Translate

Kamis, 09 Mei 2013

Dream Girl part 4


part 4
Sarang.. sarang.. sarang..

“duguya...?” tanya seorang laki-laki kepada doo joon, “yeobo (istriku)... kenapa dia ingin menamparmu...?” tanya laki-laki itu kepada bora, Bora membuka matanya dan menatap orang itu tidak percaya, “oppa...” panggil Bora lirih saat mengetahui laki-laki itu adalah taemin. “mwo..? taemin-a..?” kata jessica tidak percaya saat taemin melepas masker mulutnya, “anyeong noona, lama tidak bertemu...” sapa taemin singkat dan sinis, “ahjusshi... kenapa kau ingin menampar istriku...?” tanya taemin serius kepada doo joon dengan tatapan yang benar-benar penuh amarah sambil terus menggenggam tangan bora yang gemetar, “taemin-a... sejak kapan kalian menikah..? kenapa kau memanggil wanita menjijikan ini yeobo...? kya...  kenapa kau pulang dri amerika..? aahh... aku tahu.. kau pasti merindukan aku...?” tanya jessica penuh penasaran dan penuh percaya diri. “aku belum menikah dengannya, tapi kami akan menikah, wae (kenapa)...? apa noona juga akan melarangku seperti dulu...? aku pulang bukan karena noona, tapi karena bora, dan.. noona... kau seharusnya bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik...” tegas taemin yang langsung menarik bora pergi meninggalkan jessica dan doo joon menuju tempat parkir.
“hyung...!” panggil taemin, wajahnya yang semula begitu serius sudah berubah menjadi taemin yang biasanya. “kenapa kalian kesini..? bukankah aku menyuruhmu untuk menunggu didepan restauran..?” tanya minho yang baru akan masuk kedalam mobil, “masuklah... hyorin sepertinya sudah menunggu...” perintah minho, taemin dan bora langsung masuk kedalam mobil dan duduk di kursi belakang. Hyorin sudah menunggu didepan restauran dengan wajah yang sangat panik, saat mobil berhenti hyorin langsung masuk, dia duduk dikursi depan dan langsung memakai shitbeltnya, “minho-a.. cepat pergi dari sini...” perintah hyorin kepada minho. “Bora-a... kwencanna (kau baik-baik saja)...?” tanya hyorin kepada bora, “hmm...” jawab bora sambil tersenyum, taemin yang ada disebelahnya menggenggam tangan bora, dia mengerti dengan apa yang bora rasakan.
***
Minho melihat bora dan taemin lewat cermin, mereka berdua sudah tertidur, bora menyandarkan kepalanya dipundak taemin, dan taemin menyandarkan kepalanya dikepala bora, “wae..? sebenarnya apa yang terjadi...?” tanya minho lirih kepada hyorin, hyorin melihat kebelakang, memastikan bora tidak mendengarnya. “aku bertemu dengan doo joon oppa dan jessica, sepertinya bora sudah bertemu dengan mereka, aku benar-benar kesal dengan mereka, kalau saja itu bukan tempat umum.. mungkin aku sudah menusuk mereka menggunakan pisau yang ada dimeja...” jelas hyorin kepada minho panjang lebar, “kya...! aku hanya bertanya apa yang terjadi.. kenapa kau malah mendongeng panjang lebar seperti itu kepadaku..!” protes minho, “eiisshh... itu aku jawab, kau kan bertanya apa yang terjadi ya aku jawab pertanyaanmu itu, kenapa kau malah marah kepadaku...” kata hyorin penuh perasaan sebal, “aku tidak marah denganmu...!” tegas minho dengan nada yang meninggi, “lalu kenapa nada suaramu meninggi...??!!” balas hyorin yang juga meninggikan suaranya.
Taemin dan bora yang terbangun karena suara ribut hyorin dengan minho hanya menatap mereka berdua sinis. “kya..!! ahjusshi... ! ahjumma! Tidak bisakah kalian tidak bertengkar...? !” protes Taemin. “hyorin yang memulai.. !” tegas minho, “MWO...? hah... jelas-jelas kau yang memarahiku duluan... !” bela hyorin, hyorin langsung menyumbat telinganya dengan handset miliknya dan memejamkan matanya untuk mengakhiri pertengkaran, sedangkan minho menyalakan musik didalam mobil dengan volume suara yang sangat tinggi, bora dan taemin yang ada dalam situasi itu hanya menggelengkan kepala mereka dan merasakan stres yang mendalam dengan tingkah kedua orang itu.
***
 “bora-a... lupakan laki-laki itu, lebih baik denganku saja, benarkan hyorin...?” kata taemin penuh percaya diri yang sentak mengejutkan hyorin dan minho, “kya... bocah ini.. !” kata minho kesal kepada taemin, “hyung..” panggil taemin manja, “majayo....” ucap hyorin sambil memikirkan sesuatu, “minho-a... apa kau bisa menemaniku keluar sebentar..?” tanya hyorin, “kita sudah diluar bodoh...” jawab minho sinis, “kya.. ! aku sedang serius.. !” bentak hyorin, minho diam dan mengangguk “baiklah, tapi aku harus ke lokasi syuting sekarang, kita bicara disana saja bagaimana..?” ajak minho. “hmm... baiklah..” hyorin menyetujuinya. “hyung.. siapa lawan mainmu...?” tanya taemin. “park shin hye..” jawab minho singkat. “hyung.. aku ikut.. aku ikut.. aku ikut.. ! ne..?” mohon taemin. “ANDWAE (tidak boleh)... !!!” bentak minho dan hyorin berbarengan. “hehh... kenapa kalian menjadi begitu kompak..?” tanya bora bingung. “kalian akan aku antar pulang, aku dan hyorin masih harus membicarakan sesuatu...” jelas minho. “haahhh... bilang saja kau mau menyatakan cintamu kepada hyorin...” kata taemin meledek, “KYA.. !” bentak minho, sedangkan hyorin memandang minho tidak percaya, “mwo..? mwo..? kenapa kau melihatku seperti itu...?” tanya minho salting kepada hyorin, “ani (tidak)..” jawab hyorin singkat sambil menggelengkan kepalanya.
***
“maaf membuatmu menunggu...” kata minho yang menghampiri hyorin di tenda make up artis. “hmm... it’s okay...” jawab hyorin, “apa sudah selesai...?” tanyanya. “belum, aku diberi waktu istirahat, apa yang ingin kau bicarakan...?” tanya minho. “minho-a... kenapa tidak kita jodohkan saja bora dengan taemin...? aku ingin membuat bora move on dari doo joon oppa..” usul hyorin, “benar... kenapa aku tidak menyadarinya..? taemin juga sudah lama tertarik dengan bora...” kata minho, “benarkah...?” tanya hyorin tidak percaya, “dia tertarik dengan bora saat kita duduk di kelas satu SMA, saat liburan sekolah taemin menghabiskan liburannya disini, saat itulah dia bertemu bora, tapi sepertinya bora tidak mengingatnya, sejak saat itu aku terus mengiriminya informasi tentang bora, dia juga sering bertanya mengenai bora kepadaku lewat e-mail, tapi itu berhenti saat dia tahu bora berpacaran dengan doo joon, belum lagi, cinta pertama taemin yang begitu memprotect dirinya...” jelas minho panjang lebar. “aa... aku mengerti, ya sudah.. kalau begitu aku pulang, kita bicarakan lagi nanti...” kata hyorin yang langsung bersiap pulang, “hmm.. oke, nanti aku telfon...” kata minho dengan sedikit senyum bibirnya, hyorin langsung pergi, selepas hyorin pergi minho hanya tertawa kecil malu-malu, “akhirnya aku bisa menelfinnya dengan alasan yang kuat...” gumam minho lirih, minho terus senyum-senyum “yes.. yes.. yes...” kata minho kegirangan sambil berjoget-joget tidak jelas. “minho-a..” panggil hyorin datar yang melihat tingkah aneh minho dari pintu, melihat hyorin berdiri didepannya minho langsung kembali berlagak cool, “ehem.. a.. hyorin.. hai.. !” sapanya, “waegurae (ada apa)..? kenapa kembali lagi...?” tanya minho. “ponselku tertinggal...” jelas hyorin yang langsung masuk kedalam tenda itu dan mengambil ponselnya yang dia letakan di meja, “ini.. sudah kuambil, aku pulang dulu...” kata hyorin sambil berjalan mundur meninggalkan minho, wajah minho berubah menjadi merah, hyorin mencoba menahan tawanya, walaupun itu sulit dia lakukan.
“PHAHAHAHA...... bora-a... seharusnya kau lihat tadi, minho benar-benar konyol... hahaha....”’ hyorin benar-benar puas menertawai minho dirumah, bora yang mendengar ceritanya juga ikut tertawa. “kya.. hyorin-a... apa minho menyatakan cinta kepadamu...?” tanya bora penuh ketertarikan. “heehhh... jangan asal bicara, tidak... kami hanya bicara biasa saja...” jelas hyorin. “hol.. siapa yang tahu...” kata bora, “aku lapar... masaklah sesuatu hyorin...” perintah bora yang langsung menuju ruang tv, dia memainkan ponsel tablet miliknya. “oppa... anyeong...” sapa bora kepada seseorang yang ada dilayar tabletnya. “oppa... makan malam di apartemen kami saja, hyorin akan memasakan masakan yang sangat spesial, datang sekarang juga ya, a.... jangan lupa ajak minho..” perintah bora kepada taemin, mereka berdua sedang video call. “jinjja...? kalau begitu masakan aku dan minho spageti seafood ya, itu makanan favorit kami...” jelas taemin, “benarkah...?” tanya bora, “hmm.. iya, masakan itu ya.. oke...?” pinta taemin, “hmmm... aku tidak menjamin akan enak oppa...” jelas bora, “wae..?” tanya taemin.
***
Ting tong... ting tong... bel berbunyi, hyorin yang medengar bel berbunyi langsung membuka pintu. “o... ada apa kalian kesini...?” tanya hyorin heran saat melihat taemin yang berdiri didepan pintu sambil tersenyum lebar, dan ada minho disampingnya. “hehh... hyorin-a.. setidaknya biarkan kami masuk dulu..” kata taemin yang langsung ngeloyor masuk, “masuklah...” perintah hyorin kepada minho. “ya.. mana makanannya...?” tanya taemin yang sudah berdiri didapur. “makanan apa..?” tanya hyorin bingung, “bukankah kami berdua diundang kesini untuk makan malam...?” tanya minho kepada hyorin, “heh..? aku tidak mengundang kalian...” jelas hyorin, “a.. tadi bora yang menyuruhku untuk datang, bora bilang kau akan memasakan kami spageti seafood, steak, dan membuatkan kami puding buah untuk desertnya..” jelas taemin, mendengar penjelasan taemin, hyorin langsung naik darah “BORAAA........!!!!!” teriak hyorin dengan keras, bora yang sedang tidur dikamarnya terbangun dan langsung keluar dari kamarnya, “wae.. wae.. wae..?” tanyanya sambil menggaruk-garuk kepalanya dengan mata yang masih terpejam. “ehem...” deham minho, menyadari itu suara minho bora membuka matanya, dia hanya menyengir dan langsung kembali kekamarnya untuk mengganti pakaiannya.
“kya... seharusnya kalian telfon aku dulu saat sudah sampai pintu masuk gedung ini... !” protes bora saat keluar dari kamarnya dengan pakaian yang berbeda. “kya... sekarang kita makan apa...? tidak ada makanan yang dibuat wanita ini...” tanya minho sambil menjitaki kepala  hyorin, hyorin hanya menunduk sebal sambil memanyunkan bibirnya. “hyung, kau bantu hyorin masak saja, pasti akan lebih cepat...” usul taemin, “hmm... benar... ayolah minho... bantu hyorin, kaukan tahu bagaimana hyorin...” kata bora, “aku tidak mau masak.. !” tegas hyorin yang masih sebal, “memangnya kau bisa masak huh..?” sindir minho, “hisshh...” hyorin hanya mendesis sebal. “Bora-a...” panggil taemin, bora dan taemin saling berpandangan, taemin mengedip-ngedipkan matanya, memberi isyarat kepada bora. “uhm... minho-ya, hyorin-a... semua bahan makanan sudah aku siapkan, cepatlah masak.. ne..?” perintah bora yang langsung meninggalakan hyorin dan minho, taemin hanya senyum-senyum dan mengikuti bora, mereka langsung menuju ruang tv dan bermain PS.
“hehh.... bora-a... kau akan mati malam ini..” gumam hyorin kesal, “kya..!!” bentak minho yang langsung melempar apron kewajah hyorin, “hisshh... minho-a.. kenapa kau melempar ini...?” tanya hyorin kesal, “jangan banyak tanya, cepat pakai dan bantu aku...!” tegas minho, hyorin langsung memakainya. “baiklah... aku sudah siap, apa yang harus aku lakukan...?” tanya hyorin, tapi minho sedang sibuk mengupas udang, “hmmm... kalau begitu aku akan memotong bawang putih saja..” putus hyorin, dia langsung mengambil pisau berwarna pink miliknya, dan tanpa ragu langsung mengiris bawang putih yang seharusnya dicincang.
“kya.. apa yang kau lakukan..?” tanya minho curiga saat melihat hyorin sedang asyik, “hmm...?” hyorin membalikan wajahnya kearah minho, “aku sedang memotong bawang putih...” jelasnya, minho langsung maju melihat bawang putih hasil potongan hyorin, melihatnya minho hanya menggelengkan kepalanya, “heisshh...” minho langsung merebut pisau ditangan hyorin, “apa kau benar-benar bodoh..? aku dengar IQ mu diatas rata-rata...” tanya minho, “tentu saja, aku selalu mendapat rangking...” sombong hyorin, “lalu kenapa kau tidak bisa membedakan mengiris dan memotong...?” sindir minho, “kya.. apa bedanya mengiris dan memotong...? itu sama saja...” bela hyorin, “bawang putih ini seharusnya dicincang bukan diiris atau dipotong, dasar bodoh...” kata minho sambil mencincang bawang putih yang masih utuh. “lalu apa yang harus aku kerjakan...?” tanya hyorin, “kau..!” tegas minho sambil menunjuk hyorin dengan pisau, “duduk..! diam...! perhatikan...!!” tegasnya lagi. “baiklah...” hyorin menurut dan duduk, “sudah tahu aku tidak bisa memasak, masih saja menyuruhku memasak..” gumam hyorin, “minho-ya... apa kau selalu masak sendiri...?” tanya hyorin, tapi minho diam tidak menjawab, “minho-ya... sudah berapa lama kau berteman dengan taemin...?” tanya hyorin lagi, “sejak kecil...” jawab minho singkat, “apa taemin orang baik-baik...?” tanya hyorin lagi, “hmm...” jawab minho yang berarti iya, “tapi kenapa aku kurang yakin ya...” kata hyorin, “minho-ya... apa kau yakin taemin masih menyukai bora..?” tanya hyorin lagi, “hmm” jawab minho, “apa rencana kita akan berhasil...?” tanya hyorin lagi, “hmm..” jawab minho, “minho-ya... apa yang kau masukan kedalam panci itu..?” tanya hyorin, “itu pasta, apa kau tidak tahu bentuk pasta saat masih mentah...?” minho balik bertanya, “ani (tidak)... aku hanya tahu bentuknya saat sudah matang.. hehe...” jelas hyorin sambil menyengir, “minho-ya... kenapa tidak pakai saus tomat...?” tanya hyorin lagi, minho berhenti mengaduk pasta yang sedang direbus dan mendekatkan wajahnya ke hyorin yang duduk di bar dapur, “hyorin-ya.... apa kau bisa berhenti bertanya...?” tanyanya sambil memelototi hyorin, “ne..” jawab hyorin lembut, “dari pada kau terus bertanya, leih baik kau pergi membeli beberapa makanan penutup, tidak ada waktu untuk membuatnya.. bagaimana...?” tawar minho, “baiklah...” jawab hyorin sedikit sebal, hyorin langsung mencopot apronnya, “cepat kembali...!” perintah minho, hyorin yang mendengarnya langsung berjalan kembali mendekati minho, “hehhh... kau terpesona denganku ya...?” tanya hyorin yang mengejutkan minho, “ani... kenapa aku  harus terpesona denganmu..?” kata minho dengan sedikit salah tingkah, “ hehh... koljiman (bohong)....” kata hyorin, minho langsung kembali memasak, “oppa...” goda hyorin dengan nada manja, yang sentak membuat minho tersedak, “hahaha....” hyorin malah tertawa meihat minho tersedak, “oke... aku akan cepat pulang.. kitaryo (tunggu aku) oppa....!!” kata hyorin sambil mengedipkan mata kanannya, saat hyorin sudah pergi barulah minho tersenyum-senyum, wajahnya juga berubah menjadi kemerahan.
“oppa..?” tanya minho kepada diri sendiri, “sedikit menyenangkan dipanggil seperti itu...” tambahnya sambil asyik memasak pasta seafood favoritnya. “oppa dugu...?” tanya taemin yang membuat minho terkejut, minho membalikan badannya dan ternyata taemin dan bora sudah duduk di bar dapur sambil melihati minho aneh, “oppa dugu..? mwo (apa)...??” balik tanya minho kepada taemin dengan tingkah sedikit canggung, “berhenti melihatku seperti itu...!” perintah minho, “hehh... minho-ya... kalau kau terus menyenbunyikan perasaanmu seperti itu, hyorin tidak akan menjadi milikmu, dasar bodoh... apa sulitnya bilang kau mencintainya...” kata bora, “diamlah...” tegas minho. sarang... srang... sarang... kata-kata itu terus bermuculan dikepala minho, dia terus tersenyum mengingat hyorin memanggilnya oppa.
“aku pulang.....” teriak hyorin saat masuk, “o... kau sudah pulang, cepat siapkan makanan itu di meja...!” perintah minho datar, “ne..!” jawab hyorin yang langsung menyiapkan makanan penutup di meja makan. “ayo makan...” ajak minho, taemin dan borapun langsung menuju meja makan yang hanya berjarak satu meter dari tempat mereka duduk.
“hmmm..... hyung... spageti seafood buatanmu memang yang paling enak, benarkan...?” tanya taemin kepada bora dan hyorin, “hmm... maja... ini enak sekali...” puji hyorin yang asyik memakan spageti di piringnya, “minho-ya... kau harus sering-sering membuatkan kami ini...” perintah bora.
“aku sudah selesai makan, kau dan taemin yang mencuci piring...” perintah minho, “hehh... kenapa kami, kan kalian yang masak...” protes bora, “justru karena kami yang masak, maka tugas kalian mencuci piring... tidak ada tawaran lagi...!” tegas minho, taemin dan bora hanya menghela nafas kesal
hyorin berada dalam kebosanannya dengan televisi dihadapannya dan dengan minho yang tidak menghiraukannya, “kyaahhh... kenapa mereka bermain-main seperti itu..?” gumam hyorin yang sedang duduk diruang tengah bersama minho yang sedang mempelajari skrip untuk syuting selanjutnya. “siapa yang bermain...?” tanya minho yang ternyata mendengar gumaman hyorin, “a.. itu.. lihatlah...! taemin dan bora bermain busa dari sabun pencuci piring...” jelas hyorin, minho melihat taemin dan bora yang benar-benar sangat dekat tanpa ada rasa canggung sama sekali, hal yang selalu ingin minho dapatkan. “wae (kenapa)...? kau ingin bergabung dengan mereka..?” tanya minho datar, “ah.. benarkah boleh...?” tanya hyorin antusias, tapi dahinya malah kena sentil dari minho, “tentu saja tidak...!” tegas minho, “hisshh... jangan menyentilku,,, ! !” teriak hyorin kepada minho, lagi-lagi mereka berdua malah bertengkar.
***
“hyorin-a... minggu depan audisi untuk festival, bagaimana..?” tanya bora, “molla... aku juga tidak tahu harus menampilkan yang mana...” jawab hyorin, “kalian akan ikut serta dalam festival...?” tanya minho, “ne.. kami ingin menampilkan bakat kami berdua dalam bernyanyi dan juga menari..” jelas hyorin, “kami akan bantu...” kata taemin dengan penuh semangat, “benarkan hyung...?” tanya taemin kepada minho, minho hanya mengangguk, “hmmm... baiklah... kalau begitu besok pukul 2 diruang latihan..” jelas bora, “oke..” jawab taemin.
“kami datang...” teriak hyorin dan bora saat masuk keruang practice, “kya... seharusnya kalian minta maaf membuat kami menunggu begitu lama...” protes minho, “kya.. ! minho-ya... laki-laki itu memang harus dibuat menunggu...” kata hyorin dengan nada sinis, “hishhh...” minho hanya memandang hyorin sinis, perang dingin diantara mereka belum selesai.
“lagu apa yang akan kalian tampilkan...?” tanya taemin yang sudah siap dengan handicam didepannya, “aku dan hyorin sudah memilih lagu yang terbaik...” jelas bora, “cepat mulai...” tegas minho, hyorin dan bora langsung bersiap-siap untuk lagu pertama, taemin juga sudah siap dengan handicamnya, lagu pertma yang mereka mainkan adalah “Push Push” milik girland favorit mereka yaitu SISTAR, “STOOPP.... ! ! !” teriak taemin dan minho bersamaan, melihat permulaannya minho dan taemin langsung menolak. Lagu kedua masih milik SISTAR yaitu “No Mercy” baru sampai ditengah-tengah musik diganti oleh minho, lagu selanjutnya adalah so cool, tapi nasib lagu ini sama saja seperti lagu no mercy, lagu terus diganti mulai dari alone, shady girl, sampai Ma Boy. “kya...! kenapa kalian terus mengganti lagunnya...?” protes bora, “ dance kalian yang jelek...” komentar minho, “benarkan taemin..?” tanya minho kepada taemin, taemin hanya mengangguk. “kalau begitu biar aku yang memilih lagunya...!” tegas hyorin, “baiklah...” minho mengalah dan memberikan remote tape.
“bora-ya... bagaimana kalau GNAAL...? bisik hyorin kepada bora, “maja... itu gerakan terbaru kita....” kata bora, hyorin dan borapun langsung menarik meja kaca yang memang ada di ruangan itu, “apa yang kalian lakukan...?” tanya taemin bingung, “cepat bantu kami... palli.. palli...” perintah bora, taemin membantu mereka. “oke.. ini lagu terbaru kita berdua... judulnya Gone Not Around Any Longer... ini pilihan lagu yang terakhir..!” tegas hyorin, “maja (benar)... jadi nilai gerakan kami dengan baik..!” tegas Bora, musikpun mulai, dan dance mereka dimulai, taemin dan minho hanya terpaku melihat mereka berdua, taemin dan minho hanya bisa menelan ludah dan mata mereka yang tidak bisa berhenti memandang hyorin dan Bora sampai lagu selesai. “eotte (bagaimana)...?” tanya hyorin, tapi minho dan taemin masih speechless, “kalau kalain berdua diam saja, itu berarti setuju, oke... kita akan menampilkan ini untuk festival besok..” tegas bora, “ANDWAE....!!!!” teriak taemin dan minho bersamaan, “a.. wae...???” protes hyorin, “kya... itu sangat kami larang...” jelas taemin, “hehh... bagaimana bisa...? tidak mau.. ini sudah lagu terakhir...” protes hyorin. “kya... penampilan kalian dengan lagu ini benar-benar bagus, aku sangat menyukainya, tapi... kalian tidak boleh menampilkan lagu ini didepan orang lain selain aku...!” rengek taemin yang sangat amat kekanak-kanakan. “ehem...” deham minho, “aa.. maksudku... selain kami berdua...” taemin membenarkan ucapannya. “lebih baik tidak usah tampil...!” tegas minho, hyorin dan bora hanya kesal dan meninggalkan mereka berdua dengan emosi.
***
jam makan malam, mereka berempat makan malam bersama disalah satu restauran dekat lokasi syuting minho, “o... ada e-mail...” sentak hyorin saat menerima e-mail, “dugu..?” tanya taemin, “hmm... cinta pertamaku..” jawab hyorin dengan senyum, minho yang sedang makan langsung berhenti makan. hyorin membuka e-mail itu.
cc :
subject : i miss you hyorin...
“ne..?” sentak hyorin kaget saat membaca subject, minho yang duduk disebelahnya memundurkan kursinya sedikit agar bisa ikut membaca. hyorin melanjutkan membaca
hyorin... oppa.. sangat merindukanmu, oppa sudah dirumah sekarang, oppa ingin mengaku kepadamu kalau oppa sudah tidak memiliki hubungan apa-apa dengan victoria, sudah satu tahun yang lalu kami putus, apa kau masih menungguku...? maaf membuatmu menunggu lama, aku sadar seharusnya dari dulu aku memilihmu. kalau kau mau menjadi pacarku datanglah ke ice skating rink grand hyatt hotel jam 8, aku tunggu kau disana...
minho yang membacanya langsung kehilangan selera makan, “yah.. sekarang sudah jam 7...” kata hyorin saat melihat jam ditangannya, hyorin langsung mempercepat makannya. “aku sudah selesai... “ kata minho yang langsung pergi, “yachh.. ada apa dengannya...? tanya bora, “molla...” jawab taemin, “hyorin... kau dapat e-mail dari siapa..?” tanya bora, “kyuhyun oppa...” jawab hyorin dengan senyum diwajahnya, taemin langsung mengambil ipad yang hyorin letakan dimeja dan membacanya. “bora.. aku pergi dulu, aku akan pulang naik taxi... kau pulang duluan saja..” kata hyorin yang langsung berjalan pergi meninggalkan bora dan taemin, selepas hyorin pergi, bora dan taemin langsung menyusul minho.
“minho-ya... minho-ya...” teriak bora, “mwoya (apa)...?” tanya minho, “kya... aku yakin kau sudah tahu... kenapa kau diam saja...?” tanya taemin dengan nada yang tinggi, “apa yang harus aku lakukan...?” tanya minho dengan nada yang menyepelekan sambil membaca script, “kejar bora sekarang... bilang kau mencintainya.. atau kau diam disini dan kehilangan wanita yang kau cintai selama bertahun-tahun lamanya...” kata taemin dengan tegas, “hyorin juga mencintai kyu hyung bertahun-tahun lamanya...” kata minho, “hmm... sarang... sarang... sarang... itu hanya merepotkan.. benarkan taemin...?” tanya minho kepada taemin, “ani (tidak)...  aku tidak mencintai jessica noona, tapi terperangkap dengannya... cinta tidak merepotkan... cinta hanya butuh perjuangan... cepat kejar hyorin sekarang, hyungku tidak pernah main-main dengan kata-katanya...” tegas taemin lagi,  minho sadar karena perkataan taemin, minho langsung berlari mengejar hyorin, tapi dia terlambat... bus yang dinaiki hyorin sudah jauh.
***
“ehem...” deham seseorang, kyuhyun yang sedang melihat pemandangan han river membalikan tubuhnya. “HYUUNGGG............!!!!!!!!” teriak taemin sambil melucur diatas ice dengan sepatu skat-nya dan memeluk kyuhyun.
“kya...! kenapa kau yang datang...?!” protes kyuhyun, tapi taemin terus memeluknya, “hyung.... hyung... hyung....” rengek taemin.
“yeobuseyeo (hallo)...” jawab  bora ditelfon, “ne..?” kata bora tidak percaya mendengar apa yang dia dengar, bora yang belum lama sampai diapartemen, langsung mengambil tasnya dan pergi kerumah sakit.
“yeobuseyeo... minho-ya... cepat kerumah sakit, tadi ada seseorang yang menelfonku, dia bilang terjadi kecelakaan.. dan sekarang hyorin ada dirumah sakit... aku khawatir dengan hyorin...” jelas bora dengan nada suara yang bergetar karena ketakutan, tanpa berpikir lama lagi, minho langsung berlari kerumah sakit.
minho sampai lebih dulu, dia langsung berlari ke ruang IGD, “HYORIN-a... hyorin-a... hyorin...” panggil minho sambil terus memeriksa semua tempat tidur yang ada diruangan itu, tapi nada suaranya menghilang saat melihat seseorang yang sudah meninggal, minho yakin dia adalah hyorin karena semua tempat tidur sudah dia cek dan tidak ada hyorin, minho baru mau membuka selimut yang menutupi tubuh itu untuk memastikan, tapi perawat langsung memindahkan mayat itu, minho keluar dari ruangan itu dengan penuh putus asa. “Minho-ya...” panggil Bora... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar