pohon sakura yang berada dihalaman sekolah Kyu, Hyorin sangat senang dan terus tersenyum karena laki-laki yang dia cintai menghampirinya. “Oppa... cukhae (selamat)....” ucap Hyorin kepada Kyu sambil memberikan bucket bunga kepada Kyu.
“a... gomawo, yaaa... kau terlihat cantik, tidak seperti kau biasanya...” puji Kyu kepada Hyorin, memang penampilan Hyorin berbeda, karena biasanya dia selalu menguncir rambutnya tanpa memperhatikan penampilannya.
“haha... jinjja oppa...?” tanya hyorin malu-malu karena dipuji oleh Kyu, pipinya sedikit merona sekarang.
“ne....” jawab Kyu sambil tersenyum manis kepada Hyorin.
“hemm... Oppa, kau benar-benar hebat, kau bahkan mendapatkan peringkat pertama paralel, bukan peringkat pertama di kelas seperti yang kau janjikan kepada ayahmu untuk mendapatkan motor sport impianmu...” puji Hyorin kagum.
“haha... Hyorin-a, asalkan kau bersungguh-sungguh untuk mendapatkan sesuatu yang kau impikan, kau bahkan bisa mendapatkan lebih dari yang kau bayangkan, jadi jangan pernah putus asa untuk menjadi penyanyi internasional, oke..?” kata Kyu panjang lebar. Tapi aku sudah berusaha keras untuk mendapatkanmu oppa, dan belum berhasil kata Hyorin didalam hati, “hmmm... “ Hyorin hanya tersenyum manis, “oppa... itu dari siapa...?” tanya Hyorin saat melihat sehelai mawar merah di tangan kiri Kyu.
“aahh... ini untuk seseorang, bukan dari seseorang...” jawab Kyu sambil memandangi mawar merah di tangannya dengan wajah yang penuh kebahagiaan.
“jinjja...? wahh... aku penasaran untuk siapa bunga itu...” kata Hyorin penasaran. “kau tahukan wanita yang sering aku ceritakan kepadamu...?” tanya Kyu sambil memandang Hyorin. “ne...” jawab Hyorin. “aku akan memberikan bunga ini kepadanya, tepat disini, dibawah pohon sakura yang sedang berbunga....” jelas Kyuhyun sambil melihat keatas pohon yang penuh dengan warna pink, Hyorin semakin berharap bahwa wanita itu adalah dirinya. “dia suka bunga sakura, dan kalau dia menerimaku aku akan mengajaknya berkeliling seoul dengan motor sport baruku...” tambah Kyuhyun sambil melihat Hyorin dalam dan lembut, “a... dia datang Hyorin....” kata Kyu yang sangat senang saat melihat seorang wanita datang menghampirinya, Hyorin membalikan tubuhnya. “Victoria... kenalkan ini Hyorin yang sering aku ceritakan...” Kyu mengenalkan Hyorin kepada wanita itu. “annyeong hasseyeo...” sapa wanita itu ramah kepada Hyorin, Hyorin membalas sapaannya. “Hyorin... dia wanita yang sering aku ceritakan...” jelas Kyuhyun yang seketika menghancurkan semua harapan Hyorin termasuk hatinya. “ne...” kata Hyorin dengan semua rasa sakit dihatinya. “Hyorin-a... apa aku boleh minta tolong kepadamu...?” pinta Kyuhyun. “untuk apa...?” tanya Hyorin. “tolong ambil videoku, dan pegang buket bungamu ini... cepat.. mundurlah beberpa langkah...” pinta Kyuhyun, Hyorin mengambil ponsel Kyuhyun dan mundur bebrapa langkah lagi. “mundur lagi...” perintah Kyuhyun, Hyorin mundur lagi beberapa langkah. “cepat mulai merekam..” perintah Kyuhyun, Hyorin mulai merekam. “apa sudah mulai merekam...?” tanya Kyuhyun, Hyorin menganggukan kepalanya, air mata sudah siap mengalir dari matanya, Kyuhyun bernyanyi, Victoria eonni tersenyum bahagia, senyumnya sangat manis tapi hati Hyorin semakin sakit, Kyuhyun menyatakan cintanya kepada Victoria eonni, dan Victoria eonni menerima mawar yang Kyuhyun berikan, mereka resmi berpacaran.
Hyorin langsung memberikan ponsel Kyuhyun tanpa berkata apa-apa dan langsung pergi meninggalkan Kyuhyun, kali ini air matanya sudah tidak bisa ditahan lagi, Hyorin pergi sambil terus mengalirkan air matanya, tidak memperdulikan orang-orang menatapnya.
“kya.. bora-a... bukankah dia temanmu...? kenapa dia menangis...?” tanya Minho yang melihat Hyorin keluar dari gerbang sekolah. “Minho-a... aku pergi, tolong gantikan aku untuk bernyanyi....” kata Bora yang langsung mengejar Hyorin.
“Hyorin-a....” panggil Bora saat sampai di rooftop apartemen mereka, dan melihat Hyorin sedang duduk menangis. “Hyorin-a... gwencanna (kau baik-baik saja)....?” tanya Bora khawatir, Hyorin tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya menangis tak henti-hentinya. “jangan menangis Hyorin....” kata Bora sambil terus mengusap air mata Hyorin. “aku ada disini.... jangan menangis lagi....” kata Bora yang terus menenangkan Hyorin.
***
“minumlah... mungkin bisa membuatmu merasa baikan....” kata Borra sambil memberikan segelas teh hangat kepada Hyorin yang sedang duduk dipinggir jendela apartemen mereka, Bora duduk menemaninya. “terima kasih...” kata Hyorin sambil tersenyum kepada Bora, Bora membalas senyumnya. “cinta pertama... cinta sepihak... aku merasakan keduanya, dan itu sangat menyakitkan....” kata Hyorin sambil menerawang keluar jendela. “aku harap kau tidak akan merasakan rasa sakit seperti ini bora,... aku harap aku saja yang merasakannya... aku tidak ingin kau merasakannya juga....” tambah Hyorin, Bora memeluk Hyorin dengan air matanya yang menetes. “ara... aku bahkan bisa merasakan apa yang kau rasakan..... jangan menangis lagi....” pinta Bora kepada Hyorin. “hisshh... anak ini... lepaskan pelukanmu...! memangnya siapa yang menangis...?” protes Hyorin kepada Bora. “kya... seharusnya disaat-saat seperti ini kau bilang gomawo bora kau sudah mau menjadi sahabat yang selalu ada untukku... atau untuk semua yang sudah kau lakukan gamsamnida... kenapa kau malah ingin pelukanku dilepas...?” protes Bora kepada Hyorin. “haha... kya...!!!” Hyorin tertawa kecil dan menyentil kening Bora. “a mwoya...” protes Bora. “Bora-a aku akan berterima kasih kepadamu kalau kau berhasil mendapatkan orang untuk menyembuhkan rasa sakitku ini... setidaknya aku bisa bersama orang itu selamanya...jinjja neomu.. neomu.. gomawo...” jelas Hyorin sambil tertawa. “heishh.... KYA..!!!” bora membalas menyentil kening Hyorin, Hyorin diam melihat wajah Bora yang serius... “kau tahu aku sangat khawatir denganmu... aku benar-benar merasa sakit saat kau menagis tadi, kau malah menyentilku begini....!” protes bora, tapi pertengkaran kecil itu malah membuat mereka berdua tertawa. Mereka sadar kalau mereka berdua memang benar-benar saling menyayangi. “baiklah... aku berjanji... aku akan membantumu menemukan seseorang yang benar-benar akan selamanya bersamamu dan mencintaimu, oke...?” jenji Bora kepada Hyorin, Hyorin tersenyum dengan manis. “oke... yaksho (janji)...” kata Hyorin, mereka berdua langsung melingkarkan jari kelingking mereka berdua, menandakan bahwa mereka berdua berjanji. “haha... Hyorin... sepertinya kau harus berada dirumah untuk beberapa hari...” kata Bora kepada Hyorin. “kenapa...?” tanya Hyorin kepada Bora, “kau benar-benar tidak memiliki mata karena menangis, dan juga... kau persis seperti panda dengan lingkaran hitam dimata....” jelas Bora kepada Hyorin. “kya...” protes Hyorin, “hahaha.....” mereka berdua malah tertawa bersama. Benar-benar persahabatan yang sangat indah.
Sejak saat itu, Bora selalu menghibur Hyorin, Bora benar-benar menjaga Hyorin agar dia tidak sakit hati setiap bertemu Kyuhyun, Bora berhasil membuat Hyroin kembali ceria seperti sebelumnya, tapi saat Hyorin memasuki kelas 3 SMA, Kyuhyun harus pergi ke amerika untuk pertukaran pelajar yang dia ikuti, Hyorin sempat kembali murung, tapi itu tidak lama, karena Bora menghiburnya dan membuatnya kembali seperti Hyorin yang biasanya.
***
“Bora-a... kau tidak akan pulang bersamaku...?” tanya Hyorin sambil membenahi buku-bukunnya. “ani... aku harus memastikan sesuatu....” jelas Bora. “kau akan pergi dengan siapa....??” tanya Hyorin, “Minho yang akan menemaniku....” jawab Bora. “okay... aku pergi Hyorin... nanti kau ku telfon...” kata Bora sambil pergi dari kelas. “heisshh.... dia meninggalkanku begitu saja....” keluh Hyorin, Hyorin langsung menuju ruang latihan dance, dia dan Bora sangat suka menari, sejak SMA mereka selalu menyempatkan diri untuk latihan menari.
Eeat you up... lagu milik BoA, Hyorin latihan dance dengan lagu itu, itu juga karena dia sangat menyukai BoA, tapi saat lagu selesai ada seseorang bertepuk tangan. “o... kau siapa...?” tanya Hyorin kepada seorang laki-laki yang berdiri didepan pintu. “aa... aku pindahan baru...” jelas laki-laki itu sambil berjalan mendekati Hyorin. “namaku T.A.E.M.I.N Taemin...” ucapnya sambil menjulurkan tangannya mengajak berjabat tangan. “aa...” Hyorin hanya mengangguk. “kyaaa... kalau seseorang menjulurkan tangannya sambut tangan orang itu...” protes Taemin yang langsung menjabat tangan Hyorin secara paksa. “aku Taemin... kau siapa...?” tanyanya tegas. “aku Hyorin....” jawab Hyorin sedikit sebal. “hmmm... oke.. Hyorin... Hyorin... Hyorin.... Hyorin.... sampai bertemu lagi...” kata Taemin yang langsung berjalan meninggalkan ruangan, tapi saat Taemin membuka pintu, Minho masuk secara kasar dengan wajah yang sangat khawatir. “Kya.. Hyorin-a... kau tahu kemana Bora pergi...?” tanya Minho dengan nada yang benar-benar khawatir. “ne..? bukankah dia bersamamu....?” tanya Hyorin bingung. “dia meninggalkanku... cepat cari Bora... aku takut dia melakukan hal bodoh...” perintah minho, tapi Hyorin masih berdiri diam karena bingung, “cepat HYORIN....!!” teriak Minho, “ah.. ne..” kata Hyorin yang langsung pergi dengan cepat, Hyorin mencari keseluruh sudut gedung departemen musik, tapi tidak berhasil menemukan bora, Hyorin langsung menuju apartemen, tapi saat sampai diapartemennya Bora tidak ada, smpai akhirnya Hyorin dan Minho pergi ke rooftop gedung itu, Bora sedang menangis berdiri tepat dipinggir rooftop.
“BORA-YA.... JANGAN BERDIRI DISITUU....!!!” teriak Hyorin yang langsung menarik tangan Bora dan memeluknya. “hyorin-a....” panggil bora lirih sambil terus menangis, Minho yang mengetahui apa yang terjadi hanya menatap Bora dengan penuh kelegaan karena berhasil menemukannya, tetapi rasa marah didalam dirinya masih besar, semua perasaannya itu terbaca dari tatapannya. “apa yang terjadi...?” tanya Hyorin kepada Bora, tapi Bora hanya menangis. “Minho-ya apa yang terjadi...?” tanya hyorin khawatir kepada minho dengan suaranya yang bergetar karena ketakutan, Minho hanya menghela nafas. “Bora-a... kau tidak pantas menangisi laki-laki itu...!!” teriak Minho kepada Bora, Minho benar-benar kesal. “kyaa.... apa yang terjadi...?” Hyorin semakin khawatir. Mereka langsung kembali keapartemen, Bora sudah cukup tenang. “Bora-a.... ceritakan kepadaku apa yang terjadi...?” pinta Hyorin kepada Bora, tapi Bora masih membisu, Hyorin akhirnya meninggalkan Bora dikamarnya, dan menghampiri Minho yang sedang duduk diruang tamu.
“Minho... apa yang terjadi dengan Bora...?” tanya Hyorin serius. “dia dicampakan oleh Doo Joon....” jelas Minho singkat. “ne (apa)..? tapi mereka bahkan sudah pacaran selama 2 tahun... bagaimana bisa doo joon oppa mencampakannya...?” tanya Hyorin tidak percaya. “kau tahukan Doo Joon sangat ingin  menjadi bintang hallyu...?” tanya Minho. “ne... tapi bukankah dia sudah berhasil menjadi bintang hallyu, lalu kenapa dia membuat Bora seperti itu...?” tanya Hyorin heran. “dia berhasil dengan cara yang licik, itu hanya akan bertahan sebentar, kau pikir sekarang dia masih terkenal...? dia menggunakan cara lain, dia menjadi kekasih jessica sejak satu bulan yang lalu, karena dengan menjadi kekasih jessica dia akan banyak disorot media massa dan akan terkenal....” jelas Minho. “yah... bagaimana bisa begitu..? dengan dia menjadi kekasih Bora saja dia sudah terkenal, semua orang tahu Bora putri seseorang yang paling berpengaruh dalam dunia entertaimen...” kata Hyroin yang mulai kesal, “hah... jadi dia hanya memanfaatkan Bora selama 2 tahun berpacaran...?” Hyorin semakin kesal. “yang membuat Bora seperti itu bukan hanya karena dia diperalat untuk kemajuan karir Doo Joon, tapi Bora benar-benar dibuat malu oleh Doo Joon didepan umum, Doo Joon mengatakan bahwa Bora hanyalah fans fanatiknya yang mengaku-aku sebagai kekasihnya selama ini...” jelas Minho. “MWO...?? jelas-jelas selama ini dia yang mengejar-ngejar Bora...” Hyorin benar-benar kesal sekarang, Hyorin langsung mengambil tasnya dan mengambil kunci mobilnya, bersiap pergi. “kau mau kemana...?” tanya Minho. “kemana..? jelas aku akan menghajar Doo Joon...!!” tegas Hyorin, Minho langsung merampas kunci mobil ditangan Hyorin dan mengunci pintu apartemen. “akan berbahaya untukmu menghadapi Doo Joon sendirian, jangan pergi... temani Bora...” pinta Minho. “hah...? aku tidak bisa membiarkan Bora tersakiti seperti ini...” tegas Hyorin kepada Minho. “lalu apa yang akan kau lakukan...?” tanya Minho dengan nada tinggi. “apa yang akan aku lakukan...? apa kau pikir aku akan diam saja melihat sahabatku seperti itu...? apa kau pikir aku akan diam saja melihat sahabatku yang merasa sakit seperti itu...?” teriak Hyorin yang sangat kesal. “KAU PIKIR AKU AKAN MEMBIARKAN TEMANKU DICAMPAKAN SEPERTI ITU...???!!!” Minho membalas dengan nada suara yang lebih tinggi. “Bora juga temanku... tapi bukan sekarang saatnya kita membalas Doo Joon, apa kau pikir Bora juga akan senang kita membalas orang itu..? kita tahu Bora seperti apa,.. Hyorin-a yang terpenting sekarang adalah bagaiaman caranya mengibur Bora... bagaimana caranya menyembuhkan luka Bora... bukan berlari menemui doo joon, apa kau pikir dengan menghajar doo joon akan membuat bora kembali lagi seperti bora yang biasanya...?” Minho menenangkan Hyorin, dan Hyorin mulai berfikir tenang. “jangan pergi meinggalkan Bora... untuk sekarang yang terpenting adalah kita harus menenangkan Bora, dan mengembalikan Bora seperti dulu lagi...” kata Minho, Hyorin hanya duduk di sofa, bingung dengan apa yang harus dia lakukan, dan mulai menangis, Minho ingin menenangkan Hyorin dengan mengelus rambutnya, tapi tangannya tidak berani untuk menyentuh Hyorin, Minho hanya bisa berada disebelahnya.
***
“Hyorin-a... makanannya sudah matang, makanlah... cepat panggil Bora...” kata Minho, Minho langsung duduk dimeja makan yang sangat simple itu sambil memandang keluar jendela. “Bora-a... ayo kita makan... aku masak makanan yang sangat enak...” teriak hyorin sambil berjalan menuju kamar bora, tapi tidak ada jawaban apa-apa, Minho yang mendengar apa yang Hyorin teriakan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, “wanita itu... memasak nasi saja dia tidak bisa...” kata Minho lirih sedikit sinis. Tok... tok.. tok... Hyorin mengetuk pintu kamar Bora. “Bora... ayo kita makan....” teriak Hyorin lagi, tapi lagi-lagi Bora tidak menjawab, perasaan Hyorin mulai aneh, Hyorin langsung menerobos masuk kekamar Bora, ternyata perasaan Hyorin benar terjadi sesuatu dengan Bora. Bora sudah tergeletak dilantai dengan darah yang terus mengalir dari pergelangan tangannya. “minho-ya..!! MINHO-YA... !!MINHO-YA...!! MINHO-YA....!!” teriak Hyorin memanggil Minho dengan suara yang gemetar, minho langsung masuk dan membawa Bora kerumah sakit.
“Minho.. bagaimana keadaan Bora...?” tanya Kyuhyun khawatir yang baru sampai dirumah sakit. “beruntung kami cepat membawa Bora ke rumah sakit, keadaannya sudah membaik...” jelas Minho yang sedang berdiri didepan kamar rawat Bora. “syukurlah.... bagaimana dengan Hyorin...?” tanya Kyuhyun lagi. “dia di dalam, menemani Bora...” jawab Minho sambil melihat kedalam ruangan itu, Kyuhyun melihat kedalam ruangan itu melalui jendela kecil memanjang yang ada di pintu, Kyuhyun tersenyum lega melihat kedua adik kecilnya. “Hyung... apa kau akan tetap pergi...?” tanya Minho. “hmm...” Kyu hanya tersenyum “Minho-a aku percayakan kedua wanita itu kepadamu, jaga mereka dengan baik, aku akan pergi besok pagi... sampaikan salamku kepada mereka berdua.....” ucap Kyuhyun panjang lebar. “a... Minho... Taemin akan membantumu, percayalah biarpun dia sangat merepotkan Taemin yang terbaik...” tambah Kyuhyun. “tahu dari mana kau...? aku temannya sejak kecil, dan dia yang terburuk untukku...” kata Minho sinis. “kya...!” Kyuhyun menjitak kepala Minho lagi. “hisshh... hyung... kenapa kau senang sekali menjitaki kepalaku huh..?” protes minho. “kya... itu karena kau sangat dingin, siapa tahu dengan menjitaki kepalamu kau akan mencair, dan juga.. jangan lupa..! aku kakaknya... beraninya kau bilang Taemin yang teburuk...” kata Kyuhyun sedikit kesal, “sudah... aku pergi dulu... sampai bertemu lagi...” tambah Kyuhyun yang langsung pergi dari tempat itu.
Kamis pagi pukul 8.30, Bora bangun dari tidurnya, tapi Minho tidak menyadarinya, dia terlalu sibuk mempeajari script drama tv yang akan dia mainkan. “kya...! Minho-ya.... kenapa kau disini...?” tanya Bora, Bora langusng bangung dari tidurnya dan duduk di tempat tidurnya. “menungguimu..” jawab minho singkat, “bukankah hyorin yang menungguiku...?” tanya bora lagi. “dia sedang keluar” jawab minho singkat yang mulai terganggu dengan pertanyaan-pertanyaan bora. “kemana..?” tanya bora lagi. “entahlah” jawab minho singkat. “dia mau beli apa..? beli makan...?” tanya bora lagi,”hhahh...” minho menghela napas “iya... bora-ya.. bisakah kau diam tidur seperti tadi saja...?” tanya minho dengan nada sedikit kesal tapi lembut. “heiisshh.... aku sembuh seharusnya kau senang... apa hyorin belum makan dari tadi malam...?” tanya bora lagi. “haahhh..... kau bahkan tidak bisa diam saat kau sakit, selalu mengganggu konsentrasiku...” kata minho yang benar-benar sudah mulai emosi. “mianhae...” mohon bora dengan tulus karena dia tahu temannya yang satu ini akan meledak kalau dia terus bertanya. “minho-ya... aku tidak bisa menemukan makanan yang kau inginkan dirumah sakit ini, ini... aku hanya beli sandwich...” kata hyorin yang langsung memberikan sandwich kepada minho. “o... bora-ya... apa kau sudah baikan..? kenapa bangun dari tidurmu...? cepat istirahat lagi...” suruh hyorin kepada bora. “heisshhh... aku akan seperti mayat hidup kalau terus kau suruh tidur...” kata bora kepada sahabatnya itu, hyorin langsung menjitak kepala bora. “aa... kenapa kau menjitakku...?” protes bora sambil mengusap-usap kepalanya. “kya... apa kau mau mati...? wae...? hanya karena doo joon...? kau rela meninggalkanku..? lihat saja kalau kau mencoba bunuh diri lagi, aku yang akan membunuhmu...!!” kta hyorin yang kesal. “hiisshhh.... kenapa kalian berdua memarahiku...?” tanya bora dengan inocentnya. “tentu saja...!!!” bentak hyorin dan minho bersamaan. “baiklah... aku tidak akan melakukannya lagi, tapi kalian berdua harus berjanji kepadaku...” kata bora dengan senyuman liciknya. “apa..?” tanya minho. “kalian harus berjanji dulu...” tegas bora. “baiklah... kami erdua berjanji... apa yang harus kami lakukan...?” tanya hyorin. “kalian harus mau menuruti semua keinginanku, hanya 3 bulan saja....” jelas bora dengan senyuman penuh arti, sedang minho dan hyorin langsung menghela napas mereka, karena mereka pasti akan sangat kerepotan dengan wanita yang satu ini, tapi tidak ada pilihan lain selain menuruti kemauan bora.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar