pemain :
Hyorin
(SISTAR) – Hyorin
Choi
Minho (SHINe) – Minho
Bora
(SISTAR) – Bora
Taemin
(SHINe) – Taemin
Kyuhyun
(SUJU) – Kyuhyun
Victoria
(fx) – Victoria
yesung (SUJU) - Yesung
Doo joon - doo joon
Jessica (SNSD) - Jessica
Doo joon - doo joon
Jessica (SNSD) - Jessica
Part
1
Pertemuan....
Senin pagi, hari dimana hampir setiap orang membencinya, tapi lain dengan Hyorin, dia justru sangat menunggu-nunggu hari ini tiba. Hyorin sudah siap dengan gayanya, memakai t-shirt dengan rok berbahan jatuh berwarna biru terang setinggi lutut, sepatu cats dengan heels setinggi 7cm untuk membuatnya sedikit lebih tinggi, dan rambutnya yang selalu dicepol tinggi dengan poni depannya yang membuatnya bertambah manis. Hyorin sudah siap untuk berangkat ke universitas, hari ini adalah hari pertama dia menghadiri kelas di universitas barunya, universitas yang selama ini dia inginkan.
“Bora
cepatlah....!!! kita bisa terlambat...” teriak hyorin dari kamarnya.
“heiisshhh.... aku belum selesai menata rambutku...” jelas bora dari dalam
kamarnya. “kyaa.... kau selalu sibuk menata rambutmu itu, tapi kenyataannya
selalu sama saja, aku berani bertaruh, lima menit lagi rambutmu itu akan
berantakan dan kau akan mengeluh RASANYA AKU INGIN MEMOTONG HABIS RAMBUT
INI...!!” ledek hyorin kepada sahabatnya itu dengan mengikuti cara bicara bora.
“heiisshh... aigoo...” bora langsung mengambil tasnya. “hahaha... bora-a... kau
seperti ahjumma- ahjumma sebelah kalau bicara seperti itu... haha...” ledek
hyorin lagi, mereka berdua hanya tertawa saat keluar rumah. “OMO...!!” sentak
mereka berdua saat berbalik, ternyata ahjumma yang mereka bicarakan berdiri
tepat dibelakang mereka. “anyeong hasseyeo....” sapa mereka berdua dengan
lembut, ahjumma hanya tersenyum judes berlalu masuk keapartemennya. “fiuhh....”
bora langsung masuk kedalam lift dengan wajah yang masih terkejut, begitu juga
dengan hyorin. “yaahh... hampir saja tadi...” kata hyorin, bora menghela nafas,
dan bercermin didinding ruangan lift. “hana... dul... set...” hyorin menghitung
sampai tiga, dan... “NIGA MWOYA...???? RASANYA AKU INGIN MEMOTONG HABIS RAMBUT
INI....!!!” teriak Bora shock saat melihat rambutnya sudah berantakan lagi, "heiisshhh....!!!" bora kesal sekarang. “hahaha.... apa aku bilang...? baiklah karena aku kebetulan membawa......”
hyorin langsung menggeledah isi tasnya, “membawa apa...?” tanya bora khawatir,
“kyaa... hyorin... kau membawa apa...?” desak bora lagi, hyorin hanya tersenyum
sinis dan mengeluarkan... “gunting kesayanganku... ayo kemari bora sayang, aku
akan menjadi pemotong rambutmu secara gratis....” kata hyorin mendesak bora
manja, dan bora langsung memegangi rambutnya sambil menghindar dari hyorin
didalam lift itu, saat pintu lift terbuka bora langsung lari meninggalkan hyorin menuju mobilnya, tapi
hyorin terus mengejar bora sambil mengacung-ngacungkan gunting ditangannya
sambil terus tertawa bahagia menyiksa sahabatnya sendiri itu.
“hahahaha.........”
mereka berdua malah tertawa bersama saat masuk kedalam mobil milik bora.
“hentikan hyorin-a....” mohon bora yang langsung memakai topi. “baiklah...
baiklah.... haha....” jawab hyorin sambil terus tertawa.
Hyorin
dan bora sudah bersahabat sejak kecil, mereka berdua sama-sama kesepian karena
kesibukan orang tua mereka masing-masing, sejak SMA mereka memutuskan untuk
tinggal bersama diapartemen yang mereka beli sendiri dengan mengumpulkan uang
jajan dan uang jatah untuk liburan mereka, yah... saat liburan, orang tua mereka
hanya memberikan uang tambahan untuk mereka agar bisa berlibur kemanapun
mereka mau, tapi yang mereka inginkan adalah berlibur bersama orang tua mereka,
dan itu hanyalah mimpi bagi mereka sejak mereka beranjak remaja. Hyorin dan bora benar-benar sudah seperti
kakak-adik, hanya saat SMA saja mereka tidak satu sekolah, Hyorin masuk SMA Serin
yang merupakan sekolah khusus untuk perempuan, seharusnya mereka satu sekolah,
tapi bora tidak begitu suka berteman dengan perempuan kecuali hyorin,menurut
bora terlalu banyak teman peremuan tidak baik, karena mereka bisa menusukmu
begitu saja dari belakang... bora akhirnya lebih memilih SMA Neul Paran yang
berisi orang-orang terkenal, bahkan beberapa bintang terkenal bersekolah
disana.
“hyorin...
apa kau akan menghadiri kelas pertama untuk musik...?” tanya bora sambil
memakan ice creamnya.
“molla....
sepertinya akan membosankan mengikuti kelas musik pertama terus menerus, bagaimana kalau kita ikut kelas lain saja...?” usul
hyorin yang juga sedang memakan ice creamnya.
“majayo (benar)....
kelas apa yang akan kita ikuti...?” tanya bora.
“hmm....
bagaimana dengan kelas arsitektur...?” usul hyorin.
“hehh....
sejak kapan kau tertarik dengan bangunan...?” tanya bora heran, “kita ikut kelas
akting saja, minho pasti disana....” ajak bora kepada hyorin yang langsung
menarik hyorin pergi menuju kelas akting yang tentu saja berda di gedung
departemen seni peran yang tepat berada didepan gedung departemen musik.
Mereka
berdua langsung duduk di kursi paling belakang, dengan bora yang duduk
ditengah, antara minho dan hyorin. “kya... untuk apa kau mengajaknya, aku kira
kau akan datang sendiri...” tanya minho kepada bora, minho memang tidak terlalu
suka jika hyorin ikut bermain dengannya, itu karena bora dan hyorin akan
menjadi perusak yang sempurna untuk setiap rencana yang akan dia lakukan.
“minho-a.... apa kau tidak bisa sedikit saja ramah kepadaku...? sedikittt
saja...” protes hyorin kesal kepda minho, tapi minho sama sekali tidak
menghiraukannya, hyorin hanya menghela nafas sebal dan mengeluarkan ponsel dari
dalam tasnya.
“oppa...?”
tanya hyorin tdk percaya kepada dirinya sendiri saat menerima e-mail dari
seseorang yang sangat dia kenal. “hyorin-a... ini oppa, lama kita tidak bertemu, apa
kau datang ke hari pertama...? ikutlah kelas pertama departemen seni peran, itu
akan mengasyikan...” itu adalah isi pesan singkat yang hyorin terima, hyorin
hanya tersenyum kecil, entah itu senyum senang atau senyum kesedihan. “wae..?”
tanya bora yang melihat raut wajah hyorin yang tidak seperti biasanya. “ah..
ani..” jawab hyorin, “kya... apa dia dosennya...?” tanya hyorin kepada bora saat
melihat seorang pria bertubuh tinggi dengan wajah yang menyenangkan.
“minho-ya... dia siapa...?” tanya bora kepada minho, minho yang sedang membaca
buku mengangkat wajahnya dan melihat kearah pria yang berdiri dimeja dosen
sesaat dan kembali membaca bukunya, “dia salah satu dosen departemen seni
peran...” jelas minho singkat. “huwahh..... tampannya..... aku perkirakan
umurnya barulah 27 tahun...” kata bora mengspekulasi berapa umur laki-laki itu.
“hmm.... menurutku dia 30 tahun...” hyorin ikut memprediksi. “umurnya sudah 43
tahun...” jelas minho singkat lagi. “eehh..??? jinjja...?” bora dan hyorin
tidak percaya dengan apa yang minho katakan.
Oke....
selamat datang di universitas ini, saya jung seung yoo-imnida... selama kalian
mengikuti kelas saya, menggunakan ponsel dilarang keras, jadi silahkan
menonaktifkan ponsel kalian semua...” perintah laki-laki itu. “aahhhh.....
mwoya....” semua mahasiswa yang ada di dalam runagan mengeluh karena peraturan
yang kuno itu. “heiisshhh... kenapa masih ada peraturan seperti itu jaman
sekarang...” keluh bora lirih.
“terima kasih untuk kerja samanya, untuk kelas pertama... karena ini juga pertemuan pertama kita, kita akn membahas....” mr. Jung langsung menulis dipapan tulis dengan huruf kapital yang memenuhi papan tuis yang panjang itu. “INTRODUCTION OF ACTING” tegas mr. Jung dengan suaranya yang berat, tetapi wajahnya menunjukan dirinya adalah orang yang ramah.
“untuk nona yang duduk dibarisan paling belakang, yang menggunakan t-shirt putih...” tunjuk mr. Jung kepada hyorin.
“naega (saya)...?” tanya hyorin bingung sambil menunjuk dirinya sendiri. “ne (iya)... siapa namamu..? tanya mr. Jung, “hyorin imnida...” jawa hyorin.”baiklah nona hyorin apa yang kau kenal dari akting...?” tanya mr. Jung. “hmm.... itu.... akting itu....” hyorin tidak bisa menjawab, tangannya terus mencubiti bora dari bawah meja, tapi bora hanya tersenyum seperti orang bodoh karena dia juga tidak tahu apa-apa tentang akting. “aa.... akting itu movie...” jawa hyorin singkat yang langsung membuat seisi ruangan menertawainya lirih. “baiklah... menurut nona hyorin akting adalah movie... hmm... cukup bagus jawabanmu, itu pasti karena di dalam movie orang-orang berakting, pintar......” kata mr. Jung, hyorin hanya tersenyum pahit, dan menundukan kepalanya karena malu, bora hanya menepuk-nepuk punggungnya seakan tepukannya itu berbicara gwencanna hyorin... hanya tawa kecil... atau berbicara dasar bodoh kenapa menjawab seperti tiu...??!!
“baiklah... sekarang bagaimana menurutmu mahasiswa Choi Minho...?” tanya mr.jung, tanpa menanyakan siapa namanya semua orang tahu namanya adalah choi minho, dan sekarang seisi ruangan menatap kearah minho, minho berhenti dari kegiatan membacanya dan memandang sang dosen “ekspresi... akting adalah bagaimana seseorang berekspresi..” jawabnya singkat, dan semua orang langsung tersenyum senang mendengar jawaban minho, hyorin dan bora hanya tersenyum pahit dan membuang muka dari minho.
Kelas yang membosankan itu akhirnya berakhir, hyorin dan bora seakan masuk ketempat yang lebih buruk dari apartemen ahjumma tetangga mereka, mereka langsung pergi dari tempat itu secepatnya dan duduk di taman. “yah.... apa bagusnya jawaban minho...? ekpresi..? ekspresi apanya...?” hyorin kesal karena resppon yang sangat berbanding terbalik dengan jawaban yang diberikannya tadi. “heiisshhh... apa kau bodoh...? minho sudah terkenal, apa yang dia jawab pasti akan disambut positif di kelas tadi, apa lagi oleh para wanita... jaahhh.... benar-benar aniya... aniya.. aniya....” komentar bora. “yah... bora... kau tahu...? respon mereka seakan-akan mendengar jawaban dari leonardo decaprio...” keluh hyorin lagi.
“HYORIN-aa......!!!” panggil seseorang dari belakang, saat menegok ternyata dia adalah pria yang tadi mengirimkan pesan kepada hyorin. “o... oppa....!!!” panggil hyorin kepada laki-laki itu dengan senyum diwajahnya, bora yang mengetahui siapa laki-laki itu langsung berdiri sambil menggandeng tangan hyorin. “yahh.... sudah lama sekali tidak bertemu... bagaimana kabar kalian...?” tanya laki-laki itu yang bukan lain adalah cinta pertama hyorin, Cho Kyuhyun. “baik oppa....” jawab hyorin ramah, “aku juga baik... sangat... sangat... sangat.... baik hyeong...” jawab bora, sejak dekat dengan kyuhyun, bora tidak pernah memanggilnya oppa, tapi dia justru memanggilanya hyeong. “kalian tidak pernah berubah... terutama kau hyorin...” kata kyuhyun sambil mengacak-acak rambut kedua wanita itu. “hyeong... kau kan tahu aku tidak suka rambutku berantakan... hentikan...” tegas bora. Kyuhyun menghentikan tindakannya itu dan hanya tertawa melihat mereka berdua. “bagaimana kelas pertama seni peran...?” tanya kyuhyun. “ah... itu... benar-benar membosankan oppa... dan juga memalukan...” aku hyorin jujur, “wae..? kenapa...?” tanya kyuhyun penasaran. “itu karena dia bodoh hyeong...” jawab minho yang tiba-tiba muncul dibelakang hyorin. “hyeong... kita sudah terlambat... ayo pergi...” ajak minho kepada kyuhyun. “kya... minho-a... apa kau tidak tahu aku dan hyorin baru bertemu dengannya...? kenapa kau mengajaknya pergi...” protes bora kepada minho. “aku juga masih merindukan kalian berdua... ikutlah dengan kami...”ajak kyuhyun. “kemana oppa...?” tanay hyorin antusias. “ah... ke kedai kopi, victoria sudah menunggu disana...” jawab kyuhyun yang langsung membuat raut wajah hyorin. “ah.. mianhae hyeong... kami sudah ada janji dengan dosen untuk latihan.... kami pergi hyeong...” jelas bora yang langsung menarik hyorin pergi seakan tahu bagaimana perasaan hyorin saat mendengar jawaban itu, dan tindakan bora itu memang benar.
“bora-a.... aku lapar....” keuh hyorin. “heishh... kau ini, apa kau tahu aku menghawatirkanmu...?” protes bora kesal kepada sahabatnya itu. “hehh... untuk apa khawatir, aku baik-baik saja....” kata hyorin pasti. “jinjja...? baiklah... kalau begitu aku akan ke kantin untuk membeli beberapa snack, tunggu aku dan jangan pergi satu langkahpun dari ruangan ini,.. arasso (mengerti)...?” perintah bora. “ne... aku mengerti...” jawab hyorin sambil menganggukan kepalanya, bora hanya memanyunkan bibirnya karena kesal dengan hyorin, “cepatlah.... cepat kembali okey...?” perintah hyorin. “okey...!” jawab bora sambil keluar dari ruang latihan.
Hyorin berdiri didekat jendela ruangan itu, mendengarkan musik-musik favoritnya, setelah satu tahun tidak bertemu, pertemuan pertama hari ini berlangsung sangat cepat, hyorin belum sempat mendengarkan cerita dari cinta pertamanya itu, tapi hyorin juga tidak mau mengungkit rasa sakit yang sudah dia kubur dalam selama satu tahun lamanya itu.
(part 1 end)
“terima kasih untuk kerja samanya, untuk kelas pertama... karena ini juga pertemuan pertama kita, kita akn membahas....” mr. Jung langsung menulis dipapan tulis dengan huruf kapital yang memenuhi papan tuis yang panjang itu. “INTRODUCTION OF ACTING” tegas mr. Jung dengan suaranya yang berat, tetapi wajahnya menunjukan dirinya adalah orang yang ramah.
“untuk nona yang duduk dibarisan paling belakang, yang menggunakan t-shirt putih...” tunjuk mr. Jung kepada hyorin.
“naega (saya)...?” tanya hyorin bingung sambil menunjuk dirinya sendiri. “ne (iya)... siapa namamu..? tanya mr. Jung, “hyorin imnida...” jawa hyorin.”baiklah nona hyorin apa yang kau kenal dari akting...?” tanya mr. Jung. “hmm.... itu.... akting itu....” hyorin tidak bisa menjawab, tangannya terus mencubiti bora dari bawah meja, tapi bora hanya tersenyum seperti orang bodoh karena dia juga tidak tahu apa-apa tentang akting. “aa.... akting itu movie...” jawa hyorin singkat yang langsung membuat seisi ruangan menertawainya lirih. “baiklah... menurut nona hyorin akting adalah movie... hmm... cukup bagus jawabanmu, itu pasti karena di dalam movie orang-orang berakting, pintar......” kata mr. Jung, hyorin hanya tersenyum pahit, dan menundukan kepalanya karena malu, bora hanya menepuk-nepuk punggungnya seakan tepukannya itu berbicara gwencanna hyorin... hanya tawa kecil... atau berbicara dasar bodoh kenapa menjawab seperti tiu...??!!
“baiklah... sekarang bagaimana menurutmu mahasiswa Choi Minho...?” tanya mr.jung, tanpa menanyakan siapa namanya semua orang tahu namanya adalah choi minho, dan sekarang seisi ruangan menatap kearah minho, minho berhenti dari kegiatan membacanya dan memandang sang dosen “ekspresi... akting adalah bagaimana seseorang berekspresi..” jawabnya singkat, dan semua orang langsung tersenyum senang mendengar jawaban minho, hyorin dan bora hanya tersenyum pahit dan membuang muka dari minho.
Kelas yang membosankan itu akhirnya berakhir, hyorin dan bora seakan masuk ketempat yang lebih buruk dari apartemen ahjumma tetangga mereka, mereka langsung pergi dari tempat itu secepatnya dan duduk di taman. “yah.... apa bagusnya jawaban minho...? ekpresi..? ekspresi apanya...?” hyorin kesal karena resppon yang sangat berbanding terbalik dengan jawaban yang diberikannya tadi. “heiisshhh... apa kau bodoh...? minho sudah terkenal, apa yang dia jawab pasti akan disambut positif di kelas tadi, apa lagi oleh para wanita... jaahhh.... benar-benar aniya... aniya.. aniya....” komentar bora. “yah... bora... kau tahu...? respon mereka seakan-akan mendengar jawaban dari leonardo decaprio...” keluh hyorin lagi.
“HYORIN-aa......!!!” panggil seseorang dari belakang, saat menegok ternyata dia adalah pria yang tadi mengirimkan pesan kepada hyorin. “o... oppa....!!!” panggil hyorin kepada laki-laki itu dengan senyum diwajahnya, bora yang mengetahui siapa laki-laki itu langsung berdiri sambil menggandeng tangan hyorin. “yahh.... sudah lama sekali tidak bertemu... bagaimana kabar kalian...?” tanya laki-laki itu yang bukan lain adalah cinta pertama hyorin, Cho Kyuhyun. “baik oppa....” jawab hyorin ramah, “aku juga baik... sangat... sangat... sangat.... baik hyeong...” jawab bora, sejak dekat dengan kyuhyun, bora tidak pernah memanggilnya oppa, tapi dia justru memanggilanya hyeong. “kalian tidak pernah berubah... terutama kau hyorin...” kata kyuhyun sambil mengacak-acak rambut kedua wanita itu. “hyeong... kau kan tahu aku tidak suka rambutku berantakan... hentikan...” tegas bora. Kyuhyun menghentikan tindakannya itu dan hanya tertawa melihat mereka berdua. “bagaimana kelas pertama seni peran...?” tanya kyuhyun. “ah... itu... benar-benar membosankan oppa... dan juga memalukan...” aku hyorin jujur, “wae..? kenapa...?” tanya kyuhyun penasaran. “itu karena dia bodoh hyeong...” jawab minho yang tiba-tiba muncul dibelakang hyorin. “hyeong... kita sudah terlambat... ayo pergi...” ajak minho kepada kyuhyun. “kya... minho-a... apa kau tidak tahu aku dan hyorin baru bertemu dengannya...? kenapa kau mengajaknya pergi...” protes bora kepada minho. “aku juga masih merindukan kalian berdua... ikutlah dengan kami...”ajak kyuhyun. “kemana oppa...?” tanay hyorin antusias. “ah... ke kedai kopi, victoria sudah menunggu disana...” jawab kyuhyun yang langsung membuat raut wajah hyorin. “ah.. mianhae hyeong... kami sudah ada janji dengan dosen untuk latihan.... kami pergi hyeong...” jelas bora yang langsung menarik hyorin pergi seakan tahu bagaimana perasaan hyorin saat mendengar jawaban itu, dan tindakan bora itu memang benar.
“bora-a.... aku lapar....” keuh hyorin. “heishh... kau ini, apa kau tahu aku menghawatirkanmu...?” protes bora kesal kepada sahabatnya itu. “hehh... untuk apa khawatir, aku baik-baik saja....” kata hyorin pasti. “jinjja...? baiklah... kalau begitu aku akan ke kantin untuk membeli beberapa snack, tunggu aku dan jangan pergi satu langkahpun dari ruangan ini,.. arasso (mengerti)...?” perintah bora. “ne... aku mengerti...” jawab hyorin sambil menganggukan kepalanya, bora hanya memanyunkan bibirnya karena kesal dengan hyorin, “cepatlah.... cepat kembali okey...?” perintah hyorin. “okey...!” jawab bora sambil keluar dari ruang latihan.
Hyorin berdiri didekat jendela ruangan itu, mendengarkan musik-musik favoritnya, setelah satu tahun tidak bertemu, pertemuan pertama hari ini berlangsung sangat cepat, hyorin belum sempat mendengarkan cerita dari cinta pertamanya itu, tapi hyorin juga tidak mau mengungkit rasa sakit yang sudah dia kubur dalam selama satu tahun lamanya itu.
(part 1 end)
***
.... review part 2 ....
.... review part 2 ....
“oppa....”
panggil hyorin sambil melambaikan tangannya kepada kyuhyun yang sedang bersama
teman-temannya, kyuhyun yang melihat hyorin datang, langsung datang mendekati
hyorin yang sedang berdiri dibawah pohon sakura yang erada dihaaman sekolah kyu,
hyorin sangat senang dan terus tersenyum karena laki-laki yang diacintainya
menghampirinya. “oppa... cukhae (selamat)....” ucap hyorin kepada kyuhyun
sambil memberikan bucket bunga kepada kyuhyun.
“a...
gomawo, ya... kau terlihat cantik, tidak seperti kau biasanya...” puji kyuhyun
kepada hyorin, memang penampilan hyorin berbeda, karena biasanya dia selalu
menguncir rambutnya tanpa memperhatikan penampilannya.
“haha...
jinjja oppa...?” tanya hyorin.
“ne....”
jawab kyuhyun sambil tersenyum manis kepada hyorin.
“hmmm...
oppa... itu dari siapa...?” tanya hyorin saat melihat sehelai mawar merah di
tangan kiri kyuhyun..... (continue..)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar