Translate

Minggu, 05 Mei 2013

Dream Girl part 3


Part 3
Jantung yang berdegup cepat....

“hyorin-a... ayo kita ke lokasi syuting minho......” rengek bora, “ aku ingin melihatnya berakting...” tambahnya. “yaa... bora-a... kaukan tahu dia tidak suka kita berdua datang saat dia sedang bekerja, dia juga tidak begitu menyukaiku... aku tidak mau...” tegas hyorin. “hehhh.... kau tahu dari mana dia tidak menyukaimu..?” tanya bora. “kita latihan dance saja... ayo... sebentar lagi akan ada festival, bagaimana kalau kita tampil...?” usul hyorin. “hmm... boleh juga...” kata bora yang ikut tertarik denga ide hyorin. “kalau begitu... ayo kita latihan...” kata hyorin sambil menarik tangan bora menuju ruang latihan mereka.
“HYORIN-A.....!!!” panggil seseorang dari belakang, hyorin dan bora berhenti dari langkah mereka dan berbalik, mencari-cari siapa yang memanggil hyorin, sampai akhirnya mereka menemukan seorang laki-laki terus melambaikan tangannya. “good morning...” sapa taemin. “o.. good morning...” jawab hyorin dengan wajah datar. “anyeong hasseyeo...” sapa bora dengan wajah ceria kepada laki-laki itu. “anyeong...” sapa taemin, yang langsung menarik tangan bora untuk bersalaman. “hyorin-a... siapa dia...?” bisik bora kepada hyorin. “aku tidak tahu...” jawab hyorin. “kalian mau kemana...?” tanya taemin. “kami ingin latihan....” jawab bora. “aku boleh ikut...?” tanya taemin yang bersemangat. “hmm... tentu saja...” jawab bora yang juga bersemangat, hyorin yang agak krang setuju hanya melirik bora dengan matanya. “hehe... ayolah... aku rasa leih baik kalau ada yang menilai gerakan kita...” jelas ora kepada hyorin. “ayo...” ajak taemin yang langsung menarik tangan kedua wanita itu.
“cepat mulai... aku akan menilai dengan sangat amat baik.... cepat.... cepat....” kata taemin sambil duduk dengan wajah yang benar-benar ceria. “taemin... ini lagu yang kami ciptakan, kami juga yang akan bernyanyi, dan kami juga yang menari...” jelas bora. “benarkah...?” tanya taemin dengan antusias. “hmm... judulnya ma boy...” jelas bora. “bora-a... bagaimana kalau kita gunakan lagu yang ini untuk tampil di festival...?” usul hyorin. “maja... pasti kita akan dapat poin tambahan karena semuanya kita yang ciptakan, yaa.... biarpun ada bantuan min ha oppa dalam composser...” kata bora. “cepatlah mulai... aku sudah menunggu dari tadi...” protes taemin. “baiklah...” kata hyorin yang langsung memutar musik. Mereka mulai menari, taemin hanya tercengang melihat mereka berdua menari sampai lagu berakhir. Saat lagu berakhir bora dan hyorin langsung high five karena akhirnya gerakan mereka sempurna. “taemin oppa... bagaimana...?” tanya bora, tapi taemin masih bengong menatap mereka berdua. “kya....!!!” bentak hyorin yang menyadarkan taemin. “ah... mian... bagus, sangat bagus... terutama dari sudut pandang laki-laki, apa kalian akan melakukan gerakan meliuk-liuk itu...?” tanya taemin. “gerakan yang mana...?” tanya hyorin. “yang itu... meliuk-liuk saat reff...” jelas taemin sambil mempraktekan gerakan itu. “hahaha.....” hyorin dan bora malah tertawa melihat taemin mempragakan gerakan itu. “kya... kenapa kalian malah tertawa...?” tanya taemin. “haha... oppa... memangnya kenapa...?” tanya hyorin sambil tertawa. “heehhh.... kalian akan menarik perhatian banyak laki-laki....” jelas taemin, “andwae... jangan lagu itu...” protes taemmin. Hyorin hanya memanyunkan mulutnya, “kya.... memangnya kenapa dengan lagu ini...??” tanya hyorin sinis. “haahhh.... sulit untuk di jelaskan, sudahlah.... aku lapar... ayo kita keluar untuk membeli makan, aku yang teraktir...” jawab taemin yang langsung menarik tangan kedua wanita itu lagi menuju canteen universitas.
“ya... taemin-a... kau di departemen apa...?” tanya bora, tapi taemin sedang asyik memakan ramyeon-nya. “heehhhh.... dia benar-benar...” protes hyorin yang geregetan dengan sikap taemin. “cangkamaniyo.... aku akan mengenalkan kalian dengan hyeongku....” kata taemin yang langsung mengambil ponselnya dan menelfon seseorang. “HYEONG.....! ! ! ! palliwa.... aku ada di canteen, palli... palli... aku kenalkan kau dengan wanita cantik... palli.. ! ! !” taemin begitu semangat berbicara dengan orang ditelfonnya. “dugu..?” tanya hyorin penasaran. “ahh... hyeongku.... tunggu saja, dia orang yang cukup terkenal di korea...” jawab taemin penuh antusias dan penuh senyum di wajahnya. “o... itu dia datang....” kata taemin saat melihat hyeongnya datang dari arah belakang tempat hyorin dan bora duduk. “kalian pasti terpesona dengannya.... biarpun masih tampan aku dibanding dia, wanita pasti langsung meleleh kalau ditatap oleh dia...” jelas taemin sambil terus melambai-lambaikan tangannya. “hyeong... mereka temanku... cantik-cantik kan...?” tanya taemin kepada hyeongnya, saat bora dan hyorin berbalik..... “HAHAHAHA........” mereka berdua malah tertawa terbahak-bahak karena ternyata hyeong yang dimaksud oleh taemin adalah minho. “wae...?” tanya taemin bingung, minho langsung berjalan kesampin taemin dan duduk disebelahnya. “hahaha.... oppa.... kami bahkan bukan hanya meleleh saat bertatapan dengan matanya...” kata hyorin sambil terus tertawa, minho hanya menatap hyorin dingin. “benarkan... kalian bahkan bukan hanya meleleh saat bertatapan dengan mata hyeongku, lalu apa lagi kalau bukan hanya meleleh....?” tanya taemin penasaran, bora dan hyorin saling berpandangan, seakan mereka memiliki fikiran yang sama dan bisa erkomunikasi hanya lewat tatapan tanpa berbicara. “membunuhnya.... hahahaha” jawa hyorin dan bora berbarengan sambil terus tertawa. “kya.... ! ! ! sudah cukup tertawanya...” protes minho. “apa kalian sudah saling kenal...?” tanya taemin. “hmm... ne... kami kenal satu sama lain...” jawab hyorin. “minho temanku sejak sma...” jelas bora. “jadi kalian bertiga sudah berteman sejak sma...??” tanya taemin yang tidak percaya. “ah... ani... hanya bora yang berteman dengan minho sejak sma, kalau aku... ya... kami mengenal satu sama lain... tapi baru berteman belum lama ini....” jelas hyorin. “wae...? kenapa baru kemarin-kemarin kalian berdua berteman...?” tanya taemin penasaran. “itu karena mereka berdua sangat merepotkan...” jelas minho sambil menatap taemin. “haha.... hyeong... kau benar-benar curang... kau bahkan sudah kenal dengan wanita yang akan aku ajak kencan... benar-benar menyebalkan....” protes taemin kepada minho sambil tertawa kecil. “eee...?? mwo...?? yang akan kau ajak kencan...??” tanya bora tercengang. “jangan dengarkan dia, dia memang sering asal kalau bicara...” jelas minho. “hmm... minho-a... tapi bukankah kau anak tunggal...?” tanya hyorin yang penasaran dengan hubungan minho dengan taemin. “hmm...” minho menganggukan kepala. “kami berteman sejak kecil, benarkan hyeong...?” kata taemin sambil melihat minho. “hmm....” jawab minho. “kenapa kau memanggil minho hyeong...?” tanya bora. “karena dia sama saja seperti hyeongku, selalu sibuk dan menjadi pusat perhatian wanita, lagi pula tampangnya sangat cocok aku panggil  hyeong...” jelas taemin. “haha... majayo... haha...” hyorin sangat senang minho diejek, “haha... benar-benar....” bora ikut-ikuta tertawa, minho yang merasa kesal langsung menjitak kepala dua orang wanita itu. “aa...” keluh hyorin dan bora yang langsung diam. “aaa.... bora.. hyorin... ayo ikut aku...” ajak taemin, “hyeong.... tolong bayarkan makanan kami okay...??” teriak taemin sambil berjalan meninggalkan minho yang masih duduk, minho hanya menghela nafas, “hee... aku bahkan belum memesan apapun...” protes minho lirih.
“kita mau kemana...?” tanya hyorin. “ke gedung pertunjukan...” jawab taemin sambil tersenyum, bora terus tersenyum melihat taemin. “ja... kalian duduklah di kursi penonton...” perintah taemin yang langsung meningalkan hyorin dan bora menuju belakang panggung. “ehem.. ehem...” taemin erdeham. “para  hadirin, konser terhebat sepanjang sejarah akan terukir digedung ini dalam hitungan detik.... mari kita sambut penyenyi legendaris kita... TAEMIN......” ucap taemin dengan lantang layaknya mc sebuah acara, taemin langsung tegap menuju ketengah panggung, “ehem...”dia berdeham lagi, bora dan hyorin menonton dia dengan baik. “anyeong....” sapanya sambil melambaikan tangan. “terimakasih sudah mau datang menonton konser besarku ini, gamsamnida...” ucapnya sambil tersenyum manis, “baiklah.... karena ini konser spesial, akan sya beri kesempatan 2 orang fans maju menemaniku diatas panggung yang spesial ini...” katanya, “hmmm.....” taemin mulai mencari-cari keseluruh ruangan, berakting sekan-akan ruangan ini penuh dengan fansnya. “o.. 2 orang nona yang duduk didepan...” tunjuknya kepada Bora dan Hyorin.”yaayyy.....” sorak bora kegirangan yang langsung menarik hyorin keatas panggung. “anyeong haseyeo... boleh aku tahu siapa nama kalian berdua..??” tanya taemin. “o... nama saya Hyorin..” kenal hyorin, “nama saya Bora...” kenal bora, mereka berdua ikut berakting, minho yang baru datang langsung duduk di bangku penonton barisan tengah. “sudah berapa lama kalian menjadi fansku...?” tanya taemin, bora dan hyorin hanya bertatapan dan menahan tawa satu sama lain “beberapa detik yang lalu...” jawab mereka sambil tertawa kecil, wajah taemin langsung berubah asam, “aku anggap itu beberapa tahun yang lalu...!” tegas taemin, minho yang melihat hanya tersenyum. “baiklah... apa kalian bisa menari...?” tanya taemin. “tentu saja kami bisa...” jawab hyorin, “oke kalau begitu kalian akan menjadi back dancerku, langsung saja... kita mulai musiknya...!” kata taemin yang langsung memutar musik di ponselnya yang sudah disambungkan ke speaker. “hahahaha......” hyorin dan bora tertawa, musik yang taemin putar adalah milik wonder girls yang berjudul be my baby, belum lagi taemin yang langsung memakai wig rambut yang panjang dan lurus. “hahaha.....” hyorin terus tertawa dengan tawanya yang khas itu, “cepatlah, aku akan menjadi sohee...” kata taemin sambil mengikuti gaya sohee, “kalau kau sohee aku akan menjadi sunye..” kata bora, mereka ertiga mulai menari dan hyorin terus tertawa melihat taemin tak henti-henti. “hyorin seriuslah...!” omel taemin, “hahaha... oppa... aku sudah serius... tapi aku tidak bisa berhenti tertawa...”  jelas hyorin sambil terus tertawa sampai musik berhenti, minho yang menonton juga ikut tertawa walaupun dia menyembunyikan tawanya itu, ya... dia hanya tertawa kecil sambil menutupi mulutnya itu.
“hah... sudah-sudah... hyorin hanya merusak saja...” protes taemin, “mian oppa....” kata hyorin sambil tertawa kecil. “oke.. so... minho-sshi..? be my babby...?” tanya taemin dengan nada genit, minho hanya melotot tanpa berkata apa-apa, “arasso... aku hanya bercanda hyeong...” kata taemin putus asa. “nona hyorin, bukankah anda juga seorang penyanyi..? bagaimana kalau bernyanyi untuk biasmu ini..?” pinta taemin kepada hyorin, “ah.. maja... akau akan bermain piano untukmu...” kata bora yang langsung menuju grand piano yang terletak di bagian kanan panggung. “oke... bora-a, kau bisakan memainkan lagu saying i love you yang dinyanyikan soo you sistar...?” tanya hyorin, “hm... aku bisa...” jawab bora, “oke... mainkan itu untukku...” perintah hyorin, bora memainkan piano, dan hyorin bernyanyi dengan sangat baik, minho yang baru pertama kali mendengar suara hyorin terdiam memandang hyorin penuh arti, 2 orang wanita yang sangat menyusahkan dia, ternyata saat mereka bersama akan lebih baik, minho menatap hyorin sangat dalam sampai hyorin menyelesaikan nyanyiannya, hyorin juga melihat minho, memandang minho dengan senyuman dibibirnya, minho ikut tersenyum melihat hyorin tersenyum, hyorin merasakan ada yang aneh dengan debar jantungnya, “kenapa degup jantungku begitu cepat..?” tanya hyorin kepada diri sendiri sambil merasakan debar jantungnya dengan menaruh tangannya di dada kirinya. “huwaahhh... hyorin-a... suaramu... aku sangat menyukainya...” puji taemin, “kya... kau belum tahu saja kemampuan rap ku...” sombong bora, “itu tidak penting...” jawab taemin, “hisshhh...” desis bora sambil mencubit tangan taemin.
“oppa.... kenapa kau tidak menunjukan suaramu kepada kami..?” usul Bora, “ah... maja, aku juga ingin mendengarmu bernyanyi...” tambah hyorin. “aiklah... karena yang meminta kalian erdua, akan aku turuti... cepat kembali duduk...” perintah taemin, bora dan hyorin langsung kembali duduk di kursi penonton.
“a.. a..” taemin mengecek mic yang dia pegang, “lagu ini khusus untuk kalian berdua baby...” kata taemin sambil mengedipkan matanya karah hyori dan bora, bora dan hyorin hanya bertepuk tangan sambil bersorak, sedangkan minho malah memasng wajah asamnya itu. “noona neomu yeopo....” nyanyi taemin pelan untuk membuka perfomnya, “AAHHHH.....! ! ! TAEMIN-A.... ! ! !” bora dan hyorin berteriak mendengarnya bernyanyi, “kya... kalian terlalu berlebihan... ! suara kalian bisa merusak telingaku... ! !” protes minho, tapi bora dan hyorin tidak menghiraukannya.
“oppa.... suaramu benar-benar bagus, aku suka...” puji hyorin kepada taemin, “huwah... kalian pasti benar-benar terpesona denganku...” kata taemin dengan penuh percaya diri, “kya... jangan terlalu percaya diri.. !” tegas minho yang berjalan tept disampin hyorin. “heehh..... minho-a, kau hanya cemburu saja...” ledek bora, “apa yang harus aku cemburui huh..?” tanya minho, “yeojaneun... (seorang perempuan)” jawab bora penuh rencana licik yang tersirat di matanya, mendengar jawaban itu minho langsung menarik tangan bora dan berjalan didepan taemin dan hyorin, “okay... bora-a, kau ingin makan steak..? oke... kita makan steak... aku yang teraktir... !” kata minho dengan suara yang cukup keras, tapi wajahnya menunjukan dia sebal dengan bora, “OKE... ! MINHO OPPA... SARANGHAE... ! ! ! hahaha....” teriak Bora sambil tertawa bahagia. “hehh... ada apa dengannya..?” kata hyorin bingung, “sepertinya itu adalah tindakan pencegahan...” jawab taemin, “ne..?”(apa) tanya hyorin tidak mengerti, “ani... ayo percepat jalanmu, jangan sampai hyung merubah pikirannya... !” tegas taemin yang langsung menarik tangan hyorin dan berjalan dengan cepat mendahului bora dan minho, “hish... ! bocah itu.. ! !” gumam minho sebal.
***
“aku ke toilet dulu, kalian tunggu diluar saja...” ijin hyorin yang langsung pergi, “hmm.. aku jga mau ke toilet...” kata taemin yang juga langsung pergi ke toilet, “aku akan ke kasir, bora-a... kau tunggu saja didepan restauran, tunggu taemin dan hyorin, biar aku yang mengambil mobil...” jelas minho, “baiklah...” kata bora menurut.
Sesuai seperti yang dikatakan minho, bora berjalan keluar restauran dan menunggu didepan restauran, berdiri menunggu 2 orang yang sedang ada di toilet yang seakan-akan mereka berdua pergi etoilet dirumah mereka, benar-benar lama.
“o... bukankah kau bora...?” tanya seseorang, dan saat bora melihat orang itu, ternyata dia adalah jessica jung. “huh... dia menyedihkan sekali yagiya(sayang)..” katanya kepada seorang pria yang ada disampingnya, yang bukan lain adalah doo joon.
“kau yang lebih menyedihkan...” tegas bora kepada perempuan itu. “MWO...?!!” bentak jessica, “kya... bercerminlah.... kau itu seorang fan yang sangat menyedihkan, beraninya kau mengaku-aku sebagai kekasih doo joon selama ini, sadarlah... kau itu bukan siapa-siapa... !” tegas jessica, kata-kata itu benar-benar membuat bora tambah muak dengan mereka berdua, “kau yang seharusnya sadar, kau begitu bodoh diperdya laki-laki yang kau panggil sayang itu, cih... wajahnya saja memuakan.. !” balas Bora, “KYA... ! beraninya kau... !” kata doo joon dengan nada tinggi dengan tangan yang melayang siap menampar pipi Bora, Bora hanya bisa menutup matanya tanpa menghindar, tapi doo joon gagal karena ada seseorang menahan tangannya itu, “duguya...?” tanya seorang laki-laki kepada doo joon, “yeobo (istriku)... kenapa dia ingin menamparmu...?” tanya laki-laki itu kepada bora, Bora membuka matanya dan menatap orang itu tidak percaya....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar